Keesokan harinya...
Rumah Sakit LOD
"Bagaimana dengan keadaan Lancelot, Rafaela?" tanya Layla.
"Dia lumayan parah lukanya, dibanding yang lain. Tapi, kau tak perlu khawatir, dia sudah mendingan sekarang. Aku juga sudah menjahit setiap luka sobekan yang ada disekujur tubuhnya itu" jawab Rafaela.
"Begitu, ya? Kapan dia bisa pulang?"
"Aku juga belum bisa menentukannya. Tapi, menurut perkiraanku, biasanya pasien yang seperti ini harus tinggal dirumah sakit sekitar 2 atau 4 hari. Tapi aku akan berusaha keras untuk mengobatinya dengan cepat, supaya dia tak perlu berlama-lama disini" menjelaskan panjang lebar.
"Begitu ya... Apa boleh aku melihatnya?"
"Tentu saja. Tapi, hanya kau saja. Soalnya, Lancelot perlu istirahat penuh tanpa gangguan dari orang lain"
"Baiklah. Bisakah kau mengantarkan ku kesana?"
"Tentu saja bisa. Mari"
"Kak Rafaela!!! Kak!!" teriak gadis kecil dari kejauhan.
"Eh, Nana. Ada apa?" tanya Rafaela.
"Kak, tolong sadarkan kak Miya!! Dia belum sadar-sadar juga dari kemarin" tangis Nana.
"Kok bisa? Apa yang terjadi padanya?" heran Layla.
"Itu karena kak Eudora.. Kak Eudora menyentrum kak Miya, saat kak Miya mau menembak Gord saat itu... Dan kak Miya-nya tidak sadar-sadar juga dari kemarin..." menangis sangat kuat.
"Karena Eudora?" ulang Layla lagi.
"Iya kak..."
"Ee... Layla. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu kekamarnya Lancelot, sepertinya Miya membutuhkanku" pergi.
"Aku ikut" ucap Layla penasaran.
"Bukannya kau mau menjenguk Lancelot?" tanya Rafaela.
"Jenguk dia nanti saja. Aku mau melihat keadaan Miya dulu, baru kesana" jawab Layla.
"Baiklah, mari kita kesana" pergi.
...
"Sepertinya aliran listrik yang disentrumkan Eudora pada tubuhnya Miya, lumayan kuat sekali. Patut saja Miya tidak sadar-sadar juga sampai sekarang" kata Rafaela masih memeriksa tubuh Miya.
"Kok bisa?" tanya Layla.
"Tentu saja bisa. Soalnya, kalau tegangan listriknya kuat, kemungkinan dapat membuat orang yang terkena sembaran tersebut, bisa saja mati. Tapi, kalau tegangan listriknya lemah, tidak mungkin Miya pingsan selama ini" jawab Rafaela.
"Apa, Miya masih bisa hidup?" banyak nanya.
"Tentu saja, Layla. Selama aku masih ada, maka segala penyakit dapat aku sembuhkan" jawab Rafaela sok cool.
"Masa?"
"Hehehe... Aku cuma becanda" cengengesan.
Tiba-tiba, datanglah Eudora dengan membawa beberapa Buah masuk keruangan itu, tanpa mengetuk pintunya.
"Miya, aku membawakan kau beberapa..." terhenti.
"Eudora! Apa yang kau lakukan pada Miya?" tanya Layla seram.
"A-aku..." kabur.
"Eudora, jangan kabur!" mengejar Eudora.
‘Kenapa ada Layla dan Rafaela pula disana, sih!? Aduh... Pasti Layla sudah tau yang sebenarnya’ pikir Eudora sambil berlari.
