Chapter 25: Kedatangan Hanabi Secara Tiba-tiba

2.3K 77 28
                                        

"Hm..." senyum nyindir. "Hanya itu saja? Aku sendiri saja bisa melawannya." sombong Valir.

"Benarkah?" singguh Lesley.

"Tentu saja. Dia kan seorang vampir. Dengan api-ku, kujamin dia tidak akan hidup besok." yakin Valir.

"Apa kau lupa, kalau gurumu adalah salah satu budak dari Alice?" singgung Lesley lagi.

"Tunggu. Apa kau bilang tadi?" kaget Valir.

"Maaf. Tapi aku tidak mau mengulangi perkataanku lagi. Cukup sekali." meniru gaya bicara Valir, untuk memojokkan dirinya.

"Ayolah! Aku serius!" bentak Valir.

"Iya. Aku juga lagi serius kok. Maaf ya, tapi prinsip hidupku memang seperti itu. Tolong dimaklumi." sindir Lesley lagi.

"Ayolah!!!" paksa Valir.

"Tak mau."

"Lesley..." kata Lancelot pelan.

"Hahaha..." ketawa sendiri. "Maafkan aku. Aku cuma mau mempermainkannya sebentar. Soalnya dari tadi aku sangat benci mendengar gaya bicaranya." cengengesan.

"Itu sama sekali tidak lucu tau. Kau membuatku geram." ujar Valir.

"Oh ya? Baguslah, aku senang mendengarnya. Sudah lama sekali aku tidak seperti ini. Biasanya aku selalu menertawai dan mengejek Fasha, tapi sekarang aku sudah punya yang baru. Aku sangat bahagia sekali!!!" senyum.

*Blush!

'Cantiknya...' membalas senyuman Lesley. 'Eh? Apa yang terjadi padaku!? Sadarlah Valir! Sadar!' menutup matanya dengan tangan kanannya.

"Hei, ada apa denganmu? Apa kepalamu tiba-tiba sakit? Tolong maafkan aku. Aku tadi hanya bercanda. Tolong jangan dipikirkan." risau Lesley.

"Eh? Tidak apa-apa kok. Aku cuma mau menutup mataku." canggung.

"Benarkah?"

"I-iya.."

"Baiklah teman-teman. Karena sudah larut, lebih baik kita beristirahat dulu. Kita akan melanjutkan perjalanannya besok pagi saja." ucap Lancelot.

"Akhirnya!!!" kata sebagian Hero.

"Dasar..." kata Lancelot pelan, lalu pergi menjauh dari kerumunan.

Base Camp MLBB

"Apa disini Haya tinggal?" melihat sekeliling.

"Hahaha..." tertawa agak kuat. "Ayolah! Ceritakan padaku! Aku penasaran!" kata Roger.

"Apaan sih om. Kami ini masih kecil lho. Ngak boleh pacar-pacaran. Ntar kak Miya marah." jawab Nana.

"Ngak papa... Kalian kan sudah remaja, sudah bisalah berpacaran." ujar Roger.

"Boleh?" tanya Lolita.

"Tentu saja, boleh!" jawab Roger kuat.

"Woi tukang penagih hutang! Lo ajarin ajaran sesat apa lagi sama tuh bedua? Mau gue sleding lagi?" kata Hilda.

"Udah. Kau jangan ikut campur. Otakmu ngak masuk dalam hal ini" ngak perduli.

"Apa lo bilang!?" marah.

"Astaga Ger... Stres gue kalo berteman sama lo..." kata Zilong.

"Hai kalian berdua! Menjauhlah dari pak tua itu. Bahaya kalo kalian sampai berteman dengannya, bisa-bisa kalian terkontaminasi olehnya! Menjauh cepat!" kata Chou.

"Heh pak-pak, dan mak-mak rempong! Mending kalian semua get ot (ngak pandai bahasa Inggris) dari sini! Bikin nyemak aja!" perintah Roger.

"Hoi! Sadarlah! Emangnya lo siapa, main ngusir-ngusir kami dari sini hah!? Apa pangkat lo disini!?" geram Hilda.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang