Sembilan

7.1K 179 1
                                    

Semua bahan udah ada tinggal gue campurkan menjadi adonan kue coklat ,kenapa gue buat coklat karna itu kesukaan gue sama Mila. Gue sering berhayal punya toko kue sendiri disana gue bakalan buat resep aneka kue dan bentuk yang lucu lucu.

" Non biar bibi bantu? " Tawar bi yanti.

" Ngga usah bibi duduk saja Sasa yang buat okey." Kata gue.

Ting nong ting nong....

Sepertinya ada tamu,batin gue.

" biar bibi yang buka pintunya non." Kata Bi yanti.

" Hai lagi buat apa?" 

Suaranya bikin merinding disko, seketika gue berpaling dari adinanan kue untuk melihat pemilik suara tersebut.

" Ah Hai Al."

Ternyata dia Alven sedang tersenyum duduk di kursi bar yang ada di dapur Mila.

" Lagi buat apa Sa?" Tanyanya lagi.

" Ini buat kue coklat,  dari pada diem  di rumah. Mau ketemu Mila ya?"

" Ohh, Mau ketemu Lo." Ujar Alven.

Kuping gue masih berfungsi dengan baikkan? gue gak salah dengarkan?, Tanya gue dalam hati.

" Sa gue bantu yah."

Alven mendekat ke arah gue, duh kok deg degan yah. Al wangi banget rasanya pengen nempel deh.

" Sa gue mau nyoba ngaduk dong." Kata Al

" Nih, yakin bisa?" Tanya gue.

" Bisa dong." Ujarnya PD.

" Ni masukin ke tempat kuenya, kalau tinggal di oven." Gue memberi arahan kepada Al.

" Siap Chef." Katanya.

Seketika pipi gue jadi panas , Al begitu hati hati memasukan kue kedalam Oven wajahnya lucu.

Line

SyahrulAji
Sa aku jemput kamu jam 5 

Marisa
Iya, jemput di Friz Cafe dekat hotel kemarin. Mila ngajak kita makan dulu

SyahrulAji
Okey sip sugar

Marisa
Sugar?aku bukan gula 

SyahrulAji
Tapi kamu Manis 

Aji selalu deh bikin gue senyum senyum sendiri tiap kita Chat.

" hayoo asik chat sama pacar yah." Al menggoda gue.

" Gue kaga punya pacar. " kata gue.

" Bohong cewek secantik lo gak punya pacar." Katanya.

" serius duarius malahan."

" Jadi pacar gue mau?" Kata Al tiba tiba.

" Hah?" Gue mendadak bego.

" Heheh bercanda Sa." Dia ketawa.

Gue kira serius Al,batin gue

*-*

" Hellow eprybadehhh." Suara Mila membat gue kaget pasalnya gue lagi potong kue gimana kalau jadi potong tangan.

" Dari mana Lo?" Tanya Al ke Mila.

" Lo kok ada di sini." Kata Mila heran.

" Kenapa masalah buat lo?" Ujar Al sewot.

" Masalah lah ini rumah gue yang suci dan sekarang jadi kotor gara gara lo."

" Kalian semuah sucih akuh penuh dosah dosah dosah." Al malah nyanyi.
" Alay vangke,balik sono."

" Gak, gue belum makan kuenya."

Mila ikut duduk di kursi samping Al sambil berteriak heboh.

" KUE COKLAT GUE."

" Berisik ae lah." Kata gue.

" Suapin gue sa." Kata Mila sambil membuka mulutnya.

" Gimana Mil enak ga?" Tanya gue.

" Emmm,Enak banget Sa. Lo emang jagonya." Katanya samvil mengacungkan dua jempolnya.

" Ini gue yang buat." Kata Al.

" Gak mungkin." Ujar Mila.

" Iya gue di bantu Al buatnya Mil." Kata gue.

" Tuhkan gue bilang juga."

" Gak jadi bilang enaknya." Mila pergi ke kamarnya tak lupa dia bawa 2 potong kue di tangannya belum lagi di mulutnya penuh dengan kue.

Gur hanya geleng geleng kepala melihat kelakuannya.

" Temen lo tuh " Kata gue ke Al.

" Sahabat lo." Katanya.

*-*

Gue siap siap untuk menuju Friz Cafe bersama Mila dan Al. Selama di perjalanan di dalam mobil heboh akibat ulah Mila ke Al.  Gue kira Al pendiam ternyata kalau ketemu Mila bisa gilaks juga.

" Mil itu yang di pojok Aji." Gue melihat seorang cowok dengan switer berwarna abu abu dia selalu tamvan everywhere.

" Aji, udah lama yah maaf tadi Macet." Kata gue.

" Eh iya gapapa aku baru nyampe." Dia tersenyum.

Gue duduk di sebealah Aji sedangkan Mila dan Al di sebrang gue dan Aji.

" Oh iya, Ini Mila sahabat aku dan ini Aji pacar Mila."

" Hai, Aji." Aji bersalaman dengan Mila dan Al.

*-*

Author POV

Setelah makan bersama di Friz Cafe Sasa dan Aji pamit pulang karna takut kemalaman sampai Bandung dan besok hari senin mereka sekolah, Sedangkan Mila dan Alven memilih tetap di Cafe.

" Aji perhatian sama Sasa." Tiba tiba suara Alven memecah keheningan diantaranya dengan Mila.

" Iya emang gue perhatiin dia baik." Ujar Mila memainkan sedotanya.

" Mereka gak pacarankan?" Tanya Al.

" Setau gue ngga, Aji baru putus dri pacarnya." Jawab Mila.

" Tapi mereka udah Aku kamu manggilnya." Kata Al lemas.

" Lo lemas banget sih, Mereka gak pacaran janur kuning belum melengkung Lo masih bisa ngehar Sasa.  Semangat jangan letoy gini dong." Mila menyemangati Al.

" Iya iyaa iyaa."

" Cabut yuk Al."

" Bentar lagi Mil, gue masih betah elah."

" Arah jam 6 lo liat deh." Sekarang giliran suara Mila yang lemas.

" David sama Salsa." Kata Al pelan.

Mila hanya menganggukan kepalanya.

" Yuk pulang." Kata Al

" Ke apart lo yah gue males di rumah sendiri."

" Siap."

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang