Rumah Ruby
"Dasar..." meletakkan Ruby ditempat tidurnya. "Dia yang tidur, orang pula susah dibuatnya" menyelimuti Ruby. ‘Sebaiknya aku cepat pergi dari sini, sebelum mereka datang’ pergi.
Saat Gossen sudah keluar dari rumah Ruby, tiba-tiba saja Lesley yang sedang lewat didepan rumah Ruby terkejut melihat Gossen keluar dari rumahnya Ruby.
"Eh!? Itu kan... Si buronan itu!" kaget. ‘Apa yang dia mau lakukan dirumah Ruby? Mencurigakan!’ pergi mengikuti Gossen.
‘Kayaknya, ada yang ngikutiku... Siapa ya?’ berhenti. "Hmm..." melirik kesamping.
"Hm.." senyum. ‘Kau tidak akan bisa melihatku’
"Kena kau!" melompat kearah Lesley dengan cepat.
Bruggg!!!
"Kau lagi!?" terkejut. "Apa kau masih belum puas untuk menaklukkanku?" menduduki Lesley.
"Mesum!!!" teriak Lesley hingga membuat Kagura mendengarnya.
"Suara siapa itu?" melihat kebelakang.(jarak mereka hanya sekitar 11 meter). "Tidak ada siapa-siapa. Tapi, suara tadi kan... Sudahlah palingan itu cuma imajinasiku saja" pergi.
"Tadi itu hampir saja..." bersembunyi dibalik pohon besar dekat rumah Ruby, sambil memeluk Lesley dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Lalu melihat kearah Kagura.
"Hmmmm!!!" marah Lesley(ndak jelas suaranya karena di tutup mulutnya).
"Diam! Aku sedang memeriksa sekeliling dulu" dicuekin.
"Hmm!" menginjak kaki Gossen dengan kuat.
"Ahk!!!" teriak Goosen.
"Makan tu! Makanya, jangan coba-coba menyentuhku sembarang! Dasar mesum!"
"Woi wanita gila! Datang-datang malah ngikuti orang! Pas dilawan malah marah sendiri! Stress kamu, ya!?"
"Enak aja bilang aku stres! Jelas-jelas kamu itu cowok mesum! Selalu modusin cewek aja kerjanya! Kau pikir aku mau aja digituin, hah!? Siapa kali kau!" tidak mau kalah.
"Terserah! Terserah kau mau bilang apa! Aku udah capek dengar ocehanmu itu. Dikit-dikit mesum! Salah dikit dibilang mesum! Kau pikir semua cowok itu sama, hah!? Pantas aja ndak banyak cowok yang mau berteman denganmu" kata Gossen itu membuat Lesley terdiam.
"Pasti karena kau bilang mereka mesum. Suka modusin cewek. Itu terus... Muak aku dengarnya. Sudahlah, aku mau pergi dulu. Bosan aku kalau ketemu denganmu" pergi.
"Hiks... Hiks... Hiks..." tangis Lesley.
"Eh?" terkejut mendengar Lesley menangis. "Maafkan aku!" merasa bersalah, lalu menghampiri Lesley.
"Tidak apa... Hiks! Aku pantas menerima itu... Hiks!" menutup mulutnya.
"Maafkan aku... Aku tadi tidak bermaksud menyakiti perasaanmu kok. Kumohon berhentilah menangis" memeluk Lesley.
"Aku seperti itu padamu, karena aku trauma kejadian dulu... Makanya, aku jadi anti sama cowok" memeluk leher Gossen.
"Jangan khawatir... Aku tidak akan bersikap sembarang kayak tadi lagi sama kamu..." nyesal.
"Makasih..."
...
"Hoaamm!" bangun. "Dimana aku..." mengucek-ucek matanya. "Ini kan kamarku..." menarik selimutnya. "Oh iya! Aku ingat! Aku kan kemarin tidur dipohon sama Gossen. Pasti dia yang ngantar aku kesini!" sadar. "Aku lupa ngucapin terima kasih lagi... Dia dimana ya, sekarang? Aku jadi keinget kata-katanya..."
