Ke’esokkan harinya...
Base Camp MLBB
"Wow, ni tempat menarik juga. Jadi pingin gabung kesini" kata Pharsa(Fasha) #gue bingung yg mana nama aslinya:v
"Emangnya lo punya bakat apa buat gabung? Lo aja..." Sindir Lesley.
"Lu belum pernah kena ulti gue, ya?"
"Hahaha.. Saya cukup puas melihat anda, jadi tak perlu yang lebih-lebih. Itu saja cukup"
"Lo aneh banget. Stres kalo gue punya teman kayak lo"
"Emang tuh! Buktinya aja, lu udah ubanan duluan dari pada gue;v tapi masa sebelah ya? Suatu penyakit langka...” sambil menyentuh ujung rambut putihnya Fasha.
"Ihh ngapain dekat-dekat! Ntar dibilang lesbi lagi. Menjauh sana!"
"Njirr.. lu pikir gue cewek apaan!?"
Was-wes-wos(suara semua orang didalam ruang rapat).
"Oke perhatiannya sebentar!!!" Teriak Layla yang sudah duduk dikursi milik Lancelot.
"Terimakasih telah mau datang kesini. Mungkin kalian semua heran, kenapa aku menyuruh kalian semua kemari. Sebenarnya ada suatu masalah yang kita hadapi sekarang, dan masalah itu tidak seperti yang biasa kita alami dulunya" terhenti sejenak.
"Aku mendapat berita dari Cyclops dan Alpha, bahwa katanya terjadi kehancuran dibagian Utara Land of Dawn. Mereka bilang bahwa tanah yang dulu ditemui banyak bukit-bukit dan beberapa hutan lebat, sekarang rata dan menjadi sebuah padang pasir. Kami sempat mengirim dua rekan kerja MLBB untuk memeriksa daerah tersebut. Rekan yang kami kirim kesana waktu itu ialah, Saber dan Sun. Tapi sayangnya, sudah 3 hari mereka tidak kembali juga dengan laporan mereka(dihitung juga dengan hari ini). Karena rasa ingin tau-nya ‘ketua’ kami dengan tempat tersebut, ia memutuskan pergi bersama dengan beberapa rekan kerjanya kesana. Tapi, saat mereka sampai kesana...," terhenti sejenak lagi.
"mereka,, mendapat serangan dari salah satu penyihir yang sedang konflik dengan seorang penyihir lainnya. Kami tidak tau siapa nama-nama penyihir yang melakukan serangan itu. Karena serangan yang diberikannya, beberapa rekan kerja kami pingsan semua. Sedangkan ketuanya.., berhasil lari dari serangan tersebut. Tapi sayangnya, serangan itu mengenainya sedikit, dan itu membuatnya pingsan juga. Tapi... Yang mengambil ketua waktu itu adalah penyihir satunya lagi. Dan kami tidak tau lagi setelah kejadian itu" terhenti lagi, karena dia masih mencemaskan keadaan Lancelot.
"Ah, boleh aku tau siapa saja orang-orang yang kau maksud tadi?" tanya seseorang berambut pirang dan memiliki badan yang pendek. Dengan menggunakan topi seperti pesulap, bernama Harley.
"Tentu saja. Teman-teman kami yang terkena serangan oleh penyihir itu adalah Alucard, Zilong, Argus, Hayabusa, Saber dan Sun" jawab Miya.
"Argus ikutan juga!" kata Rafaela terkejut.
"Haya! Gimana bisa begitu!?" tanya Kagura syok.
‘Gimana dengan dia... Apakah dia baik-baik juga disana..? Aku mulai cemas denganmu, Lancelot. Dimanakah kau sekarang..? Semoga kau aman disana...’ batin Odette. Dia berdiri disebalik pintu tempat ruangan kosong yang juga ada didalam ruangan rapat itu.
"Kami juga tidak tau kenapa, tapi itu seperti aku mengenalinya(*ngarang cerita). Tapi aku tidak tau siapa pemiliknya" bergaya seolah-olah dia adalah seperti seorang pemimpin disitu.
"Lalu siapa namanya ketua itu?" tanya Digger.
"Di-dia, adalah Lancelot" gemetar.
"A-apa!?" satu ruangan terkejut.
