Jam istirahat memang selalu di tunggu tunggu oleh setiap murid terutama gadis itu. Bunyi bell istirahat membuat murid murid merasakan beban penat di pikirannya seolah terlepas. Gadis itu merapihkan bukunya lalu berjalan menuju perpus. Pada jam istirahat ini ia tak ingin mengisi perutnya dengan berbagai macam makanan atau minuman yang tersedia di kantin. Sudah beberapa kali Lia menawarkannya untuk bareng ke kantin, namun di tolaknya dengan alasan kenyang.
Sejak dari tadi gadis itu tak banyak bicara dengan gengnya atau Lia teman sebangkunya, dia hanya fokus pada pelajaran dan murung. Maka dari itu untuk mensiasati rasa murung yang akan timbul datang berlebihan gadis itu menuju ke perpus. Mungkin banyak refrensi buku yang membuat gadis itu kembali ke moodnya.
Menurutnya, jam istirahat ini paling pas datang ke perpus. Keadaan didalamnya sepi, tenang, dan jauh dari kata ramai. Karena semua anak lebih memilih untuk menuju kantin atau berdiam diri di dalam kelas sambil mengobrol dan melakukan kegiatan lain bersama temannya.
Gadis itu membuka pintu perpus, rasa dingin ac terasa di tangan dan wajahnya. Ia melangkah menuju rak berisi buku novel dan karya sastra. Gadis itu mengambil satu buku dan duduk di kursi yang kosong. Pandangannya memperhatikan sekelilingnya, semua tampak damai.
"Huh, tenang" batin gadis itu berkata
Gadis itu membuka lembar pertama buku yang ia ambil.
Satu jam di dalam perpus membuat gadis itu refresh seolah tidak ada beban yang ia rasakan akhir" ini. 1 buku novel cukup membuat gadis itu berdiam diri didalam perpus membacanya tanpa gangguan.
Karena waktu yang tak mendukung, dan menuntunnya harus balik kekelas. Gadis itu bangkit dari duduknya, kembali ke rak dan menaruh buku novelnya kembali di dalam rak. Gadis itu melangkah menuju keluar
"Bye ibu" sapa gadis itu kepada penjaga perpus. Dibalasnya senyuman hangat olehnya.
Ponselnya yang sedari tadi di matikan olehnya kini kembali di hidupkan. Beberapa notif pesan mulai muncul dan panggilan tak terjawab.
Rio, Rio,dan Rio nama itu yang muncul pertama kali di layar ponselnya.
[Rio]
Han dimana?
Pesan pertama kali yang dikirim oleh dia. Gadis itu hanya menghela nafasnya.
"Baru ajah, pikiran refresh. Dia lagi yang muncul." Batin dia berkata.
Namun gadis itu menghiraukannya dan kembali berjalan menuju kekelasnya. Diliatnya Lia sedang menatapnya seolah memberi kode bahwa ia akan di hadang pertanyaan banyak darinya.
"Dari mana? Gue cariin lo kemana mana gak ketemu" tanya ia.
"Ada deh" jawabnya, sambil menarik kursinya.
"Lo marah ya sama gue? Kok dari tadi lo diem ajah sama gue. Diajak ke kantin juga gak mau. Kenapa han? Maaf ya kalo gue ada salah" kata Lia membuat gadis itu bingung.
"Ha? Siapa yang marah? , gue dari tadi lagi gak mood ngomong kayaknya suntuk banget di kelas, makanya gue ke perpus sendirian" kata gadis itu menjelaskan.
"Oh, kirain kenapa. Lo tau, tadi Fikri kesini nyariin lo tau" kata lia sontak membuat gadis itu menoleh kepadanya.
"Ha? Ngapain?" Tanya gadis itu bingung
"Ya mana gue tau, tadi dia kesini juga sama Rio ahhh senangnya liat dia di sini" kata temannya itu sambil memegangin kedua pipinya berdesir merah merona di pipinya.
Gadis itu hanya diam saja, untung yang mencarinya itu Fikri. Dia tahu apa yang di lakukan oleh Rio dengan menyuruh Fikri untuk mencarinya.
Bell pulang telah berbunyi, Gadis itu beranjak pergi keluar kelas menggendong tasnya, namun tangannya cepat di pegang oleh Ucup.
"Bentar ikut gue" katanya gadis itu mengikutinya.
Ucup membawanya pergi menjauh dari teman temannya , dia mengajaknya ke lorong ruang eskul yang jauh dari ramai siswa melewati ruangan itu.
"Han, lo di tembak sama Rio?" Pertanyaan pertama yang terlontar oleh dia.
"Ha? Kok lu tiba tiba nanya gitu?" Kata gadis itu bingung.
"Trus lu terima?" Katanya lanjut menghiraukan pertanyaan dari sahabatnya itu.
"Nggak cup, gue gak bisa" kata gadis itu
"Kenapa? Lia?" Tanya Ucup, Gadis itu mengangguk.
"Oalah, lo relain hati lo tersakiti hanya demi Lia " kata Ucup membuat gadis itu terdiam
"Dia sahabat gua cup, gua gak mau nyakitin perasaan dia" kata gadis itu membuat Ucup mendengus
"Iya tapi lu nyakitin perasaan lu sendiri. Gua tau lo juga suka sama dia, gua udah tau semua" kata Ucup membuat gadis itu berkenyit dahi.
"Lo tau dari mana?" Tanya bingung gadis itu.
"Jujur, sebenernya gua sama Adit akhir-akhir itu ngikutin elu" kata Ucup membuat mulut gadis itu menganga.
"Gua ngikutin elu itu punya maksud dan tujuan, gua gak mau lu jalan berdua sama dia sembarangan. Gua takut dia bakalan jahat sama lo, atau dia mempunyai sifat licik yang gak lo tau. Makanya gua sama adit itu mau mastiin kalo lu sama dia itu gak di apa apain. Lo juga gak pernah terbuka sama kita, makanya gua mutusin buat ngikutin lo mencari tahu sendiri." kata Ucup panjang lebar
"Ya ampun, kok lu bisa mikir gitu sih. Dia orang yang baik kok, gak bakalan dia jahatin gue" kata gadis itu membuat Ucup mengangguk angguk.
"Maaf ya, bukan bermaksud gua curiga sama Rio. Gua gak mau sahabat gua itu kenapa napa" kata Ucup, gadis itu tersenyum lebar. Betapa pedulinya sahabatnya itu, ia salah kenapa ia tidak terbuka sama sahabat sahabatnya itu. Mungkin saja ia bisa membantu gadis itu dalam permasalahan cintanya.
"Gapapa cup, maaf gua akhir akhir ini tertutup sama kalian. Karena gua pikir gua gak bisa terbuka sama kalian. Karena gua pikir kalian gak bakalan mau bantu gua" kata gadis menunduk.
"Kita gak bakalan kayak gitu han, kita tuh sahabat. Kalo ada apa apa terbuka sama kita, jangan di pendam yang ada bukannya selesai malah nambah beban" kata ucup.
Gadis itu tersenyum lebar , mereka berdua beranjak pergi dari tempat itu. Namun langkah mereka terhenti melihat Lia dan Adit sedang makan berdua di jam pulang sekolah seperti ini.
"Itu lia" kata Ucup menunjuk kearah mereka.
"Loh, kok tumbenan mereka berdua"kata gadis itu bingung.
Ucup tersenyum lebar, seolah ia tahu apa yang di rencanakan oleh Adit sahabatnya itu. Ucup sengaja mengajak gadis itu tidak menghampiri mereka berdua. Ucup lebih memilih untuk mengajak gadis itu pulang.
[Rio]
Lagi ngapain sama Ucup?
Satu pesan muncul di layar ponsel gadis itu, gadis itu mengkerutkan dahi bingung kenapa cowo itu bisa tau kalau gadis itu bersama Ucup.
****** ****** ****** ****** ****** ******
Happy reading
Maaf ngalor, author lagi kurang sehat akhir" ini huuuu :'(. Maaf ya hehehe
Ternyata masih pada setia nunggu cerita aku :'). Aku senang, aku jadi semangat liat kalian komentar untuk lanjut cerita ini. Terimakasih ya *nangis bombay
Yukk mampir beri vote untuk ceritaku :))
Salam Hangat Dariku ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Ketua Osis [REVISED]
Teen FictionPertemuan yang mengesalkan berbuah mengesankan...
![Love Ketua Osis [REVISED]](https://img.wattpad.com/cover/86495016-64-k332991.jpg)