Malam minggu tiba.Aku dan Jessy pergi ke pasar malam.Cukup dekat dengan rumah.Yah,Jessy memang teman yang baik.Dia tidak benar-benar membantuku untuk move on.
Kami membeli berbagai makanan disana.Mencoba berbagai permainan.Pokoknya seru-seruan.Itu membuatku melupakan kenangan akan Fajar sejenak.
Namun,ketika kami berjalan-jalan untuk menyusuri lebih dalam pasar malam ini,aku melihat Andrew.
"Jessy!" Andrew menghampiri Jessy.
Aku mulai salting.
"Hai Andrew.Apa kabar lo?" Jessy menepuk pundak Andrew.
"Baik." Andrew melirik ke arahku seakan memberi isyarat pada Jessy.
"Hmm,gue mau kesana bentar ya.Tata lo sama Andrew dulu ya." Jessy pergi,nyebelin banget.
"Jessy!ih lo mah!" Aku ingin mengejar Jessy,tapi Andrew menahan tanganku.
"Aku mau ngomong Ta." Dia menatapku serius
"Lepasin tangann gue." Aku menatapnya tajam.
Andrew melepaskan tanganku meskipun sedikit tidak rela.
"Gue denger lo putus sama pacar lo." Andrew sedikit menyindir.
"Terus?" Aku menyahutnya dengan acuh.
"Payah pacar lo.Bilangnya mau jagain lo,eh putus juga akhirnya hahahaha." Dia mulai tertawa,terdengar jahat.
"Diem lo.Lo gak tau gimana Fajar!" Aku menatapnya penuh amarah.
Gak boleh ada seorang pun menjelek-jelekkan Fajar!Aku tidak terima!
"Wess dibelain nih hahahaha." Dia menyindirku lagi.
"Kalau ngomongin kayak gini,mending gue pergi aja." Aku mulai melangkah pergi.
Tapi Andrew menahan tanganku lagi.Aku melepaskannya dengan kasar.
"Balikan sama gue." Dia menatapku tajam.
"Gak akan!" Aku balas menatapnya benci.
"Gue gak bisa lupain lo Tata." Dia mulai terdengar memohon.
"Lo harus bisa.Gue bukan cewek yang baik.Gue gak cinta sama lo." Aku semakin menatapnya penuh benci.
"Lo sama sekali gak pernah ngehargain perjuangin gue ya." Dia mulai terlihat frustasi.
Aku sedikit jleb mendengar perkataan Andrew.
"An,maaf gue gak bisa lagi.Gue bener-bener gak bisa.Dan biarlah gue nanggung karma gue sendiri sekarang karena udah pernah nyakitin lo." Aku sedikit menunduk.
"Kita masih bisa perbaikin hubungan kita Ta.Ayolah Ta." Dia memohon lagi.
"Nggak,gue gak bisa,jangan paksa gue lagi." Aku menjauh dari Andrew,menjauh darinya dan berlari pulang sendirian.
Di sepanjang jalan aku berpikir.
Apakah ini benar karma ku? Karma ku yang udah nyakitin Andrew.Baiklah,aku menerima semua sakitku sekarang.Aku pantas untuk ditinggalin oleh Fajar.Aku gak bisa minta bahagia terus sementara aku pernah nyakitin satu hati.Aku mengerti sekarang.Inilah siklus sebuah karma.
Jessy menyusulku dari belakang.
"Tata!" Dia menarik tanganku,menghentikanku.
Aku menangis.
"Tolong bilang maaf dari gue untuk Andrew.Ini karma gue Jes.Gue baru sadar.Plis tolong bilang permintaan maaf gue sama dia." Aku memohon.
"Okeoke.Nanti gue bilang.Gue anter lo pulang dulu." Jessy mengantarku pulang.
Semalaman,aku tak berhenti memikirkan itu.Aku telah mendapatkan karmaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Matahari Belum Menyerah
Teen Fictionsepuluh tahun berlalu.Semuanya terasa sangat berbeda.Kalung itu kini berada di leher wanita itu.Dia menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun.Anak perempuan yang sangat cantik.Dan suaminya sedang memperhatikan mereka dari lantai atas kamarnya.K...
