41. Bioskop

6.8K 676 48
                                        


Hari ini Ririn sudah rapi dengan hoddie putih, celana putih, sepatu putih, kaca mata dan masker hitam.

Kenapa Ririn pake baju seperti itu?

Tadi Ririn sempat mendegar si Mak Lampir Fisha minta diajak pergi ke mall pada Suho. Awalnya Suho menolak, tapi gara-gara Kris yang biasanya ngaterin Mak Lampir kemana-mana gak bisa, jadi Suho yang kebetulan lewat tiba-tiba jadi sasaran empuk Mak Lampir buat minta anter sekaligus modus.

Karena Ririn liat dan juga dia udah bilang mau gagalin apapun cara si Mak Lampir deketin abangnya yang satu ini. Ririn langsung balik ke kamar dan ganti baju.

Ririn turun ke bawah dengan terburu-buru. Takut Suho udah ngilang di parkiran.

"Rin, mau ke mana lo?"

"Mau ke... mau ke rumah temen."

"Ke rumah temen kok rapi banget, mana bajunya tertutup, biasanya kan lo kalo ke rumah temen paling pake celana pendek doang."

"Gue lagi gak enak badan, jadi pake baju begini."

"Kalo gak enak badan, mendingan lo diem di rumah."

"Ini penting, Kai. Jadi, gue harus pergi ke sana sendiri." Ririn udah gak bisa diem. Ririn udah liatin antara jam tangan sama pintu keluar.

"Gue duluan ya, buru-buru soalnya."

"Eh, biar gue anterin. Kalo nanti lo kenapa-napa di jalan. Gue juga yang repot."

'Duh, salah gue ngomong begini.'

"Gak, gue pergi sendiri." Ririn langsung lari tanpa meduliin Kai yang baru mau bawa kunci mobilnya.

***

"Ho, kita ke sana dulu ya." Fisha menggandeng tangan Suho erat.

"Gak, gue mau langsung pulang," ucap Suho sambil berusaha mielepaskan tangan Fisha dari tangannya.

"Ayo donggg, Kris udah bilang lo harus nemenin gue."

"Yaudah, sana minta temenin aja sama Kris!"

"Ihhh, tapi aku maunya sama kamuuu," ucap Fisha dengan nada manja.

Karena Fisha yang terus merengek, Suho juga malu dilihat orang-orang yang berlalu lalang. Jadi, Suho terpaksa menuruti permintaan Fisha.

Keduanya masuk ke bioskop dengan dua tiket yang sudah ada di tangan. Fisha maksa banget milih film horor.

Ririn yang ngikutin jadi ragu gara-gara liat tiket film yang dibeli Fisha. Tapi, demi menyelamatkan abangnya dari Mak Lampir macam Fisha, Ririn rela masuk dengan headset yang sudah terpasang di telinganya.

Ririn duduk tepat di belakang kursi yang diduduki Fisha dan Suho.

Film dimulai dengan backsound seram ala-ala film horor biasanya. Ririn udah ngerasin volume musik di headset-nya.

Lima belas menit berlalu, Fisha sengaja nempelin kepalanya di tangan Suho. Ada hantu langsung ngejerit dan nyembunyiin kepalanya di tangan Suho.

Ririn yang liat langsung nendang kursi Fisha membuat si empunya terlonjak dan langsung nengok ke belakang. Tapi dengan sigap Ririn pindah ke kursi sebelah yang kosong dan berpura-pura menonton dengan khidmat(?).

Berbagai cara Fisha lakukan untuk memodusi Suho. Berkali-kali pula Ririn ngegagalin apa yang Fisha lakuin.

Tiba-tiba seseorang duduk di sebelah Ririn. Cowok ini pake topi, Ririn sampe mandang cowok di sebelahnya ini dengan pandangan aneh.

'Ini cowok ngapain pake topi di ruangan tertutup?'

Tapi selanjutnya Ririn kembali fokus pada Fisha yang nempelin Suho terus-terusan. Film berakhir dan lampu otomatis menyala. Sebelum ketahuan, Ririn segera pergi ke luar dan berjalan ke penjual minuman. Menunggu Suho dan Fisha ke luar sambil membeli minuman

"Mbak, saya mau yang ini satu."

Suara seseorang membuat Ririn menoleh. Cowok yang tadi berada tepat di sebelahnya.

Ririn yang teringat pada pengintaiannya, kembali melihat pintu bioskop yang di sana sudah berada Suho dan juga Fisha yang berjalan ke luar.

"Mbak, Mas. Ini pesanannya."

Ririn segera mengambil uang yang berada di saku celananya, memberikan uang tersebut dengan mata yang masih mengawasi Suho dan Fisha.

"Maaf, Mbak. Minumannya sudah dibayar." Ririn langsung menoleh.

"Sudah dibayar?" Si Mbaknya cuma ngangguk-ngangguk.

"Sama siapa? Saya ke sini sendiri. Mbak salah orang kali."

"Enggak, Mbak. Mas yang di sebelah Mbak tadi bilang kalo dia bayar sekalian sama punya Mbak."

Tling

'Jangan lupa diminum. Lain kali pergi sama aku, jangan sendirian ya.'

Ririn menoleh ke berbagai arah, mencari cowok yang dimaksud si mbak-mbak tadi.

Tapi, sayang, cowok yang dimaksud hilang yang tanpa jejak.

Ririn mendesah pelan, cowok yang dia cari-cari sekarang hilang tanpa Ririn yang melihat rupanya.

Dan sialnya lagi, Suho dan Fisha juga menghilang dari pandangan Ririn.

***

Huahhh, akhirnya gue bisa update lagi😆

Maaf lama ya, sempet mentok otak gue. Hehe.

Ngomong-ngomong, ada yang penasaran sama cowok misterius itu?

Ada yang udah nebak siapa cowok itu?

Haha, selamat berkepo ria kawan.

Oh iya, mampir juga ke

UNEXPECTED • EXO

Kuy langsung cek di home wattpad gue.

Jangan lupa vomentnya, papay.

27 sept 2017
R

inmy98

1#StepBrother⭐EXO ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang