[12/2/2019 - 24 IN KPOP]
[26/2/2019 - 3 IN TAENNIE]
[3/1/2019 - 5 IN ARMY]
[15/12/2018 - 1 IN BLINK]
[4/1/2018 - 28 IN FANFICTION]
[6/12/2017 - 50 IN FANFICTION]
Dijodohin sama guru ngeselin kayak dia? Bunuh diri gue! -Jennie
Saya nggak mau mengecew...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue melepas pelukan Taehyung dan menatap Taehyung bingung. Gue nggak ngerti apa maksudnya dengan 'nggak mau keliatan peduli'
"Lupakan, lap air matamu. Kamu keliatan semakin jelek waktu lagi nangis." Taehyung ngasih gue tisu dan langsung duduk dikursinya lagi. Ta?Ik (:
"Terserah deh, intinya saya sudah bilang kalau bukan saya yang salah. Bapak mau percaya atau enggak, itu hak bapak." ucap gue langsung pergi dari ruangan Taehyung.
Di depan ruangan gue liat Seulgi yang lagi nundukkin kepala. Gue mau marah lagi tapi nggak bisa. Lagipula untuk apa gue ladenin orang nggak waras macam dia, yang ada gue juga nggak waras.
"Lo ngapain?" tanya gue.
"Tadi saya dipanggil Pak Taehyung." jawabnya masih nunduk.
"Dari tadi?" tanya gue yang nggak dia jawab.
"Lo denger semuanya?" tanya gue lagi dan berhasil buat dia gelagapan.
"Atau bahkan lo liat?" tanya gue semakin curiga.
"Eng-enggak." jawabnya keliatan takut. Dia kenapa jadi berubah 180° gini dah?
"Gue nggak tau lo jujur atau bohong, tapi kalau ada orang lain yang tau gue nggak bakal tinggal diam ke lo." ucap gue pergi.
Percayalah awalnya gue nggak sekejam ini. Gue itu imut, baik, ramah. Nggak percaya? Tanya aja sama Pak Haji.G. Tanya aja sama nenek gue.
Gue jalan menuju kelas yang sudah masuk jam pelajaran. Tapi nggak ada guru. Kenapa gue tau?
Pertama, pintu kelas ditutup. Kedua, kelas gue paling berisik. Ketiga, gurunya itu Taehyung.
Gue sudah di dekat kelas, tapi ada yang halangin gue. Tau siapa?
"Jungkook awas gue mau lewat." ucap gue males dan berusaha pergi.
"Gue mau ngomong sebentar, please." malas banget sumpah.
"Kelas gue lagi belajar, udah ada guru, gue harus masuk." ucap gue berusaha ngehindarin Jungkook.
"Bohong, gue tau kelas lo kosong." ucap Jungkook santai tapi bikin gue pengen nampar.
Gue menghembuskan napas berat. "Ya udah ngomong cepat." gue ngelipat tangan gue di dada nunggu dia ngomong.
"Gue liat tadi yang di kantin lo sama Seulgi."
Oh jadi dia liat juga?
"Ya terus? Lo kenal dia? Atau jangan-jangan kalian sekongkol ngejatuhin gue, ya?" tanya gue mulai curiga.
"Kagak lah, dia itu teman kakak gue, makanya gue kenal dan tadi gue udah peringatin dia buat nggak ganggu lo lagi." Kakak? Setau gue kakaknya cuma satu, Seungri. Dia itu cowok dan sudah kerja.
"Seungri? Berteman sama anak SMA? Cewek?"
"Bu--"
"Dan yaa, jadi lo yang buat sikap dia berubah gitu? Lo berani ngancam perempuan? Untuk apa?!" tanya gue dengan nada sedikit meninggi.
"Gue udah bilang kan sama lo kalau gue bakal tetap jagain lo." jawab Jungkook sedikit membentak.
"Dan gue juga udah bilang sama lo kalau gue nggak butuh bantuan lo lagi! Dan jangan pernah mencampuri urusan kehidupan gue lagi!" ucap gue menunjuk Jungkook dan berbicara dengan penuh penekanan.
Gue pergi tapi Jungkook nahan tangan gue cukup keras. Gue cewek dan Jungkook cowok jelas tenaganya lebih besar dari gue.
"Lepas " minta gue masih dengan nada tetap terlihat santai. Tapi Jungkook malah nahan tangan gue lebih keras.
"Lepasin " gue mulai berontak, jujur gue baru pertama kali diperlakukan sekeras ini sama cowok.
"Jangan suka main kasar sama cewek ya, Nak."
Gue ngedongak ngeliat siapa yang ngelepas tangan Jungkook dari tangan gue. Taehyung. Kenapa selalu harus dia?
"Kamu? Kelas 11? Ngapain disini? Balik ke kelas kamu." suruh Taehyung ke Jungkook.
"Maaf Pak, saya harus ngomong sebentar sama Kak Jennie."
Halah basi.
"Saya nggak tau apa hubungan kamu sama Jennie, tapi ini jam pelajaran. Saya nggak bisa biarin murid saya bolos saat jam pelajaran saya." ucap Taehyung datar.
"Sebentar doang Pak, nggak sampai lima menit." mohon Jungkook. Taehyung ngeliat gue dan gue balas dengan tatapan 'nggak mau'. Mudahan aja dia ngerti.
"Balik ke kelas kamu atau saya panggil Pak Hoseok dan nilai kamu saya suruh guru kelas 11 potong?"
Ancaman yang selalu dia berikan ke gue kalau gue buat masalah.
"Iya saya balik, Kak Jennie pulang nanti saya mau ngomong, ya." ucap Jungkook pergi. Gue pulang juga sama Taehyung, ngomong aja kalau bisa.
Taehyung langsung nyelonong pergi ke kelas ninggalin gue. Gue harus sabar, kata keponakan gue, orang sabar disayang Tuhan.
Dia masuk kelas dan gue ngikutin di belakangnya.
"Selamat siang, maaf saya telat." ucap Taehyung datar. Kembali lagi dah aura galaknya.
"Jennie kok bisa ada sama bapak, sih?" "Ihh Jennie pasti ngikutin Pak Taehyung lup-lup ya." "Pak, jangan mau sama Jennie udah punya pacar, sama saya aja."
Yain.
"Apaan? Gadanta lo pada." ucap gue langsung duduk.
"Eh, kalian lupa? Jennie kan habis berantem makanya dia sama Pak Taehyung, haha!" teriak si laknat Hoshi dan disambut tawa teman gue yang lain.
"Sudah diam semua kita mulai belajar." ucap Taehyung langsung merubah wajah teman gue jadi suram. Suram ya bukan Suran.
>>>>>>>>>
Jam pelajaran Taehyung habis dan sekarang waktunya pulang. Gue suruh teman gue pulang duluan aja, waktu mereka nanya 'kenapa?' gue cuma jawab gue lagi nunggu Vernon.
Sekarang tinggal gue sama Taehyung di kelas. Taehyung masih sibuk meriksa tugas-tugas anak kelas gue. Taehyung mungkin nggak tau kalau masih ada gue.
"Pak." panggil gue nyamperin kesamping meja Taehyung, tapi nggak digubris Taehyung.
"Pak sa--" gue berhenti ngomong saat dengar hp gue bunyi.
"Halo kenapa, Chan?" tanya gue langsung ke Chanyeol.
"Kamu sudah pulang? Naik apa?"
"Iya ini lagi di jalan, Grab." jawab gue lagi-lagi bohong.
"Oh gitu ya udah hati-hati, ya." ucap Chanyeol mengakhiri telepon.
Gue memasukkan hp gue ke tas lagi dan liat Taehyung sudah jalan keluar kelas. Sial!
Gue ngejar Taehyung dan manggil-manggil dia. Di koridor ini cuman ada gue sama dia doang, jadi aman.
"Apa?"
Gue nabrak dada bidang Taehyung karena dia tiba-tiba balik badan. Gue bisa dengar jantung Taehyung yang berdetak cepat sama kayak gue.
Gue langsung mundur dan ngomong "Kok Bapak ninggalin saya, sih? Terus dari tadi nggak ada negur saya, bahkan di kelas aja bapak nyuruh Namjoon buat maju bukan saya." nggak au kenapa gue jadi kayak khawatir dan sedih waktu Taehyung nggak ngajak gue ngobrol.
"Nggak papa." jawab Taehyung singkat dan langsung pergi ninggalin gue lagi.
"Jennie lo ada hubungan apa sama Pak Taehyung?"
Gue boleh..... Nangis?
TBC
Karna banyak yang minta buat update, jadi aku update ya, maaf jika ada keTypo-an 😂😋