Kerajaan Elf
"Ada keperluan apa kau datang kemari?" tanya Estes.
"Yaelah. Malah nanya, ya nengok keadaan si plastik'lahh!" kata Lance sambil mengikat rambutnya.
"Kalau mau jenguk orang bawa buah tangan dong! Ini nggak datang nggak bawa apa-apa." sindir Estes.
"Spesial kali si plastik satu itu sampai-sampai harus dibawa sesuatu segala kalau ingin menjumpai dia. Emangnya dia raja apa? Nggak kan?" balas Lance.
"Bilang aja kau iri..." menaikkan alisnya sebelah. "Waktu kau seperti dia, yang jenguk cuma Layla, Hayabusa, Zilong, Chou, Odette, Alucard dan Miya saja... Itu pun mereka cuma bawa buah jeruk 2kilo, buah salak 1kilo, sama bunga mawar merah dan biru seikat. Kacian amat cinnn..." ejek Estes lagi.
"Kampret kau kw-an Neji!" menyikut perutnya Estes pelan. "Udah bilang aja kau ingin buah tangan yang dibawa oleh setiap hero wanita yang sering datang kesini buat jenguk si plastik. Yakan, yakannn...???" balas Lance lagi.
"Taikla.. Tau aja apa yang aku lakukan selama ini." ucap Estes sambil cengengesan. Kalau sama Lance dan Argus, si Estes blak-blakan aja orangnya. Kalau sama yang lain mah serius aja bawaannya.
"Asal kau tau, aku kesini bawa juga bawa sesuatu untuk si plastik." ucap Lance sambil mengandeng lehernya Estes.
"Apa itu? Aku tidak melihatnya."
"Pukulanku untuk memukul wajah si monyet itu karena sudah memancing emosiku waktu perang kemaren." ucapnya santai.
"Mantap brotherrr!! Setelah itu, siap-siap aja di ulti massal sama seluruh hero cewek yang ada di LOD ini..." jawab Estes.
"Kampretlah siplastik itu. Ntah kenapa dia diciptakan oleh Moonton. Hero lain kek, malah dia pula yang dibuat." kesal Lance.
"Tapi saingannya si Alucard dengan Zilong... Hahahaha...." canda Estes.
"Sainganku juga itu kampret."
"Emangnya kau tampan?" ejek Estes lagi.
"Mamam tu kakek Sugiono buatmu!" menggizing atau mengerok kepalanya Estes.
"Sakit anjir!!!"
"Ikeh-ikeh!!!" teriak Lance.
"WOI BERISIK BEGO!!!!" marah Hilda dari dalam ruangan didepannya Lance dan Estes.
"Se-sejak kapan si waria itu datang kesini?" kaget Lance.
"Dari 3 jam yang lalu." ucap Estes sambil gemetar.
"Dia nggak macam-macam kan didalam? Si Lesley tau dia disini dari tadi?" tanya Lance sambil merinding.
"Ntahlah. Aku harap si Gusion aman-aman aja sampai datangnya Lesley." jawab Estes pelan.
"Lesley belum datang-datang juga dari tadi?" heran Lance.
"Terakhir kali dia datang tadi pagi.. Sekitar jam 9 pagi tadi. Tapi dia sebentar doang disini, setelah itu dia nggak datang-datang lagi. Biasanya dia langganan datang ke istanaku. Mau kadang 4 kali dia bulak-balek kesini. Kadang juga nginap." bisik Estes.
"Namanya juga lope-lopenya lagi sakit, yaa tu anak risaunya tingkat dewa."
"Gimana kalau Lesley tau Hilda ada disini sudah lama?" takut Estes.
"Siap-siap aja istanamu hancur."
"Kampret kau!" ucap Estes sambil menunjukkan devil smilenya.
"Nggak terbayangku keadaan Gusion didalam kamar itu dengan si Hilda." jijik Lance.
