Membencimu

9K 356 16
                                        

Namun rasa penasaran gadis itu kian menjadi,ia kembali meraih ponselnya dari dalam tas kemudian jarinya mulai membuka aplikasi sosmednya. Dilihat Lia yang barusan mengirim chat berupa kekesalannya di urungkan dalam room chat. Semua teman grupnya masih bertanya tanya, apa yang terjadi dengannya.

Gadis itu terkejut, melihat sikap Lia yang memberi kode kesempatan kepadanya. Kemudian tak lama Lia kembali mengirim chat di grup kelasnya.

Lia : Maaf, chat yang tadi di bajak kakak gue.

Gadis itu tersenyum haru, melihat chat yang barusan di kirim olehnya. Tak sangka perbuatan lia itu benar-benar pantas untuk di sebut Berhati emas, sebenernya gadis itu tahu bahwa Lia berbohong. Tapi ia masih memberikan kesempatan kepada gadis itu, padahal tadi gadis itu telah melakukan perbuatan yang sangat menyakitkan kepadanya. Gadis itu berpikir sejenak, mungkin tadi Lia masih dalam amarah yang membara. Sehingga ia begitu kesal  mengirim chat seperti itu.

Tak lama gadis itu menelpon lia, yang awalnya tak di angkat. Kemudian kedua kalinya baru diangkat.

Hana : Li

Lia : ngapain nelpon? Belum puas nyakitin gue?

Hana : bukan gitu li, gue mau minta maaf .

Lia : gak punya keberanian? Sampai minta maaf harus lewat telpon.

Tak lama sambungan telpon terputus.

Rio langsung menatap gadis itu, gadis itu tertunduk menghembuskan nafas panjang. Tangan kiri Rio melayang kekepala gadis itu, sambil tangan kananya masih memegang stir mobil.

"Udah jangan sedih lagi, nanti kita jelasin ke dia ya" kata Rio sambil mengusap lembut kepala gadis itu.

Gadis itu mengangguk pelan, dagunya di dongak ke atas. Wajahnya sejajar menatap, Rio menatap lekat matanya yang terlihat sayu akibat tangisan tadi.

"Jangan sedih, ada aku" kata Rio tersenyum teduh.

"Yo" kata gadis itu

"Iya kenapa?" Katanya, matanya sekilas melihat kejalan.

"Maaf, aku mau pulang ajah ya. Mau mandi, ngerileks in badan" kata gadis itu to the point

"Oh yaudah, aku putar balik anter kamu pulang" kata Rio, di balas angguk.

Mobil yang di kendarai Rio berputar arah, menuju ke rumah gadis itu.

"Nanti aku jemput ya, abis magrib" kata Rio setelah mereka sampai di pelantaran rumah gadis itu.

"Maaf ya yo, jadi ribet gini" kata gadis itu

"Loh kamu ngapain minta maaf, kamu gak salah. Jangan menyalahkan diri kamu ini bukan salah kamu. Ini salah aku, yaudah ya nanti kita ketemu lagi. Aku sayang kamu" kata Rio mengusap lembut pipi gadis itu.

Gadis itu keluar dari mobil, melangkah masuk kedalam rumahnya. Rio masih di sana menunggu gadis itu sampai benar benar masuk kedalam rumahnya.

Tak lama ponsel Rio berdering, telpon masuk dari Adit.

"Adit" katanya singkat.

Adit : Nanti jadi kan?

Rio : Jadi kok

Adit : Oh iya, gua lagi mau kerumah lia. Ngajak jalan Lia. Sekalian mau nenangin dia gitu sih, nah disini lu sama hana bakal punya kesempatan buat ngejelasin ke dia. Kayaknya gua juga ngajak dia jalan sampe malem.

Rio : Wah kesempatan bagus, oke deh nanti ya abis magrib. Gua sama hana kesana.

Adit : Oke, see you bro

Love Ketua Osis [REVISED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang