Chapter 22: Mimpi Buruk

2.8K 77 17
                                        

“Gusion! Gusion! Gusion! Bukalah matamu!” panggil seseorang dari arah depan.

‘Suara siapa ini... Sepertinya aku pernah dengar...’ membuka matanya.

“Gusion! Kemarilah!” kata orang yang memakai jubah hitam dengan wajah yang tidak jelas.

“Kau!” ingat. “Master!?” syok Gossen.

“Gusion! Kenapa kau seperti ini!” mendekat. “Kemana Gusion-ku pergi, hah!” menyerang Gossen dengan sabitnya, tapi berhasil di elak-kan.

“Master! Ini aku, Gossen! Apa kau lupa?” kata Gossen.

“Kenapa kau mengganti namamu, Gusion! Dan juga, apa kau juga lupa, akan dirimu sendiri?” marah bayangan tersebut.

“Maafkan saya Master..." menunduk kepala. “Saya hanya...” dipotong.

“Jangan bilang kalau kau bergabung dengan mereka, Gusion!” menghentakkan tongkat sabitnya ke bawah.

“Tapi Master, mereka adalah...” dipotong lagi.

“Cukup!” marah bayangan itu. “Gusion! Aku sudah mendidikmu dari kau kecil hingga saat ini, dan melatihmu tentang caranya bertarung, tapi inikah hasilnya!? Inikah hasil yang telah aku ajarkan padamu, Gusion!? Apakah ini!?” mendekat lagi.

“Maafkan aku Master... Aku hanya mau...” dipotong lagi.

“Apa lagi alasanmu kali ini, ha!? Gusion! Jangan lupa akan dirimu itu! Perlu berapa kali lagi aku harus sampaikan kepadamu, hah!? Berapa kali lagi!?” marah besar.

“Maafkan aku Master. Aku janji, tidak akan mengulanginya lagi. Aku mohon, tolong maafkan aku, Master...” memohon.

“Baiklah, Gusion! Kali ini, aku beri kau kesempatan sekali lagi. Tapi, jika kau mengulangi kesalahan yang sama, maka kau akan terima akibatnya!” bentak bayangan itu.

“Terima kasih, Master. Saya akan pergi dari sini, sekarang juga”

“Bagus. Baiklah kalau begitu Gusion...” mengangkang sabitnya.

“Master!” syok melihat sabit itu diangkat keatas. “Tapi saya kan sudah minta maaf!” tegang.

“Mati!” menebas sabitnya ke Gossen.

“Tidak!!!” teriak Gossen~
.
.
.
.
.
"Ampun Master!!!" teriak Gossen, bangun dari mimpinya.

"Gossen! Kau kenapa!?" panik Lesley.

"Hah-hah-hah..." bernapas berat.

"Gossen apa yang terjadi?" tanya Lesley sambil memegang kedua pipi Gossen.

"Lepaskan aku!" bentak Gossen.

"Gossen?" syok.

"Aku bilang lepaskan!" melepaskan  tangan Lesley dari pipinya lalu berdiri dari tempat tidur.

"Gossen! Apa yang terjadi denganmu!?" tanya Lesley syok lagi.

"Gusion! Namaku Gusion! Bukan Gossen!" marah Gusion.

"Apa maksudmu?" kebingungan.

"Gara-gara kau!" menunjuk kearah Lesley. "Aku jadi seperti ini!" bentak Gusion.

"Gossen..." meneteskan air mata.

"Ntah kenapa aku bisa jadi seperti ini, karena bertemu denganmu waktu itu! Seharusnya aku menjahuimu dari dulu! Lihatlah sekarang! Aku jadi  seperti ini karena dirimu!" membelakangi Lesley sambil memegang kepalanya.

"Karena diriku... Emangnya aku salah apa, Gossen...?" menahan tangis, lalu bangun dari tempat tidur dan berjalan kearah Gusion.

"Gossen, gossen, gossen! Harus berapa kali lagi aku katakan padamu!? Namaku itu adalah, Gusion! Bukan Gossen!" menghadapkan tubuhnya ke tubuh Lesley.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang