"Wah... Lihat dirimu sekarang. Sudah terlihat lebih dewasa ya?" kata Hanabi terkesan. Tapi Kagura tidak menjawabnya, ia hanya melirik ke Hanabi tajam.
"Omong-omong, bagaimana kabarnya Haya? Aku sudah lama tidak melihatnya lagi." kata Hanabi sambil melihat-lihat foto-foto yang terpajang di dinding rumahnya Hayagura.
"Apa tujuanmu kemari? Katakan!?" tanya Kagura geram.
"Hei... Kenapa kau tambah galak sih? Apa kau lagi datang bulana atau memang itu sifat barumu sekarang? Sorry aku cuma bercanda..." candaan Hanabi terdengar garing.
"Cukup omong kosongmu itu, Hanabi!" ucap Kagura sambil menyerang Hanabi dengan menggunakan payungnya. Tapi serangan itu berhasil di hindari oleh Hanabi.
"Apa-apaan ini? Kenapa kau menyerang ku!?" heran Hanabi.
"Apa rencanamu lagi, Hana!? Apa kau tidak bosan-bosannya mengganggu hubungan kami!?" bentak Kagura.
"Hmm..." senyum tajam. "Itulah tujuanku kemari..." ucap Hanabi membuat Kagura tambah geram.
"Matilah kau sialan!!!" Ucap Kagura sambil menyerang Hanabi lagi. Kali ini serius.
"Mau main-main ya?" ejek Hanabi sambil mengeluarkan Higanbana miliknya.
'Sial! Aku terlambat!' ucap Hayabusa.
Dan pada saat itu juga, Kagura dan Hanabi sama-sama mengeluarkan ultimatenya. Dan itu malah mengenai...
Higanbana!!! | Shugyo Mhugyo!!!
"Berhenti!!!" ucap Haya yang langsung berdiri dihadapan mereka berdua(Kagura dan Hanabi).
"Haya!? Awas!!!" teriak Hanabi dan Kagura serentak.
Monisa: Omae wa, mou shindeiru!(nompang nongol doang:v). Ntah kenapa author suka kali dengan kata ini.
'Nani!?' syok melihat serangan datang dari kiri kanan tubuhnya. Seperti melihat kiamat didepan mata saja...;v
Dubar!!!
"Haya!!!" syok Hanabi dan Kagura serentak.
...
MLBB HOSPITAL
"Gimana keadaannya?" tanya Lesley khawatir.
"Tenang saja. Dia udah mendingan sekarang. Aku sudah menjahit setiap luka-lukanya, jadi dia harus bisa percaya diri dengan wajah yang penuh jahitan itu. Dan juga, biarkan dia menginap disini dulu. Mungkin cuma 2 hari." kata Estes sambil melihat wajah Gusion yang sedang diselimuti oleh perban itu.
"Begitu ya..." ucap Lesley sambil melihat Gusion yang berbaring lemas diatas ranjang.
"Dia seperti mumi ya." canda Angela. Angela juga salah satu muridnya Estes dan Rafaela, itu karena Angela ingin mempelajari ilmu medis. Karena dialah yang akan menggantikan posisinya Estes di Land of Dawn dimasa depan(Rafaela cuma sebagai asistennya doang, bisa dikatakan tangan kanan ketua).
"Hahaha... Aku harap dia masih tampan. Soalnya kan, wajah sama tubuhnya banyak sekali jahitannya, jadi mungkin dia harus menerima wujud barunya." canda Ruby kepada Lesley. Tapi Lesley tidak merespon, ia terus meratapi Gusion dari kaca pintu kamar rawatnya Gusion.
