EXTRA PART I

10.4K 677 24
                                        

"Jennie! Joshuanya jangan diganggu mulu! Bukannya diajarin yang bener." omel Taehyung pada Jennie yang tengah mengajari Joshua belajar namun sesekali bercanda yang membuat Joshua kesal.

Jennie yang terkena omelan hanya menganggapnya angin lalu. Ia sedang duduk di lantai ruang tamu berdua dengan Joshua, dengan alat tulis Joshua yang berada di meja.

"Papa marahin mama! Mama bilang gambarannya Jo itu jelek, nanti dikasih nilai 0 sama guru." adu Joshua. Ia berdiri untuk memeluk pinggang sang Papa. Karena ia hanya sebatas perut Taehyung.

"Enggak! Aku nggak bilang gitu! Tadi Jo warnain pake hitam sama merah mulu, ya aku bilang kalau itu... Eh iya, ya? Aku memang bilang gitu." ujar Jennie sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia ragu-ragu menatap Taehyung yang kesal.

Taehyung mengembuskan napas berat. Mereka punya anak dua tapi Jennie masih kerap bersikap kekanakan. "Kamu mending datangin Tessa sana, dia lagi main sendirian." perintah Taehyung ke Jennie.

Taehyung menuntun Joshua untuk duduk lagi dan akan mengajarinya. Sebelum menuju kamar sang anak kedua, Jennie menyempatkan diri mengusak gemas kepala Joshua yang lagi-lagi kesal karena rambutnya berantakan. Jennie tertawa-tawa diiringi decakan Taehyung.

"Papa, mama itu nakal banget, ya?" ujar Joshua saat mamanya sudah tak terlihat lagi.

Taehyung tertawa mendengarnya. "Nakal juga kamu nangis mulu kalau mau ditinggal pergi lebih dari lima jam, kan?"

"Enggak!" elak Joshua. "Itu Joshua waktu masih kecil! Sekarang Joshua kelas 2! Kata Bu guru sudah besar, tau, Pa!" ujarnya tak terima.

"Masa? Terus yang minggu lalu nangis karena mamanya nemanin Tessa senam bayi sampai sore siapa?" tanya Taehyung dengan nada yang menggoda. Ia ingat betul Joshua menangis karena merindukan Jennie.

"Papaaaa~! Papa jangan nakal juga, dong!" Joshua pun merengek karena sang papa malah ikut menjahilinya. Ia ingin menjadi anak Paman Suho yang baik saja rasanya. Atau menjadi anak Paman Baekhyun karena Bibi Amanda sangat sabar walau Paman Baekhyun nakal.

Taehyung tertawa kecil lalu memeluk putranya. "Maaf ya, Sayang." ujarnya. "Sore nanti gimana kalau kita jalan-jalan? Piknik? Atau main wahana baru? Papa lagi nggak kerja, lho."

"Mau piknik aja, Papaaa!"

>>>>>>>>>>>>>

Taehyung membantu Jennie menyiapkan makanan kecil-kecilan untuk piknik karena Jennie sedang menggendong Tessa yang tak ingin lepas dari Jennie. Ia bahkan menangis seraya memukul wajah Taehyung yang hendak menggendongnya.

"Papa? Joshua bawa barang-barangnya ke mobil ya? Sudah papa buka, kan?" tanya Joshua yang sedang sibuk memilih barang yang dapat ia bawa. Pilihannya jatuh kepada tas sang adik dan minuman yang sudah Jennie siapkan.

"Jo bisa? Oh iya, Joshua kan sudah besar. Hati-hati, ya." jawab Taehyung seraya tangannua mengelus kepala sang anak. Joshua tersenyum bangga.

"Do-do! Doo hihihi." guman Tessa yang mengundang decakan gemas semua yang ada di sana. Ia tertawa sembari menunjuk Joshua dengan tangannya yang terkepal.

"Do? Jo maksudnya, hm?" tanya Jennie. Ia mencium pipi Tessa gemas.

Joshua yang senang karena adiknya yang baru berusia tujuh bulan dapat menyebut namanya, mencium tangan sang adik yang bisa digapainya. Setelah itu meringis karena ia terkena iler.

"Hahahahaha! Kena kan kamu, Jo!" dan bukan Jennie jika tak mengisengi sang anak pertama.

"Mama nakal!" Joshua memukul pinggul Jennie cukup keras sebelum pergi dari sana dengan membawa dua tas.

Jennie meringis pelan sebelum kembali tertawa. Mengganggu Joshua adalah kebahagiaannya.

"Jennie, jangan terlalu sering gitu. Kasian Joshua. Lagi nanti kalau dia jadi nggak mau dekat sama kamu gimana?" Taehyung berbicara pada Jennie seraya tangannya mencubit pipi Tessa. Hanya tinggal menyusun makanan di dalam tas jadi Taehyung membiarkan Jennie melakukannua sendiri.

"Maaf, tapi aku seneng kayak gitu, Tae. Hehe peace, nanti bakal aku kurangi deh."

Taehyung menanggapi hanya dengan mencium pucuk kepala Jennie. Ia segera keluar menyusul Joshua. Sembari membawa barang-barang yang belum dibawa Joshua.

"Tuh liat, Sa. Papa kamu memang suka bawel gitu. Dulu, Mama aja dimarahin terus sampai dihukum." ujar Jennie seperti curhat dengan Tessa yang menarik-narik pelan rambut panjang sang Mama.

"Pa? Hihihi? Papa. Papaa! Papa papa! Hihihi." balas Tessa seolah menanggapi ucapan Jennie.

"Gemes banget sih, Sayang."

>>>>>>>>

"Haloooo! Ikuut dong, mau piknik kan?"

"Baekhyun? Lo kok bisa sampai ke rumah gue sih?" heran Jennie.

Saat Taehyung sedang menata makanan di bagasi, Baekhyun datang bersama sang istri dan anak.

"Itu Jennie, Joshua chat sama Jian kalau katanya mau piknik. Terus Jian cerita sama papanya dan papanya ngajak atau lebih tepatnya maksa kita untuk piknin sama kalian." jelas Amanda, istri Baekhyun.

"Kamu itu ya, dari dulu. Tapi nggak papa lah, biar rame." ujar Taehyung pada Baekhyun.

Jennie berbincang kecil dengan Amanda--membicarakan Baekhyun. Baekhyun malah tertawa-tawa dengan Taehyung yang memasang wajah biasa saja. Sedangkan Joshua dan Jian--anak angkat Baekhyun dan Amanda--sedang tos karena akan piknik bersama.

Sedangkan Tessa dan Arin--anak kandung Baekhyun dan Amanda--yang terpaut usia lima bulan hanya bisa saling menatap di gendongan sang mama masing-masing.

"Hei! Gue diundang sama Jian nih. Udah pada mau berangkat?" tiba-tiba ada sebuah suara lagi yang bergabung.

"Jimin?!"

"Rose?!"

Yang disebut namanya terkekeh.

"Sudahlah suruh yang lain nyusul juga, piknik bareeeeng!" dan Jennie mengucapkan kata itu tanpa persetujuan Taehyung yang merasa sedikit keberatan.

Bukannya apa, tapi teman-teman Jennie itu... Ah, sudahlah. Taehyung pasrah.

---

HAI. GIMANA?
BANYAK YANG BEDA LOH, ADA YANG BISA NYEBUTIN?

Dijodohin x KTH [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang