Subuh ini Tania kesusahan membangunkan Haekal.
Tania terus menggoyangkan tubuh Haekal agar bangun dan lekas ke air.
"Kal aku cape tau dari tadi bangunin kamu,cepet bangun ih solat subuh." Tania mulai kesal.
Ko bisa sih aku dapet laki kayak gini. Lanjut Tania dalam hati.
Tania pemrgang teguh uacapan bahwa Jodoh adalah cerminan diri kita, maka Ia selalu berusaha untuk sholat awal waktu, agar Ia tak perlu repot-repot bangunin Suaminya.
"Bentar.." Racau Haekal tak jelas.
"Bentar mulu keburu abis waktunya nanti. Kal kita diciptakan cukup sempurnah loh sebagai manusia, coba bayangin kambing mana bisa solat yang ada dia ngejengkang."
"Harusnya kamu bersyukur bukan nya lelet. Bangun tidur aja susah apalagi bangun rumah tangga."
Tania mulai mengeluarkan omelannha.
"Kok bida sih aku dapet suami begini" oceh Tania lagi.
"ko bisa sih aku punya istri kaya gini,bawel banget. Denger ya tan,harusnya kamu bersyukur punya suami ganteng kaya aku."Haekal membuka matanya pelan lalu membalikan omongan Tania.
Tania heran kemarin malam Haekal keliatan galau plus sedih.
Eh ajaib nya sekarang ia seperti tidak terjadi apa-apa.
"percuma ganteng kalau ga punya iman" Ketus Tania.
"Percuma juga punya iman,tapi masih suka ngomelin suami"
kata Haekal jail.
"udah ah. Sana solat nanti waktunya habis, emangnya kamu ngga takut api neraka apa?"
"Iyaa ini aku bangun" Haekal bangkit, melangkah ke kamar mandi dnegan malas-malsan
"gitu dong,jangan tidur lagi,nanti kamu masuk closet." Tania tersenyum senang sambil mengacungkan dua jempolnya.
Lalu terdengar bunyi pintu kamar mandi yang sepertinya sengaja ditutup kencang.
****
Haekal keluar kamar mandi,sembari memakai seragamnya
"kebiasaan deh pake baju diluar kalau ada orang lain gimana?" kata Tania Tanpa melihat kearah Haekal.
"Aku udah pake baju ko" sahut Haekal sambil melangkah mendekat.
Tania berbalik Tania histeris. "Ikhh kamu mah." jerit Tania kesal
Kalau boleh jujur, Tania mengakui badan Haekal bagus kok gaada panu,kurap maupun bekas luka,mulus smeulus jalan tol.
meskipun badannya ngga kekar kaya artis yang pernah Tania liat di Tv tapi masih enak dilihat kok.
"Mupeng ya?" Tanya Haekal percaya diri.
Tania hanya mendnegkus.
"Mulai sekarang lo gausah repot2 masak lagi ya tan, gue makan di sekolah aja" Ucap Haekal sambil meringis.
"Yahh ko gitu sih kal,padahal aku udah susah-susah bikin nasi goreng buat kamu." Jawab Tania lemas sambil cemberut.
"Tapi..." Haekal mencoba menolak dengan halus.
"Ngga ada tapi-tapian Haekal pokonya kamu harus mau makan ini nasi goreng, bila perlu aku suapin." Tania terus berusaha memaksa Haekal.
"kamu kenapa maksa banget sih? aku juga ga mau kali abis makan langsung masuk RS." ucap Haekal tegas syarat akan kesinisan.
"kan mubazir Kal ga ada yang abisin.aku ga punya harapan lain selain kamu yang makan" Tania menitikan air matanya sedih bercampur frustasi.
Susah payah loh masa suaminya itu enggan mencoba :(
"Aku ngerasa ga berguna jadi istri" lanjut Tania lagi dnegan wajah dimelowkan.
" yaudah sini,tapi kamu yang suapin ya." feling Haekal sudah tak nyaman sejak tadi.tapi ia mencoba menerima suapan dari Tania karena tak tega.
Bisa jadi niat istrinya baik'kan?
"gimana?" tanya Tania antusias.
uhuk..uhuk..uhuk
"Eh kamu gapapa?" Tania bertanya kawatir, Haekal menggapai-gapai meminta minum, Tania yang tak mengerti bertanya bingung.
"Kamu mau aku bantuin berdiri?" Tanya nya polos.
"bukan bego!Asin.Gue pengen minum" Tania yang baru mengerti langsung buru-buru mengambil air minum dan menyondorkannya.
wajah perempuan itu kembali murung, Haekal yang tak tega mencoba menghabiskannya dibantu dengan seteko air.
Gapapa kembung yang penting istriku engga pundung.
Kasihan Babang Ekalqu :((
Sini dedeq masakin bang ;) ;)
Jangan lupa Comment and vote ya!
Biaskan jangan jadi silent reader ya! :)
KAMU SEDANG MEMBACA
pacar halal
RomansaHati hati selaon banyak typo, bikin leneung mual muntah, banyak juga silent reader. :) "Tan lo mau ga jadi pacar gue" "loh kita kan udah nikah Kal,masa kita harus cerai dulu" "jangan dicerai Tan,cukup lo anggap kita lagi pacaran,bedanya ini pacar hi...
