Positif Protektif

4.3K 198 3
                                        

Happy reading guys.

Maafkan Typo yang selalu tidak saya sadari😂😂

____________________________________
Autor POV

Ajeng tak henti-hentinya menatap foto hasil USG-nya. Bibirnya masih saja melengkung keatas. Sejak tadi, mulai dari keluar dari ruangan pemeriksaan hingga kini dirinya tengah berada di dalam ruangan "kebesaran" milik suaminya.

Ya, sekarang dirinya kini berada dalam ruangan kantor Gerald. Tengah menunggu Gerald yang sedang melakukan rapat direksi bersama jajaran pemegang saham dalam perusahaan milik Papanya.

"Apa wajahmu tidak merasa pegal?" tanya Melani didepan pintu. Saking seriusnya memandangi foto USG-nya dia bahkan tidak sadar Melani sudah berapa kali keluar-masuk ruangan itu untuk mengantarkan camilan atau apa saja.

"Hah? Apa mbak?" tanyanya gelagapan. Melani tersenyum lalu melangkah mendekatinya lalu duduk di depan meja kebesaran Gerald, karena Ajeng sekarang sedang duduk di kursi suaminya itu.

"Aku nanya, wajah kamu apa tidak pegal? Sudah hampir dua jam kau disini dengam posisi yang sama" Ajeng yang menyimak langsung menggerak-gerakkan rahangnya untuk merasakan otot pipinya.

"Sedikit" jawabnya tersenyum.

"Mbak senang. Akhirnya kalian bisa bahagia juga" tutur Melani tulus masih dengan senyum di wajahnya.

"Makasih, mbak Mel. Oh, ya. Meeting-nya Gerald sampai jam berapa, yah?" tanyanya sambil menatap jam persegi empat kecil yang ada di atas meja di hadapannya. Jam itu sudah menunjukkan pukul empat sore. Sudah empat jam dirinya menunggu dalam ruangan itu.

"Entahlah. Setauku pak Gerald kalau sedang meeting tidak pernah cepat. Kadang empat sampai lima jam? Karena ada banyak hal yang harus di bahas dan di benahi biasanya" jelas Melani.

"Lama banget, yah?" gumam Ajeng. Sudah empat jam Gerald meninggalkannya karena meeting itu. Pukul sebelas tadi dia selesai pemeriksaan kandungannya, lalu makan siang pukul duabelas, kemudian Gerald segera membawanya ke kantornya. Tepat pukul satu Gerald meninggalkannya keruangan meeting dan sampai seksrang suaminya itu belum juga muncul. Ajeng hanya bisa bernafas panjang dan pasrah menunggu.

-----------
Author POV

Flashback

"Sepertinya kandunganmu sehat" tutur Mbak Irma. "Dari perhitunganku, kandunganmu telah memasuki minggu ke 5. Ini masih dini. Tapi dia kuat. Janin yang pintar" jelasnya sambil tersenyum dengan masih memutar-mutar transduter pada permukaan perut Ajeng dan menampilkan gambar pada layar monitor.

"Benarkah, mbak?" tanya Ajeng sumringah. Dia sangat bahagia mendengarnya. Mbak Irma mengangguk masih dengan senyum di wajahnya. "Syukurlah. Aku senang" ungkap Ajeng kemudian beralih memandang wajah Gerald yang sedari tadi tegang. Itu makin membuat hati Ajeng terkikik merasa geli melihat ekspresi suaminya.

"Adakah pantangan makanan atau kegiatan yang harus dia hindari, dok?" tanya Gerald

"Ge. Aku cuma hamil. Bukan sakit kronis" rutuk Ajeng

"Suamimu benar, Jeng. Kamu perlu tahu apa saja pantangan untuk ibu hamil baru sepertimu" ujar Mbak Irma

"Apa-apa saja itu, dok. Bisakah Anda memberitahukan ku secara detailnya. Aku tidak mau dia bertindak ceroboh dan membahayakan diri juga janinnya" ungkap Gerald kini mengaktifkan recorder alat perekam handponenya.

"Ya!!! apa kau tidak berlebihan?" protes Ajeng yang tidak diindahkan.

"Mulai dari buah..." mulai mbak Irma. "Durian, nangka, nenas, ketiga buah ini bersifat panas. Sehingga bisa mempengaruhi janin. Pepaya muda juga. Kenapa, karena getahnya berbahaya pada janin. Buah yang di kalengkan. Buah yang tidak di cuci, dan Anggur. Anggur yang di maksud disini adalah yang berbentuk alcohol. Cempedak dan buah kepel. Usahakan hindari semua buah itu" jelas Mbak Irma.

90 Hari untuk GeraldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang