Seminggu sudah, setelah kejadian itu, Lod benar-benar berubah.
Karena Zilong yang orangnya ya bodoamat dan tidak tegas dalam menanggapi sesuatu, Lod rusak.
Ngerti ngak?
Lod sekarang serasa seperti Lod dulu, yaitu sering terjadi konflik dimana-mana. Dan herannya, Zilong tidak pernah turun tangan dalam menghadapi masalah itu, dia memilih diam di basecamp mendengarkan setiap keluhan dari masyarakatnya.
Banyak yang suka dan ada juga yang tidak suka dengan cara kerja Zilong ini. Memang tidak terlalu disiplin seperti Lancelot, justru Zilong kebalikannya. Zilong memberikan setiap kebebasan kepada masyarakatnya.
Tapi, bukannya menjadi lebih baik, justru makin rusak. Lod sekarang tidak teratur, sering terjadi konflik, dan lain-lainnya.
Dan kalian tau apa yang lebih fucknya? Moonton suka akan hal itu.
"Long, sekarang pihak Selena menghentikan kerjasama ekspor pakan kita. Melihat perekonomian kita yang semakin anjlok, membuatnya menolak kerjasama dengan kita. Bagaimana sekarang?" tanya Kagura.
"Sialan." umpat Zilong.
"Dia pikir kita mengharapkan dia? Putuskan jalur transportasi mereka kemari." tambah Zilong.
"Apa? Itu akan membuat kebutuhan rak-"
"DIAM, DAN LAKSANAKAN!!!" bentak Zilong sambil memukul mejanya, dan itu membuat Kagura kaget.
"Baiklah, permisi.." Kagura pun memberi hormat sebelum meninggal Zilong.
"Mengganggu aja, dasar orang-orang bodoh." cibir Zilong saat Kagura hendak membuka pintu.
"Hei Zilong.."
"Kau pikir ini semua terjadi karena ulah siapa, ha?" sindir Kagura yang sedang membelakangi Zilong.
"Kau itu hanya sementara disini, jadi jangan banyak berlagak kau. Nikmati saja waktumu yang hanya tinggal 7 hari itu." kata Kagura sambil keluar dari ruangan itu, dan ia sempat menutup pintu dengan keras.
"7 hari? Akan kubuat itu terasa seperti 7 tahun." kata Zilong sambil menaikkan kedua kakinya diatas meja.
∆∆∆
"Gimana? Enak teh nya? Itu aku sendiri yang buat loh, dari hasil kebun sendiri." sombong Lance.
Sekarang Layla sedang berada dirumah Landet, dan yah, dia tidak jadi kembali ke istana, takut camernya tau kalau dia sedang bermasalah.
"Kau tidak lupa dengan tradisi bangsawanmu, ya." puji Layla sambil menyeduh teh buatan Lance.
"Tidak mungkin aku melupakan tradisiku sendiri." jawab Lance sambil menyeduh teh miliknya.
"Bagaimana dengan Lod?"
"Apa maksudmu?" tanya Lance sinis.
"Apa kau tidak lupa dengan kekuasaanmu di Lod? Apa kau tidak rindu dengan kursi panas mu di basecamp?" sindir Layla.
"Tidak. Aku lebih suka disini. Nyaman dan tentram."
"Lod benar-benar hancur sejak kau meninggalkan posisimu."
"Minum saja teh mu itu, jangan banyak bicara." kesal Lance.
"Kumohon, kembalikan Lod yang kita cinta ini."
Tak!
