[44] Rian Beda

1.8K 117 3
                                        

Drttt... Drttt...

Panggilan suara dari Vincha.
"Halo Vincha. Kenapa?" Franda mengusap wajahnya.

"Baru bangun ya lo?"

"Iye. Napa?"

"Mau ngajak lo ngopi. Gue pengen curhat. Pacar gue nih, rada beda dia sekarang"

Franda membuka matanya "pacar lo tu, cowok yang kemarin? Yang jemput lo di bandara?"

"Iya. Kenapa?"

"Gak papa. Kapan mau nongkrong? Gue mau nyusul pacar gue ni"

"Oh, lo sibuk? Yaudah next time aja"

"Enggak kok enggak. Buruan jemput gue. Ntar gue kirim alamatnya"

"Sip sip okay. Siap siap. Gue bentar lagi otw"

Tut.

Franda membuka aplikasi Line nya, lalu mengetuk chat room nya dengan Rian.
Pesan pesan yang ia kirim belum juga di baca hingga sekarang.
Sama seperti chat nya di WhatsApp dan SMS. Sama sama tidak ada balasan dari Rian.

Laki laki itu seakan hilang. Hilang tanpa jejak, Tanpa izin, juga tanpa kepastian.

Ia beranjak dari kasurnya, lalu mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.

#####

"Lo gak susah nyari rumah gue?" Franda menarik safety belt yang ada di sampingnya.

"Susah? Mana ada kata susah di kehidupan gue HAHA. Gue tuh, udah lama di Singapore. Jadi hapal lah jalanannya" jawab Vincha sambil menjalankan mobilnya.

"Terus kenapa lo ada di Balikpapan?"

"Gue tuh aslinya orang Balikpapan. Cuma, gue pindah ke Singapore waktu itu. Gue nemenin nyokap gue. Dia kerja disini"

Franda mengangguk "bokap lo?"

"Ada. Di Balikpapan. Dia kerja disana"

"Oh"

"Pacar lo gak ikut?" Tanya Franda sambil menoleh ke Vincha.

"Lo ngebet banget mau ketemu pacar gue" Vincha terkekeh.

"Engga. Kepo aja gue"

"Kepo kenapa?"

"Gapapa"

Vincha menatap Franda bingung, lalu mendatarkan ekspresinya "ntar gue ajak dia join deh ya. Tapi habis gue curhat. Yakali gue curhat tentang dia di depan dia"

Franda mengangguk.

#####

"Lo pesen apa?"

Franda mendongakkan kepalanya, melihat satu per satu menu yang tertera.

"White coffee aja gue"

"Itu aja?"

Franda mengangguk.

"Yaudah lo duduk aja. Bentar gue yang pesenin"

Franda berjalan melewati satu per satu bangku, lalu duduk di bangku yang posisinya berada di barisan ter belakang dari bangku lainnya.

Ia menggeser layar ponselnya lalu menekan kontak Seera.

Franda : "Ma, Franda minta alamat rumah nya Rian. Orang tua nya Rian temen mama kan? Jadi pasti mama tau"
Franda : "Franda sudah di Singapore. Tapi Rian gak bisa Franda hubungin"
Franda : "P"
Franda : "P"
Franda : "P"
Franda : "P"
Seera : "Sabar, mama lagi ngerjain kerjaan mama. Bentar mama kirimin"

My Bad Brother [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang