[37] Fucking Brother!!

2.2K 128 2
                                        

Franda berlari sambil mengusap air matanya, menuju kamar UGD untuk menemui Fernando.

Ia berdiri tepat di depan ruang UGD. Disana sudah ada Seera, Rasya, Dika dan Kevin yang tertunduk menunggu dokter keluar untuk memberi kabar bagaimana kondisi Fernando sekarang.

"Mama"

Seera yang mendengar lirihan Franda, langsung mengangkat kepalanya kemudian menatap anak perempuannya itu.

Franda langsung duduk di samping Seera lalu memeluk erat ibunya sambil menangis.

"Nando kenapa ma. Ade Nando kenapa ma. Mama. Kecelakaan dia gak parah kan ma, mama" Franda mengguncang tubuh Seera sambil terus menangis.

"Ehh. Kenapa kamu"

"Franda masih sayang kok ma sama Nando. Franda masih pengen jagain Nando. Franda belum siap kehilangan Nando ma"

Seera mengangguk lalu mengecup pucuk kepala Franda singkat.
"Kalo mau jenguk Nando, masuk aja"

Franda mengusap air matanya lalu bergegas masuk ke dalam ruang UGD.

"Nando..."

Franda berjalan masuk ke UGD, lalu duduk di kursi lipat dekat Fernando.

"Nando, sadar Nando. Kakak sayang sama Nando. Kakak gak mau kehilangan Nando"

"Papa udah ninggalin kakak, masa Nando juga tega pergi ninggalin kakak?"

Franda mengusap air mata yang jatuh di pipinya lalu menggenggam erat tangan Fernando.
"Walaupun Nando suka jailin kakak, Nakalin kakak, tapi Nando tetep adek kakak yang kakak sayang lebih dari apapun. Franda sayang sama Nando" Franda mempererat genggamannya lalu mencium tangan Fernando yang ia genggam.

"YAAA!! KENA LO!"

Franda langsung melepaskan tangan Fernando dari genggamannya, lalu beranjak menjauh dari posisi Fernando.

"Ciee yang sayang gue cie. Rian ga sayang? YAN!! RIAN!! FRANDA GA SAYANG SAMA LO--"

Plakk.

"Anak kurang ajar! Lo kira becandaan lo lucu? Gak!"

Plakk.

"Ahh Franda, sakit tau. Gue nih emang kecelakaan. Tadi gue pingsan gitu. Cuma kan gue strong, jadi gue udah sadar" Fernando mengelus pipinya yang memerah.

"Anjrit gue kira lo bakal mati! Kenapa ga mati aja sih lo! Manusia GA GUNA!"

Fernando terkekeh pelan lalu memperbaiki posisinya menjadi duduk.
"Otak lu gesrek mikir gue mati. Sodara se-ibu se-ayah lu nih. Mikir yang baik baik napa"

"Otak gue? otak lu kali yang gesrek! Mati aja lah lo, mati. Males banget gue buang buang air mata buat lo gini" Franda berjalan keluar UGD sambil mengusap pipi basah akibat tangisan tadi.

"Eh tunggu. Tungg-- aw"

Franda yang hampir melangkah keluar dari pintu UGD, spontan menoleh ke arah Fernando dan berlari ke arahnya.

"Banyak gaya! Banyak tingkah! Banyak gerak! Gabisa diem banget sih jadi orang!" Franda langsung membantu mengangkat kaki Fernando yang dibalut bersama papan kayu kembali ke atas kasur.

"Kenapa nolongin gue? Kenapa ga biarin gue mati?" Fernando menyelipkan rambut panjang Franda ke belakang telinganya.

"Karna gue sayang lo bego" Franda duduk di kursi lipat lalu bersender sambil melipat kedua tangannya.

"Cie"

"Apaan cie cie!"

"Idih, ketus banget mbak"

My Bad Brother [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang