Haekal akhirnya dirawat maag nya kambuh Haekal juga punya alergi, sebenarnya Haekal juga boleh pulang, tapi haekal malah minta dirawat.
Tania tadinya nggak setuju, bukan apa-apa dia lupa bawa duit, lagipula Tania yang cuma lulusan Sd ngga paham dengab urusan biaya administrasinya serta tetrk bengeknya.
Bukan cuma itu sebenarnya stts! jangan bilang-bilang apalagi pada Haekal, nanti lelaki itu jadi jahil, sebenarnya Tania itu penakut, dia nyesel dulu pernah dikasih liat video dirumah sakit taunya ada setan nonggol.
Tania juga nyesel pernah baca majalah hantu rumah sakit, pokoknya nyesel.
Hari mulai petang jam didinding menunjuk angka sebelas malam
diluar mulai sepi, Haekal sudah tertidur setelah tadi minum obat yang berefek ngantuk.
Tania gelisah di kursinya.
'Tek' Tania merasa ada yang jatuh, mau liat kekolong ranjang takut, nggak dilihat penasaran, Tuh kan gadis satu ini jadi dilema.
Tania menghela nafas, dengan terpaksa Ia memberanikan diri melihat ke kolong ranjang. Tania membungkukan badannya melongok kekolong, Matanya bergerak aktif 'kosong', tidak ada apa-apa, Jadi suara apa tadi?
Tania menegakan tubuhnya lagi
"Alhamdulillah nggak ada apa-apa" gumamnya sambil mengusap dada nya pelan.
Jam menunjukan angka 12 pas, diluar makin sepi, Tania masih nggak bisa memenjamkan matanya, sesaat matanya mulai ngantuk.
'Tuk tuk tuk' terdengar suara langkah kaki dari luar ,Tania yang tadinya mulai tertidur kembali terjaga, Tania menajamkan pendengarannya disat suara itu makin dekat.
'Tok tok tok'
pintu diketuk dari luar, Tania menarik nafas lalu memberanikan diri melihat keluar, dengan tegang Tania memutar knop pintu
'Ceklek'
Muncul kepala seseorang mukanya gelap tidak jelas, Tania berlari ketakutan masuk lagi kedalam, Tania mengguncang-guncang badan Haekal
"Kal kal ish Kal" Haekal masih belum bangun, Tania tepok pipinya masih belum mau membuka matanya
Akhirnya Tania mengigit pipi Haekal, Empuk! Tania jadi ketagihan Tania menundukan wajahnya didepan wajah Haekal dan menggigit pipi haekal lagi.
"aww" haekal menjerit, tidurnya terganggu, pipinya berdenyut.
"apa-apa an sih Tan? sakit tau" desisnya kesal, mengabaikan Haekal, Tania memekik ketika mendengar langkah kaki dibelakangnya.
Memeluk Haekal dan meloncat keranjang, Haekal merintih kesakitan, badannya kegencet Badan Tania yang katanya Naek 4 kilo.
"Ada apa sih Tan? sakit! kegencet!" seruan Haekal tak dijawab oleh Tania, Tania menelungkupkan wajahnya dileher Haekal.
'uhuk uhuk' terdengar suara batuk dari balik tubuh Tania, Haekal ingin bangkit untuk melihat tapi Tania menahannya.
Tania merasakan ada yang menepuk bahunya "neng?" Suara dibelakangnya terdengar serak dan diiringi batukan
"aaaaaaaaaaaaaaa" Tania menjerit lagi.
****
"Sekali lagi maaf ya pak" kata Haekal pada si aki yang ternyata sedang mencari cucunya yang dirawat dikamar yang sama yang ditempati Haekal, tapi sayang si cucu ternyata sudah pulang.
Tania masih bersembunyi dibelakang badan haekal.
"Tan udah nggak ada" kata Haekal, Tania masih menggeleng membenamkan wajahnya dipunggung haekal.
"Gimana sih? katanya santri itu ga takut yang namanya setan"goda Haekal, Tania cemberut sebal.
"Kata siapa Kamu? ada kok yang penakut" jawab Tania jujur.
"Siapa?" Tanya Haekal menantang, Tania melongok kekiri kekanan sebelum menjawab.
"Aku hehehe" Jawaban Tania mendapat dengusan dari Haekal.
"nggak lucu ih. Sepupu jauh gue aja sekarang jadi pemberani semenjak jadi santri, Ia malah dipanggil buat ngusir setan dibeberapa tempat, lo mah lebay gitu aja takut." ocehan Haekal nggak digubris oleh Tania, Ia cuma maju-majuin bibirnya tanda ngambek, Haekal membalikan badannya kearah Tania, memegang bahu tania.
"gitu aja ngambek" Haekal menarik hidung Tania yang 'katanya' mancung katanya hidungnya ini turunan dari bunda.
"jelek ih! gausah dipaju-pajuin, mau dicium ya?" goda Haekal lagi, Tania otomatis langsung menggelengkan kepala nya cepat.
"Nggak mau nanti bengkak lagi" jawabnya sambil megelengkan kepala lagi, Haekal jadi makin gemes.
"Makanya jangan ngambek, ngambek ke suami dosa loh, masa kamu gatau?" Sahut Haekal, ajaibnya sedetik kemudian Tania tersenyum kelewat lebarnya, mukanya jadi makin gembil, Tania itu tipe orang yang suka makan tapi badannya tetep kecil, kata Tania sih ini anugrah, dan akhirnya jadi lemak dipipi deh .
"Mau bikin aku seneng ngga?" tanya Tania, Haekal mengangguk rada ragu.
"gimana caranya?" Pertanyaan haekal mendapat jentikan jari dari Tania.
"Anter aku pulang" mendengar keinginan Tania, Haekal otomatis menggeleng.
"Ini udah malem, diluar dingin, kita juga belum bayar" kata Haekal, Tania akhirnya mengangguk lemas
Haekal jadi kasihan liatnya.
"Besok ya pulangnya, aku janji bakal temenin kamu sampai kamu tidur" Perkataan Haekal berbalik dengar matanya yang udah 5 watt.
"Gausah janji kalau bakal diingkari" Kata Tania.
'mana bisa nemenin kalau mata aja udah merem melek begitu' pikir tania dalam hati.
"Kalau diingkari, ya tinggal bikin janji lagi" Haekal ngomong dengan intonasi santai, Tania menghela napas, hidup dengan Haekal ternyata nggak segampang yang dia pikirin sebelumnya.
"Bersamamu aku belajar tentang mencintai dengan sabar" gumamnya pelan.
vote and coment ya
horor ga? gue kurang ahli bikin adegan horor
makin gaje (tutup keler)
Eh tutup muka*
KAMU SEDANG MEMBACA
pacar halal
RomanceHati hati selaon banyak typo, bikin leneung mual muntah, banyak juga silent reader. :) "Tan lo mau ga jadi pacar gue" "loh kita kan udah nikah Kal,masa kita harus cerai dulu" "jangan dicerai Tan,cukup lo anggap kita lagi pacaran,bedanya ini pacar hi...
