Tania menatap bosan layar handphonenya, Dilihat nya lagi Haekal sedang tiduran diranjang pasien dengan handphone miring dan tangan sibuk mengotak-atik benda itu, Tania bangkit dari duduknya "Kal kamu betah amat sih dirumah sakit " katanya pada Haekal.
Haekal seakan-akan sibuk dengan dunia nya, hanya helaan napasnya yang terdengar.
Tania geleng-geleng kepala setengah kesel setengah geli, keselnya karna Haekal pas diajak pulang banyak alesan nya, gelinya Haekal kalau udah sibuk maen game wajahnya jadi lucu.
Alis hitamnya berkedut-kedut sedang bibirnya sejak tadi meracau tanpa suara.
"Kal denger ga?" kata Tania lagi, haekal cuma ngegumam ngga jelas, lama-lama Tania kesal juga, setengak muak Tania merebut handphone dari tangan Haekal.
"Udahan maen hapenya, dokter bilang kamu udah boleh pulang." kata Tania memasukan hape haekal kedalam saku gamisnya.
"Kita tuggu bunda dulu Tan" Haekal mencoba ngeles, bagi Tania Alasannya ngga masuk akal wong "Aku udah bilang berapa kali sama kamu, bunda nggak akan datang, Bunda lagi sibuk bantuin tahlilan om rizky dibandung" jelas Tania, Ia sudah bosan mendengar alasan Haekal yang aneh-aneh.
Orang lain mungkin akan jenuh dan ingin segera merasakan kembali ranjang kamarnya, namun Haekal bukan orang lain, dia suami Tania yang ingin enak sendiri, bilang aja malas ke sekolah lagi.
"Yaudah balik sendiri sana, gue masih betah disini" Tania melongo tak percaya mendengar ucapan Haekal.
'Lemes banget itu mulut' bathin Tania menjerit kesal sekaligus sedih, Tania mengusap-usap dadanya 'Sabar sabar sabar'.
Orang sabar buah dadanya besar.
"Oke! aku balik duluan, teserah kamu mau sebulan kek setahun kek disini, suka-suka kamu." kata Tania sambil mencoba menahan emosinya yang akhir-akhir ini mudah meledak 'wong, yang bayar kan kamu' tambah Tania dalam hati, Ia membenarkan kerudungnya dan melangkahkan kakinya keluar, menutup pintu kamar rawat Haekal pelan dan tanpa sadar air matanya menetes.
****
"Kal kok kamu tega??!" Tania menggumam seorang diri, berjongkok di trotoar sejak sejam yang lalu seperti orang hilang, Ia lupa bawa uang sedangkan jarak apart ke rumah sakit lumayan jauh yang mengharuskannya menaiki angkot atau taksi.
'Tin tin tin' suara klakson motor membuyarkan lamunannya, Tania mengernyitkan dahinya menatap bingung kearah motor tersebut, pengendara motor itu turun dan melepas helmnya, Tania menghela nafas pelan, membalikan badan, seakan-akan tak melihat.
"Tan" Panggil si pengendara motor tadi, kini Tania juga bertingkah seakan-akan tak mendengar.
"Tan" panggil si pengendara sekali lagi, Tania masih tetap tak peduli, enggan pula untuk sekedar menoleh.
"Sayang.." Tania mematung ditempat, mimpi apa ia semalam hingga suami reseknya manggil sayang, Tania menoleh dan terkejut ketika melihat seorang lelaki dengan legging ketat dan juga singlet yang kini tengah berkedip-kedip genit kearah belakang tubuh tania.
Tania yang tak mengerti membalikan tubuhnya dan mendapati Haekal sedang nyengir, diatas motornya.
"Kenapa sih? kelilipan ya?" Tanya Tania kebingungan,yang ditanya cuma geleng-geleng, Tapi matanya masih kedip-kedip sambil tersenyum aneh.
"Lah terus kenapa? beli obat tetes gih, sakit mata juga aku lihatnya." kata Tania layaknya teman yang perhatian, yang dibalas gelengan kepala lelaki itu.
"Makasih yey, udah perhatian sama eike" kata Wendi, Tania menggigit bibirnya, saat menyadari lelaki itu bicara kemayu, padahal kalau dilihat dari badannya keker seperti preman.
"Tapi eike lebih gemay sama Mas mas itu, masih muda udah macho." Tambahnya cekikikan genit.
"Jangan bilang..."
"Banci!!!!!" Tania langsung kocar-kacir menghampiri Haekal yang menyeringai dimotornya.
Namun setelahnya Haekal juga ikut ngibrit
****
Tania dan Haekal sudah sampai apart sejak mereka dijalan sampai sekarang Tania jadi banyak diam setiap ditanya paling ngangguk atau gelengin kepala, Haekal yang melihatnya jadi sebal juga.
"kamu kenapa sih Tan?" Haekal menyandarkan tubuhnya disofa memejamkan matanya,kelihatan sekali kalau keadaannya masih lemah, meski menurut dokter Ia sudah boleh pulang.
Tania yang ditanya cuma diam tak menanggapi ucapan Haekal, Haekal ingin bertanya lagi tapi gengsinya tinggi, Haekal memilih masuk ke kamar mandi, membersihkan badannya yang kini terasa lengket.
Setelah Haekal masuk kamar mandi Tania langsung cemberut, srsang didalam kamar mandi Haekal memikirkan kemungkinan kenapa Tania bersikap aneh.
Jika perempuan itu ngambeuk, seharusnya setelah sampai rumah perempuan itu bersikap biasa lagi.
Apa Ia tanya ke bundanya Tania ya? semoga bunda tau, ketika sibuk melamun Haekal tiba-tiba teringat sesuatu "Sial!" katanya kesal, seingat dia hapenya diambil Tania waktu dirumah sakit.
Haekal buru-buru menyudahi mandinya dan keluar dari kamar mandi, Ketika membuka pintu kamar mandi Haekal langsung terkejut, wajahnya berpas-pasan dengan wajah Tania yang begitu dekat dengannya, masih dengan ekpresi datar seperti sebelumnya.
"Tan! ngagetin aja" ujar Haekal sembari mengusap-usap dadanya, Tania berusaha untuk tidak salah focus pada dada Haekal yang kini bertelanjang dada, hanya handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya.
"Nih" Tania menyondorkan lima kertas dan spidol kearah Haekal, Haekal menaikan satu alisnya kebingungan.
"Ambil,Tulis lima kata yang ngegambarin aku, di lima kertas." Haekal mengangguk dan menerima kertas itu sambil berpikir dan duduk diatas kasur Haekal sesekali melihat kearah Tania disofa yang sama memegang lima kertas bedanya Tania enggak pegang spidol sepertinya.
"Sudah?" tania yang pertama kali menjawab, haekal mengangguk dan menyondorkan kertas itu lagi kearah Tania, Tania juga memberikan lima kertas lain kerahnya, haekal menerimanya sambil menatapnya bingung.
"Itu ngegambarin diri kamu" kata Tania diperhatikannya kertas itu, dikertas pertama tertulis kata Rese, Haekal terlonjak ditempatnya.
Haekal langsung mencebik ingin protes tapi tania keburu memotongnya.
"Sttt baca aja jangan dulu jangan comment" tekan Tania, Haekal membaca lembaran kedua yang tertulis.
"Gak peka" di kertas ketiga tertulis "lebay"
dikertas ke empat ditemukannya kata "kopet" dikertas telakhir tertulis "nyebelin" Haekal mendengkus menatap insten pada Tania yang begitu pintar membuatnya sebal dan gemas dalam satu waktu.
"Kalau aku rese, kamu apa?"
(Ada beberapa yang gue ubah ngga seperti versi sebelumnya)
jangan lupa vote and coment
biar semangat update
makin gaje?
lanjut?
KAMU SEDANG MEMBACA
pacar halal
RomanceHati hati selaon banyak typo, bikin leneung mual muntah, banyak juga silent reader. :) "Tan lo mau ga jadi pacar gue" "loh kita kan udah nikah Kal,masa kita harus cerai dulu" "jangan dicerai Tan,cukup lo anggap kita lagi pacaran,bedanya ini pacar hi...
