Hari-hari berlalu seperti biasanya, setiap pagi Tania membangunkan Haekal lebih awal, setelah solat subuh dan mandi Haekal yang akan masak lauk nya, Tania yang memasak nasinya.
Jangan tanya uang dari mana? sebab papa nya Haekal masih sering mentransfer uang jajan Haekal, akhirnya Haekal memilih memakai uang itu untuk keperluan sehari-hari dan sisanya Ia simpan ditabungan Ayamnya dalam lemari.
Uang yang ayahnya berikan selalu besar, bayangkan ayahnya selalu mentransfer tiga ratus ribu sehari.
Ayahnya mempunyai restoran dibeberapa kota dan mempunyai beberapa konpeksi, Restoran dengan resep buatan mama nya selalu laku dan ramai yang datang.
Hari ini sepulang sekolah Mama nya menelpon menyuruhnya datang kerumah orangtuanya.
♥♥♥♥
Sesampai diapartemen Haekal langsung menemui tania yang sedang sibuk menyetrika baju
"Eh waalaikumsalam, Udah pulang?" Tanya Tania menyudahi acara nyetrikanya dan langsung bangkit untuk mencium punggung tangan Haekal.
"Beresin baju kamu" Ujar Haekal lalu Haekal mendekati lemari baju dan mengeluarkan beberapa baju.
"Koper dimana Tan?" Tanya Haekal. "Loh baju kamu mau dibawa kemana? kenapa aku juga harus beresin baju?" Tanya Tania bingung dengan keadaan.
"Kita pindah." Kata Haekal singkat, Tania yang kebingungan kembali bertanya.
"Kenapa? Terus kita pindah kemana?" Tanya Tania, Haekal menghela napas berat.
"Ketempat dimana Mama nggak bisa nemuin kita, lebih tepatnya kamu." Jawabnya,
Tania yang masih belum puas kembali ingin bertanya tapi Haekal lebih dulu berujar "Nggak usah banyak tanya deh, beresin dan kita segera pergi" Kata haekal, Tania langsung mengangguk dan langsung memberesi bajunya sedangkan Haekal sibuk menelpon seseorang.
sesampai diparkiran "Kal kita mau kemana sih?" Tania mulai ketakutan 'jangan-jangan Haekal mau membawanya dan menjualnya ihh serem' Tania langsung menepis pikiran melanturnya saat tersadar bukan hanya barangnya yang diberesi.
Tak berapa lama Rani datang, dengan si Pink kesayangannya.
Haekal mengangkut koper-koper juga barang-barang lainnya kedalam mobil pink yang dibawa Rani.
"Kal." Rani menahan langkahnya.
"Lo yakin sama keputusan Lo?" Haekal hanya menjawabnya dengan gumaman.
"Sekarang rasanya Gue ngga kenal lo Kal, Lo ninggalin Mama demi Tania yang cuma pendatang baru."
Lirihin Rani sontak berhasil membuat Haekal mematung ditempat.
"Dia emang pendatang baru di hidup Gue, tapi Gue ngga bisa kalau harus pisah sama Dia."
Haekal berharap Mamanya luluh saat nanti Haekal menjauh dari Mamanya, berharap Wanita yang membesarkannya itu mau mengalah demi kebahagiaannya.
♥♥♥♥
Mobil yanh ditumpangi mereka berhenti dirumah yang berjajar juga mempunyai tembok yang saling menyatu antar rumah, semodel pula. Tania menelitinya lalu tersadar kalau yang didepannya ini adalah kontrakan.
Mereka kini didepan pintu rumah yang katanya pemilik kontrakan.
'Tok tok tok' Haekal mengetuk pintu sebab tak ada ada bel seperti saat diapartmen.
Pintu perlahan terbuka muncul ibu-ibu dengan kerudung yang membelit rambutnya namun sayang lehernya dibiarkan kemana-mana, memperlihatkan beberapa rantai emas yang melilit.
Tania menatap ngeri saat matanya tak sengaja membandingkan leher dan muka si Ibu 'Kok warnanya beda ya?' pikir Tania.
"Ada apa?" Tanya si ibu membenarkan celana leging nya, Tania kembali bergidik takut melihat penampilan si ibu yang kini memakai kaos tipis, lemak perutnya beegerak saat si ibu jalan mendekat sebab Tania, Haekal juga Rani melangkah mundur. haekal yang lebih dulu menjawab
"Ibu, bisa dicopot dulu maskernya" Ujar Haekal hati-hati.
"Heh sempak! apa maksud kamu?!" Tanya si ibu sambil melotot, Tania langsung beringsut dibelakang punggung Haekal. "Ibu pake masker kan? maaf bu bisa copot atau cuci dulu,istri saya jadi ketakutan gini" Ujar Haekal sambil menggaruk tekuknya, takut si ibu tersinggung.
"Lancar sekali itu mulut kau, Ada apa kesini?" Akhirnya si ibu bertanya.
"Jadi gini kita mau ngontrak di kontrakan ibu" Haekal mencoba menjelaskan, si ibu langsung tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang ternyata dipager.
"Eh bentar! Untuk berapa orang."
"Kami berdua."
"Heh? Aku ngga ngijikan dua orang yang bukan suami istri mengontrak dirumahku." Si Ibu pagar, begitulah Tania menyebutnya. Langsunng protes tak suka.
"Kami mau ngontrak dikontrakan bukan dirumah mewah Ibu ini?"ralat Haekal cepat.
"Kami sudah menikah Bu." Tania memberanikan diri membuka suara.
"Mana buktinya."
Haekal mendengkus keras, tangannya mengadah pada Tania.
Tania yang mengerti langsung membuka tasnya.
Detik berlalu dengan cepat.Tania tercenung sesaat sebelum akhirnya mencicit lirih.
"Ketinggalan Kal."
KAMU SEDANG MEMBACA
pacar halal
Roman d'amourHati hati selaon banyak typo, bikin leneung mual muntah, banyak juga silent reader. :) "Tan lo mau ga jadi pacar gue" "loh kita kan udah nikah Kal,masa kita harus cerai dulu" "jangan dicerai Tan,cukup lo anggap kita lagi pacaran,bedanya ini pacar hi...
