Attention!
Alur dipercepat!
"Jennie, sudah siap belum? Nanti kita ketinggalan bis loh."
"Iya-iya bentar, Tae!" ucap gue sambil nyiapkan tas gue.
Jadi, sekolah gue ngadain perpisahan sekolah di pantai sama di sekolah. Nah jadi ini waktunya ke pantai. Kita naik bis rame-rame ke sana.
Akhirnya setelah melewati badai di tengah laut selama berbulan-bulan gue bisa lepas dengan hasil yang sangat memuaskan. Gue jadi murid dengan nilai tertinggi ke 10 ujian kemarin.
Senang? Jelas. Itu termasuk pencapaian tinggi. Gue tertinggi nomor 2 di kelas setelah Namjoon. Dan itu buat keluarga gue bangga.
Apalagi Taehyung, dia ngasih gue hadiah paling spesial. Tau gak apa? Ah kepo lu. Ga.
Pokonya Taehyung ngasih gue tiga kesempatan untuk minta apa aja yang gue mau. Nah gue baru minta satu untuk jalan-jalan seharian penuh waktu itu.
"Ayok," ajak gue.
"Dah? Ayok. Jangan lupa kunci pintu." ucap Taehyung jalan duluan ninggalin gue.
Gue ngunci pintu dan memeriksa keamanan. Ingat ya guys, keamanan itu penting!
>>>>>>>
Gue duduk di pojok jendela sendirian. Bis ini setiap barisan ada tiga angku. Jadi, karna gue telat mereka bertiga duduk di bangku depan gue.
"Baekhyun dkk mana sih?" tanya gue ke mereka di depan.
"Tuh mereka baru masuk ke bis depan. Beda bis kita." jawab Lisa menunjuk bis depan.
"ADA GAK YANG MAU DUDUK SAMA GUE?" tanya gue teriak ke satu bis.
Bis ini isinya cuma kelas gue sama kelas sebelah sebagian dan lainnya guru yang masih di luar. Jadi ya gue berani-berani aja.
"Jen! Jangan teriak-teriak, bego! Ada guru!" omel Jisoo.
"Ya makanya lo duduk di sini!" kesel gue ke Jisoo.
"Kagak ah udah PW gue."
"Ntar gue duduk sama guru lagi. Gak mau gue!" kesel gue lagi.
"Siapa tau Pak Taehyung." timpal Rose.
"Gak mungkin, palingan cewek." jawab gue.
"Tauk ah. Suka-suka lu, Jen."
Ah, teman macam apa kalian?
"Selamat pagi." sapa Pak Ahmad di depan bis, sebelah barisan pertama.
"Semua sudah datang?"
"SUDAH, PAK!"
"Sudah siap berangkat?"
"SUDAH, PAK!"
"Sudah sarapan?"
"SUDAH, PAK!"
"Sudah berdoa?"
"BELUM, PAK!"
"Kalau gitu, mari kita sama-sama berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Berdoa mulai!"
Kita semua pun mengangkat tangan untuk berdoa.
"Selesai." akhir Pak Ahmad.
"Oke ayo berangkat."
"PAK, TUNGGU!" cegah gue.
"Kenapa, Jennie? Ada masalah?" tanya Pak Ahmad. Pak Ahmad jelas kenal gue soalnya gue pintar di pelajarannya, biologi.
"Saya gak punya teman duduk Pak. Saya gak mau sendirian." ucap gue.
"Kasian deh kamu jomblo." jawab Pak Ahmad buat satu bis ketawa ngakak.
Gue mencibir kesal.
"Becanda kok, Jennie. Jadi, gak ada yang mau duduk sama Jennie? Bu Vera? Bu Siti? Pak Wahyu? Pak Mansur?" tanya Pak Ahmad ke para guru.
Kenapa guru killer semua sih yang dipanggil? Boleh ngumpat?
"Saya aja Pak." jawab Taehyung.
AAAA YESSS! UHUY YES AHAY. JODOH EMANG GAK KE MANA.
Gue nahan buat senyum karna banyak yang liat. Taehyung duduk di sebelah gue.
"Sudah, Jennie?" tanya Pak Ahmad ke gue.
"Hehe, iya Pak." jawab gue.
"Yaudah kalau gitu, bismillahirahmanirahim berangkat." ucap Pak Ahmad.
Setelahnya Bis langsung jalan. Gue denger berisik-berisik karna mereka pengen juga duduk bareng Taehyung. Hehe mampus lu pada!
"Dasar." ucap Taehyung pelan tanpa ngeliat gue.
"Ngomong sama siapa, Pak?" tanya gue.
"Kamulah."
"Oh jadi saya itu kursi bis ya." ucap gue menyindir.
"Ck." decak Taehyung langsung ngeliat ke gue.
"Dasar kenapa?" tanya gue langsung.
"Dasar cerewet."
"Cerewet?!" tanya gue kesel tapi tetap ngomong pakai suara pelan karna takut ada yang dengar.
"Iya, duduk sendiri aja pake minta teman."
"Ya suka-suka saya lah, Pak. Buktinya aja Bapak mau nemanin saya." ucap gue nyindir.
"Ya karna saya butuh tempat luas. Di belakang sana sempit." jawab Taehyung.
"Halah alasan." balas gue.
Taehyung cuma mencibir dan setelah itu hening. Di antara kita aja sih, soalnya yang lain pada ribut gak jelas.
Perjalanan ke pantai ini butuh waktu 2 jam kalau gak macet. Tapi kalau macet ya paling cepat itu 4 jam.
Tapi alhamdulillah ini gak terlalu macet. Jadi kemungkinan gak sampai 4 jam.
Gue nyalain lagu dan dengarin pakai earphone. Gue naroh kepala gue ke jendela ngeliat jalanan. Gue seakan lupa kalau ada Taehyung di sebelah gue.
Taehyung narik-narik baju gue. Gue ngangkat alis nanya kenapa.
Taehyung nunjuk telinga gue sama telinga dia. Oh, minta bagi lagu ini mah.
Gue ngelirik sekitar ngasih tau kalau banyak orang, takut ada yang liat. Taehyung geleng-geleng sambil senyum.
Gue ngalah dan nyuruh Taehyung ngedeket. Gue ngasih dia earphone dari telinga kanan gue. Taehyung langsung masang ke telinga dia yang sebelah kiri.
Gue nyender ke jendela karna ngantuk. Gue tadi bangun jam 4 untuk siap-siap. Jadi gue masih ngantuk. Gue mejamin mata gue tapi harus buka mata lagi karna dicolek Taehyung lagi.
Gue nanya pakai gerakan mulut 'Apa-lagi-sih?'.
Taehyung megang-megang pundaknya nyuruh gue nyender ke situ. Gue geleng-geleng karna takut diliat orang.
Taehyung maksa gue dengan narik kepala gue ke pundaknya.
"Jangan takut orang bakal tau. Kamu sudah lulus, jadi biarin aja mereka tau. Ini hubungan kita, jangan takut apa kata orang. Yang penting kita bahagia. Kalau orang lain gak suka anggap aja mereka iri, kalau orang lain suka anggap aja bonus."
TBC
Menuju END yes.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dijodohin x KTH [Completed]
Fanfiction[12/2/2019 - 24 IN KPOP] [26/2/2019 - 3 IN TAENNIE] [3/1/2019 - 5 IN ARMY] [15/12/2018 - 1 IN BLINK] [4/1/2018 - 28 IN FANFICTION] [6/12/2017 - 50 IN FANFICTION] Dijodohin sama guru ngeselin kayak dia? Bunuh diri gue! -Jennie Saya nggak mau mengecew...
![Dijodohin x KTH [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/117867128-64-k954695.jpg)