Chapter 36: Masalah Lagi

828 36 14
                                        

"Hei! Sedang apa kau?" ucap Roger sambil menepuk pundaknya Martis.

"Hah!?" terkejut. "Hei! Apa-apaan kau ini." kesal Martis.

"Hoi, jangan ngegas ngapa! Mau ngapain kau?" tanya Roger.

"A-aku.." membalikkan kepalanya kearah wanita tadi berdoa.

Belum selesai Martis ngomong, rupanya wanita itu sudah menghilang.

"Kemana dia?" syok Martis.

"Dia? Siapa? Apa kau membawa anak buahmu kemari untuk membuat ricuh lagi?" tanya Roger balek.

"Bukan itu. Tadi aku melihat seorang wanita sedang berdoa disana." kata Martis sambil menunjuk arah wanita tadi berdoa.

"Kau bercanda ya? Sudah jelas disini tempatnya selalu sepi saat jam segini, mana ada juga orang yang datang. Lagian juga kalau jam segini para perempuan biasanya melakukan pekerjaan mereka masing-masing." jelas Roger yang tidak percaya dengan perkataan Martis.

"Ini beneran! Aku melihatnya berdoa tadi disini. Wanita itu memakai jubah hitam dan ada tato sedikit di tangannya." tambah Martis.

"Jangan ngawur kau. Disini wanita yang memakai jubah hitam, cuma Natalia. Dan anak itu tidak pernah kemari. Palingan sekarang dia sedang latihan sekarang." bantah Roger yang sok tau.

"Tapi memang sungguh, aku melihat itu. Cuma lengah beberapa detik saja, dan wanita itu menghilang." tambah Martis.

"Sudahlah, mungkin itu karena efek kau percaya dengan mitos pancuran ini, jadi ngayal kau. Ayo balek!" kata Roger sambil meninggalkan pancuran, dan diikuti oleh Martis.

'Siapa wanita itu..?' - melirik kebelakang.

"Hei! Kau mau disini terus? Ayo kembali ke basecamp!" panggil Roger.

"O-oke." berlari kearah Roger.

...

Base Camp MLBB

"Ingatlah angka-angka ini. Itu adalah id-mu. Jangan sampai id-mu diketahui oleh hero lain, karena itu beresiko berat. Dirimu bisa dikendalikan oleh hero yang membobol datamu." jelas Lance kepada Lunox.

"Ba-baiklah. Aku akan menghapalnya." kata Lunox langsung.

"Oh iya, aku mau bertanya padamu. Dimana hero-hero yang lain? Kenapa cuma kau saja yang baru datang? Moonton bilang padaku, semua hero sudah berangkat. Cuma Kimmy saja yang belum." tanya Lance.

"Oh.. kalau itu, aku tidak tau. Tapi waktu itu, mereka duluan berangkatnya daripadaku. Aku kesini sehari setelah mereka berangkat. Mereka berangkat secara terpisah karena pemberangkatan pertama itu dikhususkan untuk hero laki-laki saja. Makanya aku berangkat kesini cuma sendiri." jelas Lunox.

"Ahh.. Mereka malah menambah beban ku saja. Aku tau, pasti mereka berkelana di hutan-hutan seperti Gusion dulu. Terkadang ingin rasanya aku menganjurkan aturan baru kepada Moonton. Soalnya tahun ini, hero-hero baru, bahkan skin dan event-event lainnya datang sebelum, bahkan ada yang sudah lewat dari tanggal perjanjian. Memang tidak disiplin hero-hero sekarang, geram aku dibuatnya." kesal Lancelot.

"A-apa kau marah padaku juga?" tanya Lunox polos.

"Yaa.. sedikit." jawab Lancelot.

"Kenapa?"

"Aku kesal padamu karena kau tidak menghapal id-mu. Bahkan kau saja tidak tau apa itu id. Dan kau, dengan senang memperlihatkan id mu itu kepada hero lain." ungkap Lance.

"Maafkan aku. Aku tidak tau sama-sekali waktu itu. Asal kau tau saja, saat aku baru membuka mataku, saat aku baru diciptakan... Moonton, juga semua orang yang ada disana tidak memberitahuku atau mengatakan apapun padaku. Mereka semua mengacuhkanku. Aku seperti pajangan disana. Dan aku mengalami itu selama 4 bulan lebih.." curhat Lunox.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang