"Makasih ya Mi sudah jagain Jennie. Maaf ngerepotin."
"Gak ngerepotinlah Taehyung. Kan Jennie anak Mami juga."
"Yaudah kalau gitu Mami tinggal ya. Jaga Jennie, oke?"
"Sip!"
Taehyung masuk ke kamar. Dia ngeliatin gue aneh. Napa si?
"Kamu belum mandi?" tanya Taehyung.
Astaga ni cowok pekaan banget.
"Sudah tadi, di lap-lap sama Mami." jawab gue.
"Lap-lap doang."
"Yaiyalah Tae. Masa mau dimandiin? Malu. Lagian aku masih pusing kalau mandi sendiri. Mau aku pingsan?"
"Yaudah ayok aku mandiin." ucap Taehyung santai.
"HAH?! NGAWUR KAMU MAH!" ucap gue kaget.
"Gakpapa, aku suami kamu juga." balas Taehyung narik tangan gue.
Gue tetep geleng-geleng.
"Jennie denger, kamu tetap pakai dalaman kamu. Aku cuma bantu siramin air doang. Aku gak bakal apa-apain kamu." jelas Taehyung meyakinkan gue.
"Beneran ya?"
"Iya Jennie." jawab Taehyung senyum manis.
"Oke ayok." gue berdiri tapi badan gue mau jatoh lagi.
Taehyung langsung buru-buru nahanin bahu gue.
"Nah nah. Makanya kalau belum bisa itu jangan sok-sok an." ucap Taehyung langsung gendong gue bridal style.
"Lepas baju kamu. Aku tutup mata." ucap Taehyung begitu mendudukkan gue di bak kamar mandi.
Dia menutup matanya dengan satu tangannya. Gue menghela napas berat.
"Taehyung. Kalau kamu sekarang tutup mata, tapi kamu nanti buka mata, apa gunanya? Kamu mau mandiin aku sambil tutup mata? Sama aja bohong." cerocos gue ke Taehyung.
"Oiya, hehe." ternyata seorang Taehyung yang otaknya penuh dengan rumus fisika bisa bego juga, tepuk tangan gue.
Gue ngelepas baju gue menyisakan dalaman. Ini kali pertama gue telanjang didepan cowok setelah Bokap gue. Malu banget rasanya anjayy.
Taehyung ngambil shower. Dia nunggu gue ambil sabun, baru setelahnya dia nyalakan shower dan menyiram tubuh gue.
"Sudah." ucap gue ke Taehyung.
Dia matikan shower membiarkan gue nyabunin badan gue. Gue gak keramas, bahaya soalnya, nanti bisa-bisa gue pingsan beneran disini.
Gue sedikit kesusahan menyabuni bagian belakang gue. Faktor gue agak pusing dan faktor gue pakai daleman.
Gue ngeliat Taehyung yang ternyata lagi merem. Maksa buat mandiin tapi dia sendiri yang gak kuat iman. Dasar lelaki.
"Taehyung." panggil gue.
"A-apa?" tanya Taehyung langsung buka mata.
"Ini tolong sabunin bagian belakang." ucap gue.
Dia langsung nuangkan sabun ditangannya. Dia menggosok bagian belakang gue kasar.
"Sakit ih! Pelan-pelan!" kesel gue.
"Susah ini. Daleman kamu ini buka aja." Taehyung mau buka pengait bra gue tapi gue cegah.
"Ja-jangan!"
"Trust me, Jennie."
Akhirnya Taehyung melepas bra gue. Gue langsung menutup dada gue dengan kedua tangan gue.
"Kok kamu kayak sudah ngerti sih? Jangan-jangan kamu pernah mandiin cewek lain ya." ucap gue bermaksud bercanda.
"Iya emang." tapi jawaban Taehyung buat gue gak percaya.
"APA?!"
"Iya, nenek aku dulu waktu sakit-sakit aku mandiin gini." ucap Taehyung santai.
"KURANG AJAR!" teriak gue kesel.
Taehyung cuma ketawa-ketawa kecil aja.
"Sudah, bentar aku siramkan lagi." ucap Taehyung menyiram gue dengan shower lagi.
"Itu tangan kamu nutupin badan kamu. Misiin." ucap Taehyung menunjuk tangan gue yang gue pakai buat nutupin dada gue.
"Gakmau."
"Ck, Aku tutup mata nih udah, ppalli." ucap Taehyung beneran tutup mata.
Gue tau apa maksud dari ppalli, Nyokap gue sering ngomong itu dulu kalau ngomel.
"Awas ngintip!"
Taehyung matiin shower tapi masih tetap tutup mata. Padahal gue sudah pakai handuk. Karna dia tutup mata tadi jadi gue langsung ambil handuk padahal dia masih nyiram.
"Buka aja kali matanya." ucap gue nyindir.
Taehyung buka mata dan kaget liat gue sudah pakai handuk.
"Kok.."
"Hehe."
"Ck, ayok keluar."
Taehyung mau gendong gue lagi. Tapi semua terasa aneh ketika tangannya tanpa sengaja memegang dada gue.
"Sorry gak sengaja." ucap Taehyung lagi.
Sedangkan gue nahan malu setengah mati.
"B aja kal--"
Ucapan gue kepotong lagi dengan Taehyung yang lagi-lagi salah pegang ketika mau gendong gue. Dia sengaja kayaknya.
"Kamu sengaja ya?!" tanya gue langsung.
"Enggak beneran gak sengaja." panik Taehyung.
Gue menatap dia tajam sambil terus mendekat. Dia semakin lama semakin mundur. Sampai akhirnya dia gakbisa mundur lagi karna ada tembok.
"Kamu mes--mphh." ucapan gue kepotong dengan ditempelkannya bibir Taehyung pada bibir gue. Gue langsung dorong Taehyung ngejauh, sumpah gue nggak sadar, ini semua spontan.
Taehyung ngeliat gua nggak enak. "Maaf aku kelepasan." Ucapnya.
"Nggak apa-apa kok, keluar yuk."
TBC
*beberapa adegan di hapus, karena terlalu bersifat seksual*
KAMU SEDANG MEMBACA
Dijodohin x KTH [Completed]
Fanfiction[12/2/2019 - 24 IN KPOP] [26/2/2019 - 3 IN TAENNIE] [3/1/2019 - 5 IN ARMY] [15/12/2018 - 1 IN BLINK] [4/1/2018 - 28 IN FANFICTION] [6/12/2017 - 50 IN FANFICTION] Dijodohin sama guru ngeselin kayak dia? Bunuh diri gue! -Jennie Saya nggak mau mengecew...
![Dijodohin x KTH [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/117867128-64-k954695.jpg)