Chapter 24: Valir's

1.9K 67 25
                                        

Istana Kegelapan

"Plok! Plok! Plok!..." suara tepuk tangan.

"Bagus." senyum. "Kau punya bakat dalam bermain pedang. Aku salut padamu." puji Alice kepada Gusion.

"Terimakasih." jawab Gusion dengan raut wajah masam.

"Sudah kubilang, muridku ini sangat hebat. Jadi, kau tidak perlu takut kalau rencanamu gagal lagi." kata Master Gusion itu.

"Hm." senyum nyindir. "Hanya itu saja kau sudah bangga. Lihat saja nanti jika bertemu dengan muridku. Pasti dia akan kalah." sindir Gord.

"Kalah?" mengulangi kata Gord barusan. "Akan kubuat kau menarik semua kata-katamu." balas Master itu.

"Kita lihat saja nanti." sindir Gord lagi.

"Oke. Ayo Gusion. Kau butuh sedikit istirahatkan? Ayo ikut denganku." kata Master lalu pergi.

"Baik." mengikuti.

"Kuharap..." berhenti. "muridmu bisa mengetahui kelemahan dari muridku dengan cepat." sindir Master itu lagi.

"Tentu." senyum tajam. "Itu pasti." jawabnya lagi.

...

LOD Forest

"Hei! Ini sudah gelap tau! Bisakah kita beristirahat dulu? Apa kalian tidak kelelahan berjalan terus selama 5 jam lebih?" tanya Eudora.

"Alah... Baru juga sebentar jalan, udah kecapean." sindir Irithel.

"Woi gembel! Lo punya otak kagak, hah!? Lo kan naik ni kucing garong! Manalah terasa capek bego!" marah-marah.

"Kau juga, kan? Kakimu aja ngak nyentuh tanah tuh saat jalan. Kok bisa capek, ya? Aku baru dengar tuh." balas Irithel.

"Setiap orang itu pasti ada capeknya, bodoh!" emosinya naik drastis.

"Emangnya kau manusia apa?" ejek Irithel lagi.

"Apa kau bilang?!!" geram tingkat dewa.

"Hei-hei! Tenanglah!" kata Freya berusaha melerai keduanya.

"Minggir! Aku sudah lama memendam perasaan ini...!!" siap-siap menyerang.

"Perasaan apa? Cinta?" tanya Alucard tiba-tiba dari belakang Eudora.

"Murka(emosi) bodoh!!!" jawab Eudora sambil me-ulti Alucard.

Pletas!!!

"Waa!!! Ampun Dor!!!" berhasil mengilak.

"Kemari kau!!!" murka besar.

"Eudora! Sudah!" kata Layla berusaha menahan Eudora agar tidak mengejar Alucard.

"Lepaskan aku kaparat!" meronta.

"Hei, Eudora! Tenanglah!" kata Odette sambil membantu Layla menahan Eudora.

"Kemari kau!"

Pletas!!!

"Apa itu barusan?" terkejut mendengar suara petirnya Eudora. "Aku mencium bau energinya Lady.  Apa itu dia?" terbang keatas untuk mencari asal suara tadi.

"Apa yang sedang terjadi?" kaget Lancelot.

"Pasti mereka berantam lagi." tebak Lesley.

"Kurasa kau salah. Lebih baik kita cek kesana." saran Lancelot.

"Lupakanlah. Kita harus membicarakan strategi perang ini." ujar Lesley.

"Tapi, siapa tau saja mereka sudah kelewatan." lanjut Lancelot.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang