24. Malas

14.4K 1.4K 177
                                        

Please baca author's note dibawah setelah baca.

"Taehyung?" panggilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Taehyung?" panggilnya.

Suara ini... Suara yang dulu selalu menghantui Taehyung. Suara yang selalu Taehyubg rindukan.

"Semua berapa?" ucap Taehyung berusaha mengabaikannya.

Sungguh, hati Taehyung seutuhnya sudah bersama Jennie sekarang.

"Taehyung, aku mau ngomong sebentar." ucapnya memegang tangan Taehyung.

Taehyung melepaskan tangan perempuan itu dari tangannya dan memberinya uang 100 ribu.

"Jika ada kembalian, berikan saja kepada orang yang butuh."

Taehyung meninggalkan tempat itu. Buru-buru masuk mobil dan menjemput Jennie yang ingin menyebrang.

"Loh? Sudah?" tanya Jennie dari luar.

"Masuk." jawab Taehyung.

"Sudah? Eh, bajunya mana?" tanya Jennie begitu masuk.

Taehyung lupa membawa bajunya.

"Oh iya ketinggalan, tolong ambilin, ya." jawab Taehyung.

Jennie p.o.v

"Oh iya ketinggalan, tolong ambilin ya." jawab Taehyung.

Tumben banget ceroboh gini.

"Ya Allah, sudah dibayar?" tanya gue lagi.

"Sudah." jawab Taehyung kayak nggak ada salah sama sekali.

"Astaga, ya udah bentar." gue keluar dari mobil dan langsung ke tempat laundry.

Untung aja lagi sepi jadi gue nggak nunggu lama dan malu.

"Maaf mbak, ada baju yang ketinggalan tapi sudah dibayar?" tanya gue ke penjaga kasir.

"Atas nama Jennie?" tanya mbaknya.

"Iya." jawab gue senyum.

"Ini." jawab mbaknya dan memberikan baju gue dan Taehyung.

"Makasih ya mbak, permisi." ucap gue pamit tapi ditahan.

"Eh bentar, ini kembaliannya mbak. Tadi masnya ninggalin kembalian juga." astaga Taehyung habis makan PCC ya?

"Oh maaf ya mbak, kayaknya dia kurang fokus." jawab gue malu sendiri.

"Iya nggak papa kok. Siapanya masnya, mbak?"

Kenapa? Naksir? Gue tau suami gue ganteng.

"Istrinya." jawab gue dengan sedikit ditekan.

Perasaan gue kayak nggak enak aja. Kayak ada perasaan yang mengganjal aja gitu.

"I-istri? Oh." jawabnya lagi.

"Ya udah mbak, misi ya." gue keluar.

>>>>>>>>>>

Sumpah kalau tau gini tadi gue nggak ngajak Taehyung pulang. Tau nggak sampai rumah kita ngapain?

BELAJAR FISIKA.

Kalau belajar biasa aja sih gue nggak papa. Ini, gue dikasih soal susah yang rumusnya super ribet. Dan nggak boleh buka buku dia cuma boleh buka catatan gue aja.

Sudah tau gue nggak pernah nyatat rumus-rumus yang dia kasih. Sumpah sengsara gue.

Dan kalian tau dia ngapain? Santai baring-baring nonton tv di sofa belakang gue.

"Taehyuuung aaakuu nggak ngertiiii. Please kasiiihh tauuu aku satuu ajaaa, yaaaa? Yaaa yaa bebbb?"

Bebab bebeb aja kesel gue.

"Makanyaaa kalauu akuu jelaasin ituu dengerinn akuu dann caatatt yangg akuu ajaariinn. Yaa beebb??" jawab Taehyung niru gue. Beb nya itu loh.

"Ck!" decak gue kesel.

Gue baru jawab satu nomor. Dan itu pun nggak tau salah atau bener.

Gue fokus ngerjain lagi. Sok fokus sih maksud gue.

Oh iya gue penasaran satu hal. Siapa mantan Taehyung? Gue yakin Taaehyung punya mantan, tapi siapa?

"Tae." panggil gue.

"Hm?"

"Kamu punya mantan?"

"Punya." jawab Taehyung cuek.

"Siapa siapa? Berapa? Ceritain!" jawab gue semangat.

"Satu. Cerita apa?"

Satu doang?

"Ya ceritain apa kek. Terserah." jawab gue.

"Aku mau cerita. Tapi kamu diam jangan banyak tanya."

Gue langsung ngelepas pulpen gue dan duduk di atas kaki Taehyung.

"Ngapain kamu duduk di kakiku?" tanya Taehyung bingung.

"Siapa suruh baring. Sudah ah cepat cerita."

"Jadi, aku punya mantan waktu kuliah. Dia senior ku waktu itu. Hubungan kita ya biasa aja, kayak orang pacaran biasa. Sampai satu tahun, waktunya dia selesai kuliah."

"Awalnya kita masih sering komunikasi, ketemu atau yang lain. Tapi, sampai akhirnya dia tiba-tiba ngilang. Aku datang ke rumah nya dan tetangganya bilang dia ke luar negeri."

"Aku terus cari dia sampai kerumah neneknya di Daegu. Neneknya bilang dia pergi ke Indonesia. Aku nggak bisa nyari karena Korea-Indonesia terlalu jauh. Jadi aku pasrah."

"Sampai saat orang tua bilang kalau kita akan pindah ke Indonesia karena ayah buka perusahaan disini, tekad aku makin besar untuk pindah."

"Tapi, lama aku di Indonesia menjadi guru juga, aku tetap nggak menemukannya. Jadi aku putusin untuk melupakannya. Susah memang awalnya, tapi lama-kelamaan aku bisa."

"Dan akhirnya sekarang aku benar-benar melupakannya karena kamu."

Cerita Taehyung panjang. Akhirnya bikin baper.

Tapi gue penasaran siapa cewek itu. Siapa yang bisa buat Taehyung berusaha sekeras itu?

"Namanya?" tanya gue.

Taehyung diam cukup lama sampai akhirnya jawab, "Irene."

Namanya keren juga. Tapi gue jadi takut, Taehyung bilang kalau dia ada di Indonesia.

Gue takut Taehyung ketemu lagi sama dia dan dia akhirnya ninggalin gue.

"Heh kok malah diam? Sudah lanjutin tugasmu sana." suruh Taehyung.

"Ck, nggak ah malas." jawab gue baring di dada bidang Taehyung.

"Bangun, cepat kerjain. Itu soal ulangan besok. Aku hitung 30 menit kalau kamu tetap nggak bisa aku ajarin."

Kelamaan males.

"Nggak. Besok bisa nyontek."

"Nyontek siapa? Rose? Nilai Rose sama nilai kamu sama aja." jawab Taehyung ngeselin.

"Ah. Nggak tau. Berisik. Aku. Pusing. Mau. Tidur." jawab gue langsung masuk kamar.

TBC

Typo? Mendesak ini.
Gakbisa update lebih panjang:(
Besok aja ya aku update panjang :))

Cek work akuu. Ada banyak tulisan lain.

Dijodohin x KTH [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang