Kriekk...
"Bagaimana kabarmu...?"
"Dimana Haya?" suara serak-serak halus itu membuat seorang pria yang bertanya tadi iba mendengarnya.
"Kan sudah kubilang, jika dia sudah sadar, akan kukeluarkan kau dari sini."
"Katakan dimana dia!!!" ya, dia adalah Kagura. Dan dia pun langsung berdiri didepan orang tersebut.
("Hei dia mulai lagi!"
"Jangan!") - berbicara melalui telepati.
"Dia masih dalam tahap penyembuhan. Bersabarlah."
"Ke-kenapa..." berjalan ke pria tersebut. "Kenapa kau menyalahkan ku..." memegang kedua bahu pria tersebut.
"Aku tidak menyalakanmu. Aku hanya ingin Haya cepat sembuh tanpa diganggu siapapun. Mengertilah Kagura.." ucap pria itu saat melihat temannya menangis dihadapannya.
"Lalu dimana Hanabi! Dimana dia! Kau pasti tidak mengurungkannya, kan! Aku menunggu selama berhari-hari, sedangkan dia, bebas kemana-mana tanpa dihalangi apa pun! Iya kan!?" maki Kagura.
"Aku tidak bisa mengurungnya. Dia sudah masuk kedalam warganya Selena. Jadi aku tidak bisa seenaknya padanya. Tapi aku sudah melarangnya untuk ke istana Estes. Biar kalian sama."
"Sama kau bilang? Aku disini, bagaikan tahanan, sedangkan dia bebas kemana saja! Jadi inilah yang kau bilang adil!? Jadi inilah sifat asli sang pemimpin disini!?" maki Kagura lagi.
"Aku mengurungmu, supaya kalian tidak bertarung lagi. Tapi, jika kerajaan Selena sudah selesai, aku akan mengusirnya dari sini, dan kau bebas. Tapi kau juga belum bisa menemui Haya, sampai dia sadar." jelas pria itu, yang tak asing lagi, Lancelot.
"Berapa lama lagi... Berapa lama lagi, Lance!!?" marah Kagura.
"Kagura..."
"Kubilang, berapa la~"
Blazzz
"Hampir saja..." ucap Eudora yang tiba-tiba berada disamping Lancelot.
"Sudah kubilang, tidak perlu harus begini!" ucap Lance.
"Dia tadi hampir menyerangmu! Kau sudah kubantu, ya berterima kasih kek!" balas Eudora tak mau kalah.
"Kau ini... Dia itu juga sama denganmu, main disentrum-sentrum aja." kata Lancelot sambil menggendong Kagura keatas tempat tidur.
"Heh, walaupun payungnya kau tahan, tetap saja, dia masih punya kekuatan dalam tubuhnya itu. Lagian, ada untungnya juga aku menyentrumnya. Penghilang stresnya." kata Eudora lagi.
"Aku tau, kau yang bertugas menjaga semua tahanan disini, dan aku juga tau, mungkin sebagian tahanan disini ada gilanya. Tapi gak gitu juga caranya kau membereskannya. Mereka itu juga sesama kita, bersikaplah lembut sedikit. Jangan main sentrum-sentrum aja." mulai berjalan kearah Eudora.
"Sudahlah. Kerjakan saja kewajibanmu sendiri. Lagi pula, ngak ada yang pernah bermasalah kan, selama aku yang menjaga tahanan disini(?). Mendingan kau istirahat, biar aku yang mengurusnya." menepuk punggungnya Lance. "Aku tau kalau masalah antara Kaja, Argus, dan Rafaela belum selesai. Mending kau selesaikan itu dulu. Aku dan Ruby akan mengurus Kagura. Estes dan Angela yang mengurus Haya. Dan Hanabi, biar Lesley dan Miya yang mengurusnya." jelas Eudora.
"Baiklah. Terimakasih sudah meringankan pekerjaanku." membuka pintu.
"Ya, sama-sama." ucap Eudora datar. Lalu Lance meninggalkan Eudora diruangan tahanan Kagura.
