34. Raba-raba

7.4K 746 71
                                        


Happy reading guys😘
Sorry kalo masih ada typo

Vomennya jangan lupa😉

***

Hari ini semua berkumpul menonton film bersama, entah siapa yang tiba-tiba mencetuskan keinginan ini.

Setelah voting untuk menentukan film yang akan diputar, akhirnya yang terpilih adalah film horor.

Ririn dari tadi udah mau lari masuk kamar, tapi gak bisa gara-gara dikekepin sama Chanyeol.

"Channn, lepasin gue napa!" pinta Ririn dengan muka memelas. Chanyeol tetap menggeleng.

"Channn..."

"Shttt, diem! Filmnya udah mulai." Dan ternyata benar, suara-suara dari film terdengar jelas, Ririn makin meringkuk.

Selang beberapa menit kemudian.

"HUAAAA."

"ANJIRRR KAGET GUE."

"EH ITU SETAN KENAPA MUNCUL TIBA-TIBA?"

"KALO GAK TIBA-TIBA BUKAN FILM HOROR BAEKKK."

"ASTAGFIRULOHHH."

"BANG LUHAN MALEM INI GUE TIDUR BARENG LO YA."

Teriakan-teriakan dari kiri dan kanan bersahut-sahutan. Ririn semakin mendekatkan tubuhnya ke Chanyeol.

Pengen tidur tapi suara-suara dari film membuat Ririn selalu kaget, bukan dari suara filmnya, tapi dari orang-orang di sekitanya.

TLK

Lampu tiba-tiba mati.

"Lah, ini lampu kenapa mati?"

"Duhhh, kok jadi horor ya."

"Lo jangan bilang gitu, Chen."

"Eh, nyalain senter ke, lilin ke atau apa gitu."

"Bentar, gue mau raba-raba dulu," ucap Kris yang ada di ujung.

"Awas lo salah raba," kata Kai yang entah berada di sisi mana.

"Kagak lah, itu sih lo yang suka salah raba. Kayak dulu, disuruh raba bantal, eh lo malah raba guling."

"Yeee, kan bantal sama guling sama-sama empuk, jadi yang empuk langsung gue ambil terus lempar sama lo yang berisik minta bantal," jelas Kai.

"Udah, udah. Semuanya cari senter atau lilin," titah Umin menghentikan perdebatan Kai dan Kris.

"Adawww, siapa yang injek kaki gue?"

"Oh, itu kaki lo, Ho? Sorry, gelap, jadi gak sengaja," ucap Luhan yang tak sengaja menginjak kaki Suho.

"Ehhh, ini kaki siapa? Kok dingin banget?" tanya Dio.

"Bukan gue," ucap Chanyeol yang sepertinya ada di belakang Dio. Maklum gelap, jadi gak keliatan.

"Bukan gue." Dan satu persatu menyebutkan kata yang sama.

"Eh, yang nyaut cowo semua. Ririn mana?" ucap Tao.

"Eh, iya. Ririn mana? Kok gak nyaut?"

"MINGGIR MINGGIR! PENERANG DATANG." Baekhyun berteriak dari arah belakang bersama Sehun.

Dan saat penerangan dari Baekhyun datang. Lampu rumah semua menyala.

"Sialan, gue cape-cape nyari senter, ini lampu malah nyala," gerutu Baekhyun.

"Alhamdulilah, akhirnya terang juga," ucap Dio menghela napas lega.

"Yahhh, gue gak jadi nyanyi Eta Terangkanlah dong," ujar Kai murung.

"Tenang, Kai. Lo masih bisa nyanyi kok." Kai langsung menoleh ke arah Chanyeol

"Gimana?"

"Ya lo nyanyi ya tinggal nyanyi, Kai. Masa ia lo harus nungguin mati lampu lagi," ujar Sehun yang ada di sebelah Baekhyun.

"Yang ditanya siapa yang jawab siapa," gerutu Kai.

Tiba-tiba hening.

Semua saling pandang, dan menghitung satu sama lain.

"Satu," ucap Chanyeol.

"Dua." Baekhyun ikut menghitung.

"Tiga." Sehun.

"Empat." Luhan.

"Lima." Umin.

"Enam." Tao.

"Tujuh." Chen.

"Delapan." Suho.

"Sembilan." Kai.

"Sepuluh." Dio.

"Sebelas." Kris menyahut paling ujung.

"Sebelas, bukannya harusnya tiga belas ya? Dua lagi siapa?" tanya Chanyeol.

Semua saling pandang, tatapan mereka tertuju pada satu sofa panjang yang membelakangi mereka.

Semua langsung berjalan dan melihat apa yang ada di balik sofa. Dan ternyata

DI SANA.

DI SOFA PANJANG ITU.







Ririn dan Lay tidur sambil pelukan.

Ternyata eh ternyata, pas Dio pegang kaki Ririn waktu gelap tadi. Lay narik Ririn yang setengah ngatuk ke sofa panjang yang berada di ujung ruangan yang mengarah ke kaca luar.

"DASAR DUO KEBOOO!"

"Orang pada nyariin, mereka berdua malah enak-enakan tidur sambil pelukan. Kan gue juga pengen dipeluk."

"Dasar jomblo," kata Chanyeol saat mendengar kata-kata Kai.

"Gak nyadar lo, Chan."

"Shttt, bubar-bubar! Kita tidur aja!" seru Umin sambil berjalan menaiki tangga.

"Terus mereka berdua?" tanya Kris sambil menunjuk dua orang yang tidur di sofa.

"Biarin aja. Paling kalo mereka bangun juga, entar pindah sendiri." Semua mengangguk dan bubar menuju alam awan kapuk masing-masing.

Sedangkan Ririn dan Lay yang tidur di sofa, melanjutkan tidurnya dengan nyenyak sambil berpelukan.

***

Huaaa😭 gue pengen dipeluk juga😂😂😂

Yang pengen dipeluk ayo merapat!!!!

Jangan lupa Vomennya

26 Agst 2017
R

inmy98

1#StepBrother⭐EXO ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang