Chapter 3: Lancelot dan Odette (part 3)

3.4K 119 52
                                        

“Baiklah, aku memilih... Siapa ya? Hmmm... Aku mengajakmu..., untuk berdansa denganku” membungkuk sambil mengulurkan tangan kanannya. Layaknya mengajak dansa ala kerajaan.

“Apa!? Aku?” heran.

“Ya, aku mengajakmu untuk berdansa denganku. Apa anda keberatan?” dengan nada elegan.

“Ten-tentu saja tidak!” gugup. “Tidak ada yang bisa menolak ajakan berdansa darimu, pangeran” gagap.

‘Apa!? Dia memilih Fasha dibandingkan aku? Kenapa Lancelot..!? Kenapa!? Apa kurangnya aku dimatamu!? Padahal aku sudah berdiri disampingmu supaya kau bisa mengajakku berdansa... Kenapa kau begitu...’ sakit hati.

“Wah, pilihan yang bagus Lancelot. Sekarang giliran aku. Baiklah, aku memilihmu” menunjuk. “Kau! Wanita cantik dari Kerajaan Regina. Odette Putri Swan!” sedikit dikeraskan.

“Apa!?” Odette terkejut.

“Eh? Odette!? Dimana dia?” berbalik badan(Lancelot).

“Alucard apa yang kau lakukan!” marah Layla.

“Hei, ayolah! Ini’kan cuma sekedar dansa biasa. Lagian Odette tidak boleh menolak’kan?” mengoda.

“Alucard kau nekat sekali! Cepat ganti pasanganmu sekarang!” geram Roger.

“Odette...” kata Lancelot sangat pelan, tapi Odette dapat mendengarnya.

“Ha? Lancelot?” membalikkan badannya.

“Hei putri, ayo kita berdansa. Kau tidak akan menolak ini’kan?” menghalang Odette untuk melihat Lancelot.

“Ha... Ba-baiklah...” terpaksa.

“Odette! Apa itu kau!? Odette! Ini aku Lancelot” berusaha untuk memanggilnya.

“Lancelot?” mendengar teriakan Lancelot.

“Lupakanlah dia, putri. Lagian masa kau yang memperjuangkan cintamu sendiri? Dimana-mana, laki-lakilah yang memperjuangkan cintanya, bukan wanita. Kalau dia seperti itu, maka dia tidak akan pernah peka sama wanita. Dia hanya taunya mendapatkan hati wanita itu saja, tidak lebih. Kau harus tau itu” hasut Alucard.

“Alucard, lepaskan Odette sekarang! Dia hanya akan berdansa dengan Lancelot saja! Seharusnya kau tau itu! Jangan merebut kekasih orang!” teriak Hayabusa.

“Untuk apa hah? Ini’kan cuma sekedar berdansa biasa, tidak lebih. Emangnya wajib, kalau seorang putri berdansa hanya dengan pada pangeran saja? Lagian Lancelot sudah memilih Fasha, jadi tidak mungkinlah dia seenaknya meninggalkan Fasha begitu saja. Santai aja kali! Ayo putri”

“Kalau Odette tidak mau, dia bisa menolak berdansa denganmu! Sekarang, kau mau atau tidak berdansa dengan Alucard, Odette?” tanya Layla tegas.

“Aku...” gugup. “A-aku menerima ajakan berdansa dengan Alucard dengan senang hati” sebenarnya terpaksa.

“Baiklah, kalau itu keputusannya” kesal Layla.

‘Odette... Kau ini kenapa sih?’batin Layla.

“Sekarang, mari kita berdansa!” teriak Layla.

‘Maafkan aku Lancelot, aku terpaksa memilih Alucard dibandingkan tidak sama sekali. Lagi pula, tidak mungkin kalau kau membatalkan ajakan berdansa dengan Fasha. Nanti dia akan membenciku. Lebih baik begini saja’ mengambil keputusan tepat.

“Mari kita mulai berdansanya, Fasha...” kata Lancelot berat hati.

“Ayo!” membalas dengan senyuman.

“Wow, GG lo Sha! Buta-buta rupanya ganteng juga yang minat! Aku iri sama kamu Sha!” kata Lesley.

“Itu pujian, apa hinaan? Kok lebih kearah negatifnya dibanding positif?” sindir Fasha.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang