Hari ini hari minggu, Tania terus merengek minta diantarkan ke rumah bunda, alasannya Ia begitu rindu sang Bunda, Tania merasa terlalu asing dengan kehidupannya sekarang.
Ia seakan hidup untuk orang asing sekalipun itu kini suaminya sendiri.
Jujur Ia belum siap akan kehidupan baru ini.
"Kal, please.. yah? yah?" Rengek Tania sambil bergelanjut manja di lengan Haekal, memasang mode 'sedang ada maunya'.
Setelah menimbang-nimbang lama Haekal mengusap wajahnya frustasi lalu mengangguk mengiyakan, Tania bersorak jingkrak-jingkrak, langsung bersiap-siap.
Haekal mendengus geli dengan tingkah Tania, bukannya Ia tak mau mengantar Tania, hanya saja Ia belum siap bertemu
Ayah Tania yang kebilang galak.
"Kal ayo buru" Tania menarik-narik tangan Haekal,melangkah keluar, mengunci pintu, Haekal mengusap kepala Tania dengan geli, cepet bener moodnya membaik.
"Bawain yah" Tania memberikan plastik besar yang nauzdubillah berat yang Haekal prediksi bisa membikin encok.
"Ini apaan? berat amat." Tanya Haekal dengan wajah kesusahan.
" ini oleh2,buat Bunda, Bunda pengen banget ubi cilembu, kebetulan kemarin aku ngeliat dijalan yaudah beli 4 kilo." Jelas Tania, sambil memperlihatkan gigi kelincinya, Haekal manyun sebentar tapi ikut tersenyum geli dengan tingkah Tania.
ketika sedang di perjalanan tiba-tiba tania minta berhenti, Mereka akhirnya berhenti.
"Kal bentar" Tania loncat dari motor, Haekal geleng-geleng kepala melihatnya.
"Mau kemana?" Tanya Haekal, Dari kejauhan terlihat Tania masuk ke sebuah toko kue, Haekal mencabut kunci motor, lalu ikut masuk ke toko kue.
Didalam terlihat Tania yang sedang kebingungan, Haekal buru-buru mendekat.
"Beli apa sih?" Tanya Haekal menepuk bahu Tania, Tania menengok lalu menunjuk Ke arah intelase, disana terlihat bermacam-macam Kue dengan hiasan rupa-rupa.
"Aku bingung mau pilih yang mana" Keluhan Tania dibalas tak acuh oleh Haekal.
"Yah kamu tinggal pilih suka yang mana" balas Haekal santai.
Tania menggigit bibirnya, lalu menunjuk salah satu kue blackforest berbentuk lingkaran dengan hiasan cream berbentuk bunga besar diatasnya, lalu Tania menghela nafas.
"Maunya yang itu, tapi Uang aku cuma segini Kal" Tania menunjukan uangnya.
Haekal menghembuskan nafasnya
"Simpen aja uang kamu, Biar aku yang bayar" Haekal mengeluarkan uang seratusan dan menyerahkanya kearah Tania.
Tania menolak "Gausah repot-repot deh Kal" tapi tangannya tidak sejalan dengan mulut, Tangannya malah mengambil uang tersebut dan membayarkanya,tania tersenyum puas.
Mereka berjalan keluar toko menuju parkiran, Haekal menaiki motor duluan, dan memasang helm, Haekal memberikan helm satu lagi pada Tania, Tania menerimanya dan langsung memakainya, Tania kesulitan ketika memakai helmnya, Haekal menoleh kebelakang dan mengulurkan tangannya membantu Tania.
"Nah gini baru cantik" kata Haekal tersenyum sangat manis
Tania mendelik mencoba menyembunyikan rasa berbunga-bunganya.
Ketika diperjalanan Tania bepegangan dipundak Haekal, Haekal risih, Dia jadi sulit untuk membelokan stir motornya.
"Tan?" panggil haekal cukup keras, keadaan dijalan cukup bising, Bogor kini sedang macet-macetnya.
" Hemm?" sahut Tania tak kalah keras.
" pegangnya jangan di pundak dong, susah ini belokinnya." Protes haekal, tania mengangguk buru-buru melepas pegangan-nya, Haekal menggelengkan kepalanya.
" Pegangan atuh" titah Haekal kesal dengan tingkah Tania, Tania jadi kesal, ia ikut protes.
"Tadi katanya jangan pegangin pundak kamu, giliran nggak dipegangin malah suruh pegangan"protesan Tania dibalas dengusan oleh Haekal, Haekal jadi sebal.
"Nanti jatuh atuh, peluk perut gue aja kenapa sih, susah banget dibilangin." kata Haekal sambil menatap Tania lewat kaca spion.
Tania menggangguk buru-buru ia melingkarkan tangannya di perut Haekal dengan kesal Tania gigit pundak Haekal, Haekal meringis lalu tersenyum geli.
"lo jadi kaya Zombie" Goda Haekal. Tania hanya mencebik.
Mereka telah sampai dirumah Bunda, Tania buru-buru turun melepas helmnya, Haekal ikut turun, Tania membuka kardus kuenya dan menyuruh haekal memegangnya, Tania memasangkan lilin lalu menyalakan lilin itu.
"siniin, Hayo kal!" Haekal menyerahkan kue itu pada Tania lalu ikut mengendap-ngendap, Ia serasa maling, meskipun ya pernah sih maling, maling kolor rifai buat dikasih ke Rani.
tujuannya apa? katanya mau dipelet, ihh haekal jadi merinding deh.
Jangan lupa vote coment❤
Lanjut publish jangan nih?
Sorry kalau pendek, soalnya takut malah bikin bosen
vote ya! buat penyemangat
insyaAllah update tiap hari
Maaf ye kalau ceritanya malah gaje
Saya menulis apa yang terpikirkan oleh saya jadi jangan dibuli ya
kalau udah ngetik jalan ceritanya ngalir sendiri tanpa berpikir dulu
#eh malah curcol
((👆👆 note Sengaja ngga direvisi biar inget perjuangan nulis dulu😅)
KAMU SEDANG MEMBACA
pacar halal
Любовные романыHati hati selaon banyak typo, bikin leneung mual muntah, banyak juga silent reader. :) "Tan lo mau ga jadi pacar gue" "loh kita kan udah nikah Kal,masa kita harus cerai dulu" "jangan dicerai Tan,cukup lo anggap kita lagi pacaran,bedanya ini pacar hi...
