4;lenganku akan selalu terbuka

13.1K 609 0
                                        

pintu apartemen terbuka, Tania segera melangkah masuk dan menguncinya kembali.

"dari mana aja lo?" dengan wajah kesalnya Haekal berdiri disamping sofa.

Tanpa sengaja Tania melihat seorang gadis seusianya duduk dengan santai disofa. "Dia siapa?" tania balik nanya.

Siap-siap mengeluarkan emosinya yang mendadak naik. Haekal menunjuk gadis itu

"Oh pacar gue,emang kenapa?" haekal menjawab dengan wajah isengnya.

Dalam hati Haekal memendam rasa kesal,kemana saja tania jam 3 baru pulang,Haekal sudah menunggunya dari 5 jam yang lalu.

"Aku kan udh bilang aku belum siap jadi janda muda." Bisik Tania sambil melirik Rani yang tersenyum miring ditempat duduknya, Tania berusaha meredam amarahnya.

"lo abis dari mana jam 3 baru pulang?" yang ditanya hanya diam

"hmm"tania melangkah ke arah meja dapur lalu menuangkan air teko ke gelas,lalu meminumnya, tanpa memperdulikan Harkal, Ia melangkah kearah kamar mandi.

"Aku capek mau mandi,kamu jnagn lupa solat ashar nanti."tania berkata lemah.

"Kamu belum jawab pertanyaan aku,abis dari mana kamu?"haekal makin kesal dengan tania yang bisa bisanya mengacuhkannya seakan Ia tak punya salah juga.

"aku gasuka berdebat,aku suknya kamu .tolong jangan diperdebatkan"
Gumam Tania lirih.

Perempuan itu buru buru masuk kedalam kamar mandi. menyisakan hening, sedang haekal terenung ditempatnya dan Rani masih menonton drama penganti baru dengan asyiknua.

****

tania memukul kepalanya sendiri, bahkan ia tak bisa khusyu waktu solat ashar,apa yang ia ucapkan tadi pada haekal diluar logikanya.

kini tania ada di balkon aprtemen merenungkan sesuatu yang benar-benar tidak bisa ia pahami.

ini dia kenapa sich? wajah haekal terus saja menghantui pikirannya.

"Kamu ngapain disini?" haekal tersenyum mendekatinya sambil membawa secangkir kopi dan menyondorkan jaket yang ia bawa kepada Tania,Tania mengerutkan alisnya bingung.

"diluar dingin,nanti kamu sakit."
Tania berusaha menyembunyikan rona merah dipipi nya mendengar perkataan Haekal.

Setelah tadi saling diam-diaman kini Haekal krmbali perhatian padanya.

"aku gamau repot bikin alesan buat bilang keayah kamu"
sambung Haekal cuek.

Tania kembali cemberut"alasan buat apa?" Namun Tania tetap bertanya dengan nada bingung.

"Kalau kamu sakit,nanti ayah kamu nyangka aku apa apain kamu."Haekal menjawab tenang,menyimpan cangkir yang telah kosong ke meja disampingnya.

menarik pundak tania lalu memeluknya,Tania tersenyum malu menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik Haekal.

hening.

Tania merasakan kerudungnya basah,Tania mendongakan kepalanya,haekal menahannya.

"Kal kamu kenapa?"

Masih hening.

"Kal kamu gak akan selalu bisa menyelesaikan semuanya sendiri,kamu bisa cerita sama aku,siapa tau aku bisa ngebantuin kamu,atau setidaknya lenganku akan selalu terbuka jika kamu ingin mrnangis" Tania berkata lirih.

Sedang dalam hati Ia bergumam dengan bangga.
Wow. seorang Tania bisa sebijak itu!

"Tan gue harus gimana?" Tania membiarkan Haekal melanjutkan perkataannya.

"Gue gabisa ngelakuin apa yang dia mau."

"Dan ga seharusnya juga dia ngatur kehidupan Gue disaat Gue udah punya kehidupan sendiri."

Haekal melepaskan pelukannya melangkah gontai meninggalkan Tania sendirian yang menyisakan segala tanda tanya dikepala Perempuan muda berstatus istri itu.

Loh suamiku kenapa?

pacar halalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang