"Dari Rio cup" kata gadis itu menoleh kepada temannya.
"Wah,, tanda tanda tuh"
"Gimana bawa barang ini kekelas, kalo lia nanya ini dari siapa? Gua harus jawab apa cup" kata gadis itu cemas.
"Hmm,, sini gua ajah yang bawa dah. Yaudah yuk ah kekelas,, ntar pak sugeng keburu dateng"
Gadis itu memberikan barang hadiahnya kepada ucup, mereka berdua bergegas berjalan menuju kekelas. Untung saja lia sedang asyik mengobrol dengan teman lainnya, sehingga tangan ucup melesat masuk kedalam tas gadis itu menaruh barang pemberian Rio.
"Hey han" sapa lia tiba-tiba dibelakangnya, membuat gadis itu bersikap gagap. Lia langsung menarik tangan gadis itu mengajaknya duduk di bangkunya.
"Gimana? Jam tangan ini cocok gak buat Rio?" Katanya lagi namun bernada pelan, sembari menunjukan ponselnya terbuka layar aplikasi olshop.
"Rrrio?" Tanya gadis itu masih gagap, melihat temannya begitu sangat antusias membeli barang untuk orang yang gadis itu sukai.
"Iya han, ketua osis yang gua sukain itu loh" katanya masih bernada pelan.
"Ah, iya ketua osis ya? Cocok cocok kok li" kata gadis itu memberikan senyuman simpul. Wajah gadis itu menoleh pada ucup yang diri tepat di depannya. Namun lia tak sadar kalau ucup berdiri memandangi mereka, Lia masih sibuk men-scroll layar ponselnya. Terlihat ucup mengerti apa yang mereka berdua bicarakan, ucup mengangguk-anggukan kepalanya. Namun gadis itu tampak gelisah.
"Beneran cocok han? Oh oke gue bakalan pesen barang ini juga sekarang" kata Lia membuat gadis itu masih diam saja.
"Oh iya satu lagi,, nanti kalo barangnya udah siap lo temenin gua ya ngasih barang itu ke dia" kata lia , mencengkram lengan gadis itu.
"Hah? Nemenin? Gak-gak" tolak gadis itu namun Lia hanya memutarkan kedua bola matanya.
"Huh, yaelah nemenin doang. Lagian gue juga gak nyuruh lu buat ngasih barang ini ke dia. Ya ya han plisss" kata Lia memohon kepada gadis itu. Gadis itu menghela nafas dan mengangguk setuju dengan usulan dia.
"Okey, kata mba besok udah sampai barangnya" lanjutnya lagi.
"Secepat itu?" Tanya gadis itu kaget.
"Iya, olshopnya daerah sini juga. Cepet jadinya, mmm pulang sekolah anterin gua ya beli kotak kado ya han?" Kata temannya , gadis itu hanya mengangguk angguk lalu tersenyum.
Pelajaran pak sugeng telah berakhir. Semua anak di kelas mulai berpencar mencari kesibukan masing masing. Gadis itu masih duduk di bangkunya seorang diri tanpa temannya. Sesekali ia menggigit jari tanda gelisah yang kini ia rasakan.
Matanya beberapa kali menengok kedalam tas, melihat kado pemberian dari Rio.
"Seharusnya gua gak nerima ini, aduhh hann lo sadar gak sih lia suka sama dia" ucapnya pelan menggebuk pahanya.
"Trus sekarang apa yang harus gua lakuin? Menjauh dari dirinya demi sahabat? Atau ikuti kata hati tetap dekat sama dia?"
"Lagian pula, gua juga gak ada apa apa sama dia. Kenapa harus cemas? Dia cuman teman dekat yang bantuin gua fisika"
Gadis itu beranjak dari bangkunya dan berjalan keluar. Saat di perjalanan menuju kekantin, layangan lemparan bola mengenai kepalanya.
"Aduh" ringis gadis itu melihat bola kasti mengenai kepalanya.
"Maaf" ucapnya, gadis itu segera menoleh.
Dia diam termangu saat melihat yang melemparnya adalah kakak kelasnya Zay. Cowo itu berdiri didepan gadis itu dengan mengenakan seragam olahraga lengkap. Jam pelajaran memang sudah selesai, namun ia dan teman temannya masih di sekitar lapangan untuk memainkan permainan kasti.
"Maaf han, Sakit ya" katanya lagi tangannya berayun memegang kepala gadis itu.
"Lumayan kak" balas gadis itu memegangin kepalanya.
"Aduh maaf ya, yaudah ya gua anterin ke uks" ajak Zay kepada gadis itu.
"Gak usah pegang pegang bisa!" Tepis tangan zay dari kepala gadis itu.
Gadis itu diam melihat Rio yang menepis tangan Zay, wajah Zay tampak geram melihat perlakuan Rio yang begitu makin membuatnya kesal. Semenjak saat hukuman upacara senin lalu. Sampai saat kini Zay ingin sekali memberi pelajaran kepadanya. Dia tahu cowo itu ketua osis, tapi bukan seenaknya dia berbuat semaunya.
"Punya nyali lo ya" decak Zay menaikan alisnya sebelah.
"Sorry , gua gak mau debat. Gua cuman gak suka lu pegang pegang dia" kata Rio dengan sedikit menaikan volume perkataannya.
Rio masih memegang janji, untuk menjaga gadis itu supaya tidak kenapa-napa. Zay adalah murid paling disegani di sekolah. Setiap hari ia selalu membuat rekor telat masuk sekolah melebihi telat gadis itu. Tak cuman itu, ia juga sering bolos ke belakang sekolah dan beberapa kali kepergok tengah menghisap rokok. 1000x hukuman tak mampu membuat ia berubah.
Bagaimana jika ayah gadis itu mengetahuinya kalau, anaknya berkerabat dekat dengan kakak kelas nakal itu. Sama saja, ia mengingkari omongannya untuk menjaga gadis itu.
"Emang lo siapanya dia, berani larang-larang gua?!" Balas Zay menarik kerah baju Rio.
Rio tak mau kalah ia juga menarik kerah baju Zay, keduanya masih dalam posisi saling mencengkram satu sama lain. Orang-orang disekitar mulai berhenti berjalan, menonton aksi pertengkaran kedua orang itu.
"Kalian apa-apaan sih" cegah gadis itu membuat mereka melepaskan cengkraman, baju mereka tampak kusut akibat cengkraman kuat oleh tangan-tangannya.
"Kayak anak kecil, lo ya yo. Gua gak sangka lo begini, lagian kak zay cuman nolong gua. Apa salahnya?" kata gadis itu kepada Rio. Di sisi lain Zay tampak tersenyum kecil.
"Tapi han, gua cuman mau nepatin janji gua ke bokap lo buat jagain lo, supaya lo gak kenapa napa." kata Rio.
Orang orang di sekitar yang tadi memerhatikan mereka, mulai beranjak pergi.
"Mulai detik ini, udah lah lo gak usah sok peduli sama gue. Oke!!" kata gadis itu meninggalkan 2 orang laki-laki itu. Tampak masih beberapa orang tengah berbisik membicarakan gadis itu. Namun gadis itu tak menghiraukan dan kembali menuju kekelas.
"Puas kan? Denger gak barusan hana ngomong apa?" Kata zay meledek. Namun Rio masih diam saja, perkataan gadis itu barusan menggoyahkan hatinya. Rio beranjak pergi menuju kekelasnya.
Saat sampai di kelas, lia langsung menghampiri gadis itu.
"Tadi ada yang berantem ya?" Tanyanya membuat gadis itu terkejut. Berdebar jantungnya, takut lia mengetahui semuanya.
"Ah emang? Aduh kok gue gak tau ya. Gua abis dari toilet" elak perkataan gadis itu , membuat lia hanya memanggut manggut.
"Ntar jadi kan nganterin gue?" Kata lia membuat gadis itu menoleh kepadanya.
"E.. iya jadi" kata gadis itu duduk di bangkunya.
************* ************* **********
Happy reading ^.^
Yap yap gimana ama cerita ini? Seru gak?
Yuk ah mampir beri tanda bintang ☆
Salam Hangat
Hana Azizah Ramadhani
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Ketua Osis [REVISED]
Fiksi RemajaPertemuan yang mengesalkan berbuah mengesankan...
![Love Ketua Osis [REVISED]](https://img.wattpad.com/cover/86495016-64-k332991.jpg)