Complete (Private sebagian)✔
Apa kalian pernah membayangkan kalau kalian mempunyai ibu tiri dan saudara tiri? Pasti tak pernah.
Itu juga yang ada di pikiran Ririn setelah ibunya meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan.
***
Yuk cek! Happy reading g...
"Hah?" Ririn memandang ayah, mama dan cowok-cowok yang ada di hadapannya secara bergantian.
"Anak-anak, kalian udah tau kan ini siapa?" tanya mama menunjuk Ririn yang berada di sebelah kiri ayahnya. Ada yang mengangguk ada juga yang diam saja.
"Nah, anak mama udah tau sama Ririn, jadi sekarang tinggal Ririn yang harus tau anak-anak Mama," ucap mama, dan Ririn masih diam.
"Sekarang kamu liat mereka satu-satu, yang sebelah sini." mama ngenalin Ririn ke anak-anaknya dari ujung ke ujung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dari yang namanya Chen, DO kyungso atau Dio, Suho, terus Yixing yang biasa dipanggil Lay Ririn juga gak tau itu nama asli sama panggilan gak nyambung banget tapi orang ganteng sih bebas-bebas aja, iya kan? Ada juga Xiumin biasa dipanggil Umin, terus Jongin yang senengnya dipanggil Kai, gak nyambung? Yaudah sih orang ganteng bebas. Dan tiga terakhir Sehun, Chanyeol dan Baekhyun.
'Mimpi apa gue semalem punya sodara sebanyak ini. Tapi gak papa deh, ganteng ini,' batin Ririn
***
"Sayang, kamu pulang bareng kakak-kakak kamu ya," kata ayah.
Ya gimana mau kenal, orang abis kenalan mereka malah pada sibuk sendiri, Ririnnya dicuekin. Dari pada dibilang SKSD-kan, jadi Ririn milih lanjut nyobain makanan di meja prasmanan. Lebih bermanfaat.
"Ya ini biar kamu cepet akrab," kata ayahnya, padahal ayah pengen mesra-mesraan berdua sama mama.
Pas Ririn lagi ngobrol sama ayahnya, tiba-tiba kesembilan anak mama keluar dari hotel tempat resepsi ayah sama mama.
"Anak-anak sini bentar," panggil ayah dan mereka langsung nurut, terus jalan barengan ke arah Ririn sama ayah Jun.
"Kenapa, Pah?" tanya Xiumin. Jangan heran panggilan Ririn dan mereka berbeda, ini karena Ririn terbiasa manggil ayahnya dengan sebutan ayah, sedangkan Xiumin dan adik-adiknya lebih senang memanggil papa dari pada ayah.
"Ini mobil kalian ada yang kosong gak? Biar Ririn bisa pulang ikut sama kalian."
"Kayaknya mobil Lay kosong, Pah," kata Chen.
"Hah? Emang iya gitu?" tanya Lay pada Chen.
"Yah pikunnya kumat, lo kan emang pergi sendiri dari kantor, Bang," kata Chen.
"Udah-udah! Kalo gitu Ririn sama Lay ok, Ayah duluan sama Mama. Daaah," kata ayah sambil masuk ke mobil yang telah di duduki oleh sang istri.
'Lah ini gue serius pulang sama kak Lay doang gitu?' batin Ririn.
"Ok fix, Ririn pulang sama bang Lay. Gue balik duluan, yuk Dio kita chaaaw." Baekhyun pergi sambil menarik Dio.
"Yaudah deh gue juga balik," ucap Xiumin. Dan akhirnya satu-persatu pergi, dari Xiumin yang bareng Chen, Suho yang bareng Sehun, terus Chanyeol yang bareng Kai. Dan akhirnya Ririn udah pasti bakal pulang sama Lay.
"Kak, kok gak jalan-jalan?" tanya Ririn, karena sedari tadi Ririn udah duduk di dalem mobil Lay, tapi mobilnya gak dinyalain-nyalain.
"Hah? Jalan kemana, Rin?" Lay balik bertanya.
'Lah gue nanya malah balik nanya,' pikir Ririn yang belum tau kalo pikunnya Lay lagi kumat.
"Ya jalan Kak, pulang ke rumah. Tuh yang lain udah di depan." Ririn udah gregetan sendiri.
"Ohhh."
'Kampret, cuma oh doang? Kalo gak ganteng gue beri juga nih,' batin Ririn kesal.
Mobil Lay akhirnya berjalan dan mengikuti mobil Suho yang berada di depannya.
Dan akhirnya setelah 30 menit di perjalanan, Ririn dan Lay sampe juga di sebuah rumah. Eh bukan, kayaknya ini istana deh.
Setelah mobil Lay terparkir rapi Ririn langasung turun dari mobil. Dan setelah turun Ririn malah bengong liatin rumah yang ada di hadapannya saat ini.
'Serius gue bakal tinggal di rumah ini? Ini sih sepuluh kali lipat dari rumah gue yang sebelumnya deh kayaknya?' Ririn bertanya pada dirinya sendiri.
"Rin, kok malah bengong di sini? Ayo masuk." Lay menyadarkan Ririn dari lamunannya yang tengah membandingkan antara rumah lamanya dan rumah yang akan di tempatinya sekarang.
"Eh, iya, ayok kak." Ririn segera mengikuti Lay dari belakang.
Pas nyampe di dalem semua udah pada ngumpul.
"Lama amat lo, Bang. Mobil aja keluaran terbaru tapi bawanya lelet banget," ejek Kai.
"Nyantai aja, yang penting selamet, Tem," jawab Lay. Dan Kai cuma mendengus gara-gara dipangil tem a.k.a item. Iya sih dia paling item dari pada yang lain.
"Yaampun kalian malah ribut- ribut, mendingan sekarang istirahat udah malem banget ini." Mama nyuruh semua tidur karena ini sudah jam dua belas malam. Semua langsung beranjak pergi sambil mengucapkan selamat malam dan selamat tidur. Dan Ririn masih duduk di sofa karena dia gak tau bakal tidur dimana.
"Dan Ririn, kamar kamu ada di lantai atas pintu warna item." Mama langsung nunjukin tangannya ke lantai atas. Mungkin mama peka liat Ririn yang dari tadi kebinggungan
"Tapi Ma, kan aku berangkat dari rumah yang lama, dan baju aku juga masih di rumah yang lama, gimana dong? Masa aku tidur pake ini."
"Ririn tenang aja, baju kamu yang di sana udah Ayah pindahin ke kamar kamu yang baru," kata mama.
'Lah ayah kapan mindahin baju-baju gue?'- Ririn
"Ok, aku ke kamar dulu Yah, Ma," ucap Ririn sambil mencium pipi ayah dan mamanya.
"Selamat istirahat, Sayang," kata ayah dan mama.
Ririn langsung menaiki tangga dan mencari pintu warna hitam. Dan langsung ketemu karena di lantai atas gak ada pintu yang warna item.
Ririn langsung masuk, ganti baju dan banting badan ke ranjang Queen sizenya yang super empuk.