Misteri David

83 5 0
                                        

"Hai Tata." Ternyata Fajar tidak sendiri,ia bersama Angela.

Jelas,ini sama sekali tidak seperti harapanku.Kenapa sih cewek sok cantik ini malah ngikutin Fajar?! Apa bener mereka lagi deket?! Katanya Fajar takut pacaran,kenapa malah sama cewek lain sekarang?!

"Hei,kamu kenapa?" Fajar menepuk halus pundakku yang sedang melamun.

"Oh,eh gak kenapa." Aku menyahut dengan sedikit dingin.

"Gimana Ta?udah baikan?" Angela tersenyum ramah padaku. (eleh cantikan juga gue cyin)

Aku hanya mengangguk.

"Nih,aku bawain buah-buahan." Fajar memberiku buah-buahan.

"Thanks." Entah kenapa,aku sangat kesal melihat mereka berdua dan kata-kata yang keluar dari mulutku sangat sedikit.

"Temen-temen kamu gak kesini?" Tanya Fajar.

"Udah.Tadi." Aku masih sangat kesal dengan dua orang ini.

"Eh,tunggu bentar,aku mau ke toilet dulu ya." Fajar berjalan ke luar ruangan,meninggalkanku berdua dengan Angela.

"Eh,lo masih suka sama Fajar kan?" Angela berkata sinis,sangat berbeda ketika sedang bersama Fajar.Dasar gadis bermuka dua!

"Kalo iya kenapa?Masalah?" Aku tak kalah sinis.

"Jadi mantan itu tau diri dikit dong! Harusnya lo itu jauh-jauh dari hidupnya Fajar.Biarin Fajar nyari cewek lain yang pastinya lebih dari lo!" Entah kenapa nada bicara gadis ini sangat merendahkanku.Aku sangat tersinggung dibuatnya.

Plakkk!!!!

Emosiku pecah.Aku menamparnya sangat keras.Semua tenaga yang ada di tubuhku aku kerahkan untuk memberi gadis sialan ini pelajaran.

"Tata!!" Suara Fajar muncul bersamaan dengan orangnya dari balik pintu.

And,Angela berlagak sok baik.Dia benar-benar menjijikkan.

"Fajar..." Ia menggelayut di pundak Fajar.Dasar gadis hina!

"Tata,kok kamu jahat banget sih sama Angela?! Dia salah apa?" Nada bicara Fajar sedikit meninggi.

"Fajar,kalo kamu mau nyari pengganti aku,please pinterin dikit milihnya." Aku berkata sangat sinis.

"Kamu bener-bener udah berubah ya Ta." Fajar menatapku penuh kekecewaan.

"Kamu yang berubah Jar!" Aku menatap mereka berdua sinis.Sekilas,aku melihat raut wajah kemenangan dari Angela.Licik!!!

"Aku pulang Ta,kecewa banget sama kamu." Fajar pergi bersama pilihannya yang salah.Kasian banget kamu Jar.

Aku?ya seperti biasa,aku hanya diam kemudian dadaku terasa sangat sesak,tenggorokanku mulai panas dan akhirnya menghasilkan air mata yang sangat deras.

"David?!" Tiba-tiba aku teringat padanya.Dimana dia?Bukannya dia sudah berjanji padaku untuk kembali lagi kesini?Tapi mana dia?Ah,semua cowok sama aja!

"David kemana?gue bener-bener butuh temen curhat." Aku terisak di balik selimutku.Sakit kepalaku membuat air mataku semakin deras dan darah itu keluar lagi dari hidungku.

"Yaampun Tata! Kamu gapapa sayang?" Mama berlari ke arahku,ia terlihat sangat khawatir dengan keadaanku.

"Mama.." Aku semakin terisak dipelukannya.Mengapa nasibku seburuk ini Tuhan?

Kemudian dokter datang dan membersihkan darahku.

"Tata harus segera di kemoterapi." Perkataan dokter semakin membuatku bersedih dan terpukul.

■■■

"Vid! Bangun Vid!!" Suara Rio tidak dapat membuat David tersadar lagi.

Para suster semakin cepat membawa David yang sedang terluka parah.

"Maaf,anda tunggu disini." Suster itu kemudian menutup pintu ruangan dimana David ditangani.

"Oke.Malem ini jadi balapan terakhir gue."

Kata-kata itu terus terngiang di kepala Rio.Ia merasa sangat bersalah jika sampai terjadi apa-apa dengan David.Masalah di hidup David sudah sangat banyak,dan kini ia menambah satu masalah lagi untuk sahabatnya ini.

Setelah beberapa lama,dokter keluar dari ruangan.

"Dok,gimana keadaan temen saya dok?!" Rio menarik-narik jas putih dokter itu.

"Sabar ya dik,temen kamu sedang kritis.Saya permisi dulu." Dokter tersebut melihat raut wajah shock pemuda di depannya ini.

Lama Rio terdiam.Ia sangat takut sekarang.

"Vid,please maafin gue.Lo harus kuat Vid." Rio mulai menangis di depan pintu ruangan David.Tak tega rasanya melihat sahabatnya seperti ini.

■■■

Prangg!!!

"Tata,hati-hati dong sayang." Mama kaget melihat gelas yang aku pecahkan tak sengaja ketika aku berniat mengambil air minum di atas nakas.

"Maaf ma." Seketika perasaanku jadi tidak enak.

"Iyaiya,kamu gapapa kan sayang?" Mama terlihat cemas.

"I'm fine Ma." Aku tersenyum manis kepada Mama.

"David.." Entah kenapa aku malah menggumamkan namanya.

"Kenapa David Ta?" Mama jadi penasaran.

"Nggak Ma,gak enak aja perasaan." Aku memegang dadaku yang terasa bergetar.

"Sudah,kamu tidur aja sekarang ya.Semuanya baik-baik aja kok." Mama menenangkanku.Tapi tetap saja,perasaan ini terus hinggap.

Apa yang terjadi dengan David?


Matahari Belum MenyerahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang