Kerajaan Panterblanck 2
"Oke teman-teman... Sepertinya didepan kita sudah terlihat pintu masuk kerajaannya Alice. Disini banyak sekali mata-mata nya dimana-mana. Kemungkinan dia sudah tau kalau kita sedang di hutan Ilusi(nama hutan didepan kerajaannya Alice). Jadi berhati-hatilah." ingat Lancelot.
"Dan juga, di hutan ini, dan juga didalam wilayah istananya, begitu banyak jebakan dimana-mana. Salah saja melangkah, maka kalian akan kena batunya." lanjut Alucard.
"Kalau kalian tau ada banyak jebakan disini, lalu kenapa kalian nekat juga menerobos masuk ke istananya? Sama juga cari mati namanya." kata Natalia.
"Hoi bodoh! Lu diam aja disitu! Jangan banyak coment lu! Laksanakan saja!" balas Layla.
"Apaan sih. Apa pikiranmu sudah hilang? Masa kau mau menerobos masuk ke istana yang banyak jebakan ini sih? Bane aja udah pernah kena jebakannya. Makanya si Alice langsung mengutuknya jadi cumi. Lo mau digitukan apa!?" tanya Natalia.
"Makanya kau dengar dulu penjelasan mereka! Bukan taunya nyolot mulu jadi orang! Pasti ada alasan kan mereka menerobos masuk ke perbatasan!" balas Layla lagi.
"Sudahlah. Jangan berantam mulu ngapa? Ngak tenang hidup kalian apa!?" tanya Hayabusa kesal.
"Maap..." serentak.
"Kita kesini cuma mau menjemput Gusion saja. Ngak perang. Ingat?" kata Lancelot.
"Kalau mau jemput tu anak, ngapain lo bawa kami semua kesini, ha? Bikin kerjaan tau ga!?" kata Irithel.
"Kan dia waktu itu udah ngomong! Siapa yang mau ikut, silahkan. Kalau ngak mau, tinggal saja! Trus ngapa lo mau ikut, kalau hati lo aja ngak niat!?" balas Eudora.
"Ya, karna gue malas aja tinggal, ntar orang bilang gue lemah. Karena takut pergi ke istana Alice. Ya gue kagak mau digitukan lah!"
"Siapa juga yang mau ngejek lo, ha? Sedangkan abang(Zilong) gue aja ngak gengsi disuruh tinggal. Malahan dia senang disuruh tinggal." jawab Layla.
"Sudah Layla! Irithel! Eudora! Sudah!" udah nggak tahan. "Asal kalian tau saja, alasan aku sengaja masuk kedalam wilayah istananya adalah karena supaya kita tidak susah saat mau membujuknya pergi dari Alice! Dan juga, alasan aku menyusup kedalam wilayah ini adalah, supaya kita tidak berhadapan dengan “sang penjaga perbatasan”!" jelas Lancelot.
Plok-plok-plok (agak lambat)
"Suara tepuk tangan siapa itu!?" kata Alucard mulai serius.
"Hebat! Kau licik sekali Lance! Aku suka jalan pikiranmu!" kata Alice dari depan mereka.
"Alice!?" kata semua Hero syok.
"Hei... Teman-teman... Kalian jauh-jauh kemari karena rindu kepadaku, ya? Wah... Senangnya..." drama.
"Jangan ke ge-eran jadi orang, Alice." kata Lancelot.
"Eh, manisku! Kamu rindu juga ya samaku? Romantisnya..." goda Alice.
"Kau!!!" geram Odette.
"Tahan Odette. Tahan... Jangan biarkan dia mengendalikan emosimu!" ingat Layla.
"Eh Odette? Itu kau? Aku hampir tidak mengenalimu. Kau tambah cantik saja saat dibuatkan skin" kata Alice.
"Jaga jarak dari Lance, Alice! Kalau kau mendekat, akan kubunuh kau!" marah Odette.
"Kenapa? Aku kan mau bersamanya lagi... Jangan pelit dong Odette..." pancing Alice.
"Menjauhlah kau brengsek!!!" hendak menyerang Alice.
