Ke’esokkan harinya...
Base Camp MLBB
"Tutup?" kata Lesley sambil melihat pintu masuk base camp. ‘Apa aku datang terlalu pagi, ya? Oh iya, rata-rata yang selalu berada dibase camp ini’kan laki-laki. Pastilah mereka datang kemari agak lambat, terutama...’ bicara dalam hati.
"Terutama siapa?" sambung Lancelot tiba-tiba.
"Eh!?" kaget. "Lancelot?" membalikkan badannya.
"Maaf, kami tidak seperti yang kau pikirkan. Kami ini orangnya disiplin, tapi kadang-kadang juga pernah lalai dan ceroboh"
"Oh, begitu ya? Maaf atas perkataanku tadi" malu.
"Jabwal base camp buka itu biasanya sekitar jam 8 atau jam 10." berjalan ke pintu masuk base camp. "Tapi, aku sudah terbiasa datang kemari setiap jam 6 pagi. Soalnya aku selalu meraton dulu jam 5 pagi, sekalian menuju ke base ini." jelas Lancelot sambil membuka pintu base camp.
"Begitu ya..." tak tau mau berkata apa.
"Silahkan masuk." kata Lancelot sambil berjalan ke ruangan rapat.
"O-oke..." mengikuti Lancelot.~
..
"Berbicara tentang masalah Gossen, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
"Bertanya apa?"
"Apa hubunganmu dengan Gossen, sampai-sampai kau ingin melibatkan dirimu kedalam masalah ini? Bukannya biasanya kau paling benci diberi tugas olehku? Karena aku ini Assassin." tanya Lancelot membuat Lesley terkejut.
"Bukannya begitu! Sebenarnya aku ini..." dipotong Lancelot.
"Mencintainya?" tebak Lancelot.
"I-itu tidak benar! Gossen itu adalah temanku, makanya aku mau membantunya menuju jalan yang benar!" menahan malu.
"Teman? Apa maksudmu teman tapi sayang?" goda Lancelot.
"Itu tidak benar!" malu berat.
"Hahaha... Kau mudah sekali ditebak. Tadi aku hanya ingin tau, apa hubunganmu dengan Gossen sampai-sampai kau datang kemari begitu cepat sekali. Bukankah, kau tau jabwal buka dan tutup base camp?" goda Lancelot lagi.
"Itu tidak benar!" marah Lesley menahan malunya.
"Dan juga, aku sempat dimarah-marahi sama bocah kecil itu, karena kakaknya tidak bisa membuatkan makan malam untuknya dan juga tidak bisa tidur, karena terus memikirkan keadaan Gossen." kata-kata Lancelot barusan membuat malu Lesley naik drastis hingga rasanya dirinya mau meledak aja.
"Dan juga... Aku dengar dari Fasha, kalau kau pernah curhat padanya, kalau kau pernah dibuat salah tingkah oleh Gossen..." goda Lancelot lagi. "Oh iya, aku juga lupa. Waktu lomba Event Valentine’kan, kau berpasangan dengannya. Dan juga.., aku heran padamu. Kau kan pernah bilang, kalau kau sangat membencinya, waktu kau bertemu dengannya di bagian Utara LoD. Tapi, setelah 3 bulan lebih kau tidak bertemu dengannya, tiba-tiba aja kau membawakan Gossen kepadaku. Dan kau bilang, kalau kau sudah membujuknya untuk bergabung dengan kita." kata-kata Lancelot membuat Lesley angkat bicara.
"Sudah!" ucap Lesley seperti meniru gaya Lancelot saat dirinya mulai muak. "Kembali ke masalah Gossen. Bagaimana rencanamu untuk membawa dia kembali lagi kemari." tegas Lesley seolah-olah seperti atasannya Lancelot.
"Maaf atas perkataanku tadi. Soalnya aku sudah lama tidak bersikap seperti ini pada temanku, setelah aku diberi kedudukan dibase camp ini. Ingin rasanya aku kembali keposisiku semula, dimana aku bisa bebas bercanda dengan teman-temanku." curhat Lancelot dengan meniru bahasa orang detektif.
