[20] Raya buat ulah?

2.5K 145 1
                                        

Franda memarkirkan mobilnya di garasi lalu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.

Ia berhenti di depan pintu dan menatap Fernando, Rasya, Dika, dan Kevin yang sedang main ps sambil nyemil keripik singkong balado yang ada di kantong plastik.

"Subhanallah, INI RUMAH KENAPA KAYAK KAPAL PECAH SIH!!" Franda mengacak rambutnya kasar lalu berlari naik ke kamarnya yang berada di lantai atas.

"Franda ngapain naik ke atas? Ngapain dia disini? Jangan jangan" Dika melebarkan matanya sambil menatap Fernando tajam.

"Jangan jangan apa. Jangan sembarangan! Dia hari ini nginep disini, dia tidurnya juga beda kamar sama gue. Jangan Negatif thinking!" Balas Fernando dengan mata yang tetap terfokus ke layar televisi berisikan game PS.

"Gunanya dia tidur disini apa coba?"

"TERSERAH GUE LAH EMANG GAK BOLEH?!" Dika langsung mengalihkan pandangannya ke arah tangga dan melihat Franda yang berjalan dari lantai atas menuju lantai bawah.

"Ihh galak bener. Gak cowoknya, gak ceweknya, sama semua. Galak!" Dika langsung memutar bola matanya ke layar ponselnya lalu mengetik ngetikkan sesuatu.

"Eh Btw, lo darimana deh Nda, tengah malam gini baru pulang. Cewek macam apa lo"

Plakkk.
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Rasya.

"Lo kira gue apaan? Lo kira gue cabe cabean alay yang tengah malam luntang luntung dijalanan kayak orang gila gitu?! Gue keluar juga karna ada urusan kali" Franda menarik kantong plastik berisi keripik singkong balado dari tangan Fernando lalu duduk di sofa dan memakannya.

"Trus lo dari mana coba?"

"Dari Rumah Sakit. Jenguk Rian"

Kresss
Franda mengunyah keripik singkong nya sambil menonton permainan antara Fernando dan Rasya.

"Rian? Oh iya ya, gue jarang banget liat dia. Kenapa dia? Dia dirawat?" Tanya Rasya tanpa melirik ke arah Franda sedikitpun, karena ia sibuk dengan permainannya.

"Dia mati"

"HAH???"
"HAH???"
"HAH???"
"HAH???"

Keempat laki laki itu langsung menatap Franda tak percaya.

"Inalillahi wainailaihi rajiun" Kevin mengelus dadanya lalu kembali sibuk dengan ponselnya.

"Dia meninggal kenapa Nda? Gue belum minta maaf ke dia nih. Gue ada 0.1 dosa ke dia" Rasya menunjukkan wajah sedihnya sambil tetap fokus ke permainannya.

Franda tertawa lepas melihat ekspresi keempat laki laki di depannya yang terlihat sangat sangat serius.
Mereka tidak pernah terlihat seserius ini sebelumnya.

"Kok malah ketawa sih,, sarap" Kevin memiringkan jari telunjuknya di dahi.

"Iya Rian mati, tapi hidup lagi" Franda menatap keempat temannya sambil menahan tawa.

"Nda, lo waras kan?" Fernando menatap kakaknya bingung.

"Iya beneran"

"Maksud lo mati suri Nda?"

Franda menggeleng lalu memasukkan keripik singkong ke mulutnya.
"Kata Agnes sih dia sempet ga nafas gitu. Baru dibawa ke ICU, baru idup lagi"

Mereka berempat mengangguk lalu kembali sibuk dengan urusan masing masing.

"Raya mana?"

"Ya pulang lah. Ngapain juga dia dirumah gue"

Franda menaruh keripik di sofa lalu beranjak dari tempat duduknya.

My Bad Brother [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang