Tik.. tik.. tik..
KRIIINGGGGGGGG!!
Bruk.
Franda terbangun dari tidurnya lalu menundukkan kepalanya ke arah bagian bawah kasur.
"Anjir,,, pasti tu jam bakal rusak lagi. Terpaksa dah gue beli yang baru. Lagi" Franda kembali menarik selimutnya lalu memeluk guling bersarung putih yang ada di sampingnya.
Ia berusaha untuk kembali terlelap dalam tidur dan kembali ke mimpi indahnya.
Rintikan hujan yang jatuh ke atap sisa hujan semalam menjadi alunan lagu nina bobo yang membuatnya kembali tertidur pulas. Ditambah lagi dengan hawa dingin yang menembus jendela kamar yang tak ditutup, serta suhu AC yang menunjukkan angka 26° Celcius makin membuatnya merasa terdukung untuk kembali ke dalam alam bawah sadarnya.
Drttt... Drrttt...
Ponsel yang berjarak 10 centimeter darinya bergetar sehingga membuat getaran kecil di kasur yang ia tiduri saat ini.
Ia sudah berusaha tenang, dan mengabaikan panggilan dari ponsel itu. Tapi semakin lama, ponsel itu semakin bergetar dan tak pernah berhenti bergetar.
Franda membuka selimut putihnya lalu melotot kesal kearah langit langit kamarnya.
Drttt... drttt...
Ponsel itu bergetar lagi.
"Sial! Siapa sih yang nelpon pagi pagi buta kayak gini. Kurang kerjaan banget sampe sampe ganggu tidur gue"
Franda menggeser tombol hijau di ponselnya tanpa melihat siapa nama pemanggil itu.
"Hallo, siapa nih?! Pagi pagi nelponin orang kayak gaada kerjaan lain aja. Tau gak sih kalo lo itu nganggu!"
Terdengar kekehan pelan dari suara penelpon di seberang.
"Pagi pacar"
"Hah siapa nih?" Franda langsung menatap layar ponselnya. Disitu tertulis nama "RIAN".
"Jijik banget Yan pake ngaku ngaku pacar gue" Franda memiringkan kepalanya, memeluk erat guling lalu menempelkan ponselnya di telinga.
"Lo lupa kalo lo udah jadi pacar gue?"
"Oh iya. Lupa gue"
"Gimana, lo marahan sama Arya Raya?"
Franda menggelengkan kepalanya walaupun ia tau Rian gak akan bisa ngeliat itu.
"Raya gak marah sama gue sih, tapi gak tau sama Arya"
"Yaudah minta maaf san--"
Cklek.
"Kak"
Franda langsung mematikan teleponnya dan memperbaiki posisi menjadi duduk, lalu menatap Fernando yang sudah berada di hadapannya.
"Masuk tuh ngomong dulu. Manatau gue lagi ganti baju"
"Yaelah kalo lo ganti baju emang kenapa sih? Dulu juga kita sering mandi bareng. Waktu kecil"
"YA ITU KAN DULU!" Ucap Franda kesal.
"Emang itu dulu. Kenapa, sekarang lo mau mandi bareng gue lagi?"
Franda menggedekkan bahunya geli.
"Jijik. Mending mandi bareng sapi gue daripada mandi bareng buaya"
"Siapa yang nyuruh lo mandi sama buaya? Gue nanya nya, lo mau mandi bareng gue, bukan bareng buaya"
"Iya. Lo kan buaya. Buaya darat" Franda menjulurkan lidahnya.
"Gapapa jadi buaya. Buaya itu tetap makhluk hidup yang diciptain tuhan. Buaya itu kuat, buaya itu tangguh, tapi sayangnya, kehidupan buaya itu selalu dicampakkan dan dianggap buruk oleh semua manusia"
"Idih curhat"
"Lama banget kayanya gue gak curhat ke lo ya. Habisnya kehidupan gue udah membaik gitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bad Brother [COMPLETED]
Fiksi RemajaFranda. Gadis cantik yang menjadi kakak sekaligus pacar pura pura dari adiknya, Fernando. Franda dan Fernando adalah saudara yang berbeda 1 tahun. Mereka sempat bahagia, juga sempat sedih di waktu yang berbeda. Tetapi kini, perjalanan hidup mereka b...
![My Bad Brother [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/109240736-64-k101349.jpg)