Yang nagih updatean mana nih😂😂😂
Udah gue up nih, yang minta next udah gue next. Yang minta dipanjangin udah gue panjangin. Yang minta dipendekin? Gak ada kayaknya😂😂😂
Udah ah.
Sorry jikalau banyak typo.
Happy reading dan jangan lupa goyangin jempol kalian lalu tekan tombol bintang oren
***
Sebuah motor tiba-tiba berhenti di depan Ririn. "Ojeknya, Neng?"
"Eh, iya Bang. Kebetulan saya nunggu kendaraan umum dari tadi gak ada, pas banget Abang Ojek dateng nyelamatin hidup saya."
"Si Eneng bisa aja, emang saya super hero pake nyelamatin Eneng segala, terbang aja saya gak bisa Neng." Si abang ojek ketawa-ketawa sambil memberi kan helm ke Ririn.
"Yaelah Bang, kan Abang emang penyelamat hidup saya dari kebosanan nunggu di halte."
"Udah ah, jangan becanda mulu, entar gak nyampe-nyampe saya nganterinnya."
"Yaudah bang, cus kita jalan. Jangan ngomong mulu!" Motor itu akhirnya berjalan sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Ririn.
Tapi, tiba-tiba motor melambat saat di jalanan sepi. "Ehhhh, Bang. Ini kenapa motornya berenti."
"Eh, gak tau Neng, kayaknya kempes deh. Coba neng turun dulu biar saya liat." Akhirnya Ririn turun yang diikuti si abang ojeknya.
"Yah, beneran kempes Neng,"
"Yaudah Bang, kita dorong aja."
"Tapi tambal ban di sini jauh, emang Neng mau dorongin sampe sana."
"Iya Bang, gak papa."
Baru beberapa meter Ririn ikut mendorong motornya dari belakang, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya. Ririn meronta untuk melepaskan diri, tapi kekuatannya tak sebanding jika dihadapkan bersama pria yang membekapnya ini. Ririn mengkode tukang ojek tadi, tapi tukang ojek tadi hanya diam. Tidak berniat menolong.
'Maaf mbak, saya terpaksa.'
***
Ririn diseret ke subuah bangunan tua tak jauh dari jalanan sepi tadi. Orang itu mengikat Ririn di sebuah kursi kayu.
"Heh, lo siapa? Ngapain lo bawa-bawa gue ke tempat kayak gini!" Pria itu diam, tak menjawab sedikitpun apa yang Ririn tanyakan.
"Hey, jawab dong. Gue ini nanya."
PLAKKK
Bukan jawaban yang ia dapat. Namun, sebuah tamparan keras lah yang menyapa pipi chubby-nya. "Diam dan gak usah banyak omong," desis si pria dan meninggalkan Ririn sendiri di ruangan gelap yang sekarang semakin gelap karena pintu yang tadinya terbuka lebar, kini tertutup rapat.
***
"ASSALAMUALAIKUMMM ADA ORANG DI DALAMMMM?" Baekhyun yang memasuki rumah sambil berteriak seperti biasa.
"Jangan teriak Baek, ini rumah bukan hutan."
"Yaelah Bang, gue juga tau kok ini bukan hutan," gerutu Baekhyun pada Xiumin si kakak tertua yang tak tau kenapa sore-sore begini udah pulang dari kantor.
"Bang, tumben udah pulang? Biasanya kan lo pulang pas mau makan malem."
"Lagi pengen aja, yang lain kemana, kok lo tumben sendirian?" tanya Xiumin sambil memakan cemilan yang ada di toples.
KAMU SEDANG MEMBACA
1#StepBrother⭐EXO ✔
FanfictionComplete (Private sebagian)✔ Apa kalian pernah membayangkan kalau kalian mempunyai ibu tiri dan saudara tiri? Pasti tak pernah. Itu juga yang ada di pikiran Ririn setelah ibunya meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan. *** Yuk cek! Happy reading g...
