Asrama Wanita Omega
Tok-tok-tok..
"Yaa..." ucap Bella sambil membuka pintu.
"Bel.." nangis.
"Rafaela!? Kamu kenapa? Kamu kok nangis? Aduh... Yaudah, ayo masuk dulu." ajak Bella saat melihat
~
"Ini, minum. Tenangkan dulu dirimu, oke." kata Bella sambil menyodorkan air hangat.
"Bel, Argus masuk Alfa.."
"Apa!? Gimana bisa?" syok Bella.
"Tadi, aku bertemu dengannya didepan asrama cowok. Awalnya aku nggak menyangka, karena mungkin saja dia ingin menjenguk temannya yang ada disana. Tapi, pas kutanya, rupanya dia memang murid disana.." menangis lagi.
"Lalu apa yang kau katakan?"
"Aku.. A-aku menyuruhnya menjauh dariku.. Dan katanya, kalau dia hanya menganggapku, seperti saudaranya.." kecewa.
"Kenapa kau mengatakan itu padanya! Dia menjadi bersalah karna sudah mengecewakanmu waktu itu. Seharusnya kau mengatakan, kalau kau bahagia bertemu dengannya lagi, lalu kau katakan tentang perasaanmu sebenarnya!" bentak Bella.
"Aku tidak bisa bel.. Dia akan membenciku, jika dia mengetahui diriku sebenarnya.."
"Bodoh! Lalu sampai kapan kau akan menahan rasa sakit itu!? Sampai kapan Rafaela!?"
"Bella... Bu-bukan itu sebenarnya.. A-aku memiliki.." belum selesai Rafaela ngomong, sudah dipotong oleh Bella.
"Katakan itu! Jangan sembunyikan apapun padaku. Tolong, terbukalah padaku."
"Ti-tidak semudah itu Bella!" menangis. "Kau juga nantinya akan menjauhiku seperti yang lainnya.. Kumohon, jangan paksakan aku.. Cukup keluargaku saja yang menjauhiku, semua teman-temanku, jangan..."
"Raf... Aku tau seperti apa masa lalumu. Aku..~"
"Tidak! Kau tidak tau yang sebenarnya! Yang kau tau, aku ini dibenci oleh keluargaku, dan dimusuhi oleh teman-temanku! Kau tau alasannya!? AKU INI KUTURUNAN MURNI DARI PASANGAN MORT ALFA!!!" bentak Rafaela disertai tangis.
"Ka-kau, apa..." syok.
"Sepertinya kau akan pergi, seperti yang lainnya.. Maafkan aku. Mungkin sampai disini persahabatan kita. Aku akan pergi. Terimakasih sudah mau berteman denganku sejauh ini. Tolong, jangan membenciku selamanya. Selamat tinggal.." langsung berdiri.
"Tidak." langsung menahan tangan kiri Rafaela.
"Apa yang kau lakukan? Menjauhlah. Ini sangat menjijikan menurutmu." melepaskan tangan Bella dari tangannya.
"Tidak Rafaela!! Aku tidak perduli kau itu keturunan dari mana, aku akan tetap temanmu! Aku tidak malu ataupun najis jika mengatakan atau mengakui kalau kau itu sahabat sejatiku! Tolong jangan tinggalkan aku.." sekarang malah Bella yang menangis.
"Menjadi aku tidak semudah yang kau bayangkan. Apa perlakuan yang kulakukan, selalu dianggap haram oleh mereka. Dan yah.., aku sudah terbiasa dengan itu. Dan sudah saatnya aku mengakui siapa diriku sebenarnya. Aku akan mengungkapkan kepada semuanya, kalau aku ini Mort Alfa murni. Dan aku akan memamerkannya kepada keluarga yang pernah mencampakkan aku itu. Aku akan melakukan semuanya! Sampai diriku puas." jelas Rafaela, setelah itu dia langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata lagi.
"Rafaela.." meneteskan air mata.
~~~
"Oh ya Ndre, kamu nggak menjumpai tuan Kaja? Mumpung dia kembali ke istana malam ini." kata Bena.
