"Ini hana? Seriusan?" Tanya heran Rio kepadanya. Penampilan gadis itu benar benar berubah 180 derajat. Memakai baju dress berwarna biru dongker dengan berhiaskan kalung sebagai pemanis. Rambut gaya andalannya kuncir satu kuda. Sepatu flatshoes berwarna hitam cukup membuat penampilan gadis itu pas.
"Ya ,memang siapa lagi?" Kata gadis itu sedikit tersipu.
"Serius loh, aku baru liat kamu dandan seperti ini. Belajar dari mana?" Katanya masih terpaku pesona memandangi gadis pujaannya.
"Hmm belajar dari siapa ya? Udah yuk ah nanti telat" ajak gadis itu, namun Rio masih saja menatap tepesona memandanginya.
"Sumpah, hati aku berdebar liat perubahan kamu yang kayak gini" katanya, pipi gadis itu berdesir merona merah jambu.
Rio yang berdiri di sisi pintu mobil yang ia pinjam dari ibunya. Penampilannya terlihat angkuh dengan balutan kemeja hitam dan celana hitam. Rio sengaja meminjam mobil ibunya dari 2 hari sebelumnya, untuk di pakai menjemput gadis pujaannya. Nampak paham, tak mungkin ia menjemput gadis pujaannya terus menerus dengan naik motor. Terlebih lagi jika gadis itu berdandan rapi, tak mungkin tiba dengan penampilan kacau akibat angin jalan. Pintu mobil di buka mempersilahkan gadis itu masuk kedalam. Mobil ibunya pun melesat pergi jauh dari pelantaran rumah gadis itu.
Setelah sampai di rumah Rio yang membutuhkan waktu sekitar 1jam, akibat mengalami kemacetan di jalan menuju kerumahnya. Rumah bergaya minimalis di kawasan perumahan. Gerbang terbuka lebar, suasana ramai makin terasa. Saat mobil ibunya masuk kedalam rumahnya.
"Loh acaranya udah di mulai emang? Kok udah ramai?" Tanya gadis itu heran melihat sekumpulan anak anak di teras rumah.
Nampak beberapa orang tak asing di dekat beberapa anak anak itu. Mereka adalah teman teman club bola Rio. Mereka turut hadir dalam acara ini.
"Yaudah ayok masuk" ucapnya kemudian tangannya di genggam mengajaknya masuk ke dalam.
"Yo" kata gadis itu berhenti melangkah.
"Kenapa?" Katanya, badannya menghadap tubuh gadis itu
"Temen temen kamu" ucap gadis itu cemas
"Kenapa sama temen temen aku?"
"Nanti mereka tahu" ucap gadis itu bernada pelan
"Hahaha, tenang ajah. Mereka udah pada tau kok" katanya kembali menarik tangan gadis itu menuju kedalam
"Ha? Udah tau?" Tanyanya bingung , hatinya mulai terasa berdebar.
"Mereka udah pada tahu, cuman aku ngasih tau mereka kalau ini rahasia gitu. Jadi ya yang tau mereka doang. Gapapa kan?" Katanya. "Oh iya sayang, kamu ke dalam ajah ya nanti ada mamah aku. Jangan takut, mamah kamu udah kenal kamu kok. Aku mau nyamperin mereka dulu, sekalian bantuin nata bangku"
Gadis itu mengangguk, kemudian melangkah masuk. Saat di sisi pintu masuk, ada anak kecil berkursi roda, dengan memakai gaun berwarna pink muda dengan bandana pita sesuai dengan warna gaunnya, yang sedang bermain dengan anak anak yang lain.
Pandangan gadis itu terpaku dengan anak kecil yang sedang tertawa bahagia. Pandangan anak kecil itu beralih menatap gadis itu.
"Eh ada kakak sini main sama kita" katanya sambil tersenyum
Gadis itu ikut tersenyum walau hatinya merasa iba melihat anak kecil di kursi roda. Ia berpikir apakah ini tamu dari adiknya Rio? Gadis itu tak memikirkan terlalu dalam, ia kemudian menghampiri anak kecil itu.
"Halo, namanya siapa?" Kata gadis itu tersenyum, sambil mengulurkan tangan
"Nama aku caca, kaka namanya siapa?" Balas dia langsung menangkap uluran tangan gadis itu.
"Nama kakak hana, maaf ya kakak gak bisa main sama adek. Kakak harus bantu bantu di dalam" kata gadis itu , sedikit menimbulkan kekecewaan di wajah anak kecil itu.
"Yah, yaudah deh gapapa" ucap anak kecil itu kemudian bibirnya tersenyum hangat.
Gadis itu masuk kedalam, mencari ibu dari pacarnya. Matanya terhenti di meja panjang di ruang tamu, berdiri seorang perempuan setengah baya sedang menyiapkan kue kue di piring. Gadis itu melangkah ragu menghampiri perempuan itu.
"Assalamualaikum tante" ucapnya di balik tubuh perempuan itu. Badan perempuan itu berbalik menghadap gadis itu
"Waalaikumsalam Ini hana?" Katanya, membuat gadis itu gugup. Benar yang di katakan Rio bahwa ibunya sudah mengenali dirinya.
"Iya tante, ada yang bisa hana bantu tante?" Tanya gadis itu kepadanya
"Ya ampun, ini beneran hana? Cantik banget. Beda jauh sama di foto , yang asli jauh lebih cantik. Sini sini bantu tante nyiapin kue ke piring piring" puji ibu kepadanya membuat gadis itu tersenyum senang. Ternyata sosok ibunya baik dan juga ramah. Sempat beberapa kali berpikir negatif akan sikap ibunya kepadanya.
"Tante seneng akhirnya bisa ketemu kamu, sudah beberapa kali tante ingin bertemu dengan seseorang yang selalu membuat anak tante ini senyum senyum sendirian mulu" katanya membuat gadis itu sedikit tertawa
"Senyum senyum sendiri?" Tanyanya bingung
"Iya, kamu tau. Rio itu dari dulu susah banget kenal ama yang namanya perempuan. Jangankan punya pacar ,teman perempuan pun dia gak punya. Padahal banyak perempuan yang menginginkan dia, tapi dia malah gak peduli. Sampai sampai ada yang ngirim pos pesan terus kerumah cuman buat Rio tapi ya gitu ama dia cuman di jadikan tumpukan gak di baca sama dia. Rio itu susah banget tertarik sama perempuan sempat mikir kalau Rio itu homo" kata ibu Rio membuat gadis itu tertawa lembut
"Dia cuman tertarik dan sayangnya ke saya dan adiknya saja, kamu hebat ya buat anak tante berubah gini. Beruntung juga ikut kebagian kasih sayang dari dia. Dia kalo udah sayang bakalan sayang banget, kayak ke saya dan adiknya gak boleh ada yang ngelukain sedikit pun" ucapnya membuat gadis itu terdiam
Kata katanya membuat gadis itu sangat beruntung, mengenal dirinya dan juga keluarganya.
"Kamu jangan tinggalin anak tante ya. Dia sayang banget sama kamu" katanya terakhir, membuat gadis itu melongo. Tak percaya ibunya berkata seperti itu. Seperti hatinya diajak melambung terbang tinggi. Hatinya berdebar hebat, merasakan senang tak karuan.
"Yaudah yuk bawain kue kuenya kedepan, bentar lagi mau di mulai. Sambil nunggu papahnya Rio nyiapin kue ultahnya"
Gadis itu mengangguk , ikut membantu membawakan kue kue kedepan teras untuk di makan anak anak.
"Oh iya tante, adiknya Rio mana ya?" Tanya gadis itu setelah meletakan kue kue di atas meja.
"Loh kamu belum tahu ya, itu tuh " tunjuknya mengarah anak kecil yang di atas kursi roda.
Gadis itu terbelalak saat mengetahui anak kecil di kursi roda itu adiknya Rio.
"Namanya Caca, kamu belum di kasih tau emang sama Rio?" Tanyanya, gadis itu menggeleng.
******************************
Hola holaaaaa.......
Kembali lagi dengan saya author kece...
Bagaimana dengan part ini? Komen komenlah kuy eits.. tapi jangan lupa vote juga..
Maaf ya updatenya malam nih hehe gapapa ya daripada gak update sama sekali..
Good night , kamu.. eh kalian♡♡♡♡
Salam Hangat
Author yang kece hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Ketua Osis [REVISED]
Teen FictionPertemuan yang mengesalkan berbuah mengesankan...
![Love Ketua Osis [REVISED]](https://img.wattpad.com/cover/86495016-64-k332991.jpg)