Chapter 44

645 26 10
                                        

Ke'esokkan harinya..

Di kantornya Moonton.


"Hei, bangunlah." suara melengking itu menganggu tidurnya Lance.


"Pergi sana." usir Lance yang malah keenakan tidur dilantai(penjara). Ia masih setengah sadar.

"Bangun woi! Kau kembali ke Lod hari ini!" kini Lance tau siapa yang berbicara padanya.

"Ngak mau, aku betah disini." jawab Lance sambil membalikkan tubuhnya menghadap dinding.

"Hei bangunlah! Aku tak sudi menampung dirimu disini! Sana! Kembali ke tempat asalmu!" bentak Moonton sambil membuka gerbang penjara Lance.

"Aku lahir dari sini, bukan Lod. Ini rumahku."

"Anak ini.." geram. "Cepat kembali atau kau kuhapus!" ancam Moonton.

"Hapus aja. Lagian ngak ada gunanya juga aku kembali, bikin malu aja. Mending dihapus, ngak ada masalah yang akan terjadi." jawaban Lance bikin Moonton naik darah.

"Bangun ngak kau!?" bentak Moonton sambil menarik rambut panjang Lancelot.

"Tarik aja, lagian aku ingin potong rambut." Moonton lagi-lagi emosi.

"Kembali ngak, atau pacarmu akan kuhapus juga. Atau kusiksa saja dengan kedatangan mantanmu itu?" kini ancaman Moonton sukses bikin Lancelot goyah.

"Baik, aku akan kembali." langsung berdiri. 'Moonton kampret.'

"Oh ya, kau ku nerf selama seminggu, dan berhenti menjabat sementara, 2 Minggu." belum selesai Moonton ngomong, Lance malah menyela.

"Kenapa tidak selamanya saja. Aku lelah menjalani kehidupan normalku. Aku ingin menjadi hero biasa." kata Lance sambil berjalan menjauhi Moonton.


"Anak sialan ini..." geram Moonton.


"Oh ya, aku ingin mengkritik sedikit tentang penjaramu ini." berhenti sejenak.

"Menurutku tempat itu tak layak dikatakan penjara, anak kecil pun tahan bertahun-tahun tinggal disini. Menurutku, itu penjara paling rendahan yang pernah aku lihat. Dimana-mana, penjara itu tempat paling kejam ketiga setelah neraka, tapi tempat ini rasanya seperti berada dipanti saja." setelah mengatakan itu, Lance kembali melanjutkan langkahnya.


"Ini penjara khusus, bodoh!" bentak Moonton.

★★★




Basecamp MLBB


"Wahai.. Isabelaaa, lambang cinta.. yang membahana~"



"Kapan pula liriknya jadi begitu.." heran Alucard kepada Roger.

"Sejak Fattah menjadi Lucinta Luna." jawab Haya sambil menepuk punggung Alucard. "Eh, siapa yang jaga gerbang sekarang?"

"Gatot, YSS, sama Fanny." jawab Zilong yang berada disamping Alucard. "Kenapa?"

"Ngak, kupikir anak buah Roger yang jaga sementara."

"Enak aja lu ngatur-ngatur anak buah gue. Mereka juga lelah, menjaga seharian kemaren." ketus Roger.

Ditengah-tengah pembicaraan mereka, datanglah Lancelot dengan santainya..

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang