[25] Nando Pergi

2.5K 133 0
                                        

Rian memarkirkan mobil di garasi rumah Franda, lalu turun dari mobil dan membukan pintu untuk Franda.

"Masih sakit?"

Franda menggeleng.
"Gak kok, udah mendingan"

Rian menuntun Franda berjalan masuk ke dalam rumahnya.

"Lo mau minum apa Yan?"

Rian menggeleng.
"Gak mau minum. Lo duduk aja"

"Serius?"

Rian tersenyum lalu mengangguk.
"By the way, Nando mana?"

Franda yang baru sadar kalau Fernando tidak ada langsung memutar tubuh dan bola matanya ke kanan kiri mencari keberadaan adik laki lakinya itu.

"Mana ya. Masa dia belum sampe? Eh tadi pintu gak tekunci kan, berarti dia udah pulang. Mungkin di kamar. Biarin lah. Dia emang kayak cewek, suka galau gitu" Franda tersenyum manis lalu mengambil remote tv yang ada di meja.

"Arya sama Raya mana? Katanya mereka mau kesini"

Franda mengangkat bahunya.
"Gatau. Gajadi kali. Kalo lo kangen sama Raya, sono ke rumah sebelah. Itu rumahnya Raya"

Rian mengerutkan keningnya bingung.
"Pas disebelah? Yang rumahnya kembar kaya rumah lo gini?"

Franda terkekeh pelan.
"Semua rumah di cluster cendana ini sama semua kali. Termasuk rumah Arya yang ada di blok sebelah, sama juga bentuknya kayak rumah gue"

Rian mengangguk mengerti.
"Rumah lo sama Raya kan sebelahan. Masa waktu dia pindah lo gak tau? Kan aneh"

"Dia gak ada bawa barangnya pergi. Semua lemari, kursi, dan perabotan lain lain masih disini. Jadi gue, Nando, sama Arya yakin kalo dia gak pindah"

Rian mengangguk mengerti lalu melihat keseluruhan rumah besar Franda.
"Lo sama Nando cuma tinggal bedua di rumah besar kaya gini?"

"Dulu sih enggak, kan dulu ada nyokap sama bokap gue. Tapi waktu mereka pindah, rumah ini gak dijual. Jadinya Nando deh yang nempatin. Kebayang gak, cowok pemalas kayak dia tinggal sendirian di rumah besar gini? Gue aja suka ketawa sendiri kalo ngehayalin itu" ucap Franda disertai kekehan pelan.

"Hebat juga ya dia, kuat banget tinggal sendirian dirumah gede gini. Faktor apa coba yang buat dia masih mau tinggal disini"

"Raya"

Rian menatap Franda.
"Maksud lo?"

"Dia yakin banget kalo Raya bakal kembali. Dan dia pengen jadi orang pertama yang bisa nyambut kedatangan Raya. Jadi,,,"

"Dia cinta banget kayanya sama Raya"

Franda mengangguk.
"Gue aja sampe heran, gue kira cowok nakal kayak dia bakal jadi playboy di sekolahan. Gue kira dia suka mainin hati cewek. Taunya, hatinya udah ketutup buat cewek lain"

Tokk... tokk...

Franda dan Rian langsung memutar bola matanya ke arah pintu.

"Raya, Arya, sini masuk" senyum di bibir Franda mengembang lebar.

"Maaf ya lama"

Franda menggeleng sambil tersenyum.
"Mau kapanpun lo datang kesini, gue ga masalah. gue bakal buka pintu 24 jam buat kalian"

"Nda,,," Franda membalikkan badannya lalu melihat tubuh Fernando berdiri di tengah tengah tangga sambil memegang erat ponselnya.

"Kenapa?"

"Besok gue bakal ke Malay. Gue mau nengokin papa. Besok papa bakal operasi. Dia udah dapat donor ginjal yang pas Nda"

Franda melebarkan matanya menatap Fernando.
"Gue ikut ya"

My Bad Brother [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang