Chapter 46 : Mantan Lance

416 19 9
                                        

Bam!

Setumpuk berkas memenuhi ruangan kerja Lancelot. Kini ia benar-benar ingin mati saja, karena harus menandatangani segudang berkas untuk dokumentasi.

"Kerja ekstra, bro." Zilong datang memberi semangat.

Setelah empat hari sejak kejadian itu, Lancelot benar-benar disibukkan dengan beberapa pertemuan dengan para pemimpin dari wilayah lain, karena ulah Zilong yang memutuskan hubungan bisnis waktu itu.

"Apa jabwalku hari ini?"

"Kosong. Setelah kau selesaikan berkas dari negri es, sepertinya kau akan diberi cuti 2 hari."

"Dua hari? Kau pikir aku manusia robot? Seminggu!" walaupun dia pemimpin, waktu cutinya diatur oleh rakyat dan kesepakatan Moonton.

"Hei, ini bukan aku yang memutuskan." kesal Zilong.

"Ayolah, aku tidak pulang kerumah selama 4 hari. Kau ingin membunuhku secara halus begini, ya?"

"Kau juga, kalau ambil cuti itu mikir juga. Masa seminggu. Ini berkas juga harus cepat diselesaikan."

Tok-tok-tok!

"Masuk."

"LANCE! TERJADI KEGADUHAN DI PENJARA BAWAH TANAH!"

"A-apa!?" kaget keduanya.

★★

"Hei, ada apa denganmu?"

Di bagian Timur istana, tampaklah dua sejoli ini lagi merenungi masa depan yang abstrak. Tak lain lagi Martis dan Argus.

"Kau yang kenapa? Kenapa kau selalu menggangguku." kesal Argus.

"Hei, pagi-pagi udah ngegas aja. Selow geng." kata Martis sambil berdiri disebelah kanan Argus.

"Apa lagi sekarang?" tebak Argus yang mulai risih dengan keberadaan Martis yang selalu mengganggunya.

"Aku bosan di tempat ini. Mau keluar?"

Kini Argus memandang Martis aneh. Apa maksudnya? "Keluar?" kemana?

"Ya, ayo kita bermain-main diluar. Apa kau tidak rindu rumah lamamu? Lingkungan lamamu? Dan-"

"Rumahku diatas sana. Dan aku tidak merindukannya." jawab Argus ketus.

"Jangan kaku gitu dong, bro." Martis pun menyenggol lengan kanan Argus. "Aku rindu dengan gadis berjubah itu. Mau ikut denganku kesana?"

Argus sudah membulatkan hatinya. Dia tidak mau kembali ketempat itu, karena dia merasa malu sudah mengkhianati bangsanya sendiri.

"Apa kau tau, kalau orang yang kau cintai itu masih disana?" perkataan Martis barusan menohok bagi Argus.

"A-apa? Di-di-dia sudah kuusir!" tegas Argus. Dan betapa terkejutnya Martis bahwa yang dipikirkannya tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

"Jadi..   Apa sekarang kau tau dia sudah benar-benar pergi dari tempat itu?" hasut Martis.

"Tentu saja! Dia tidak ingin aku membunuh kekasih sialannya itu!"

"Darimana kau tau? Sedangkan kau sendiri, masih bertanya-tanya apakah dia benar-benar pergi apa tidak?" sifat iblis Martis pun kambuh.

Dan lihat ekspresi Argus yang penuh dengan keraguan itu.

"Kenapa kau tidak datang dan melihatnya langsung?"

"Ba-baiklah! Akan ku pastikan dia benar-benar pergi dari tempat itu!" tegas Argus.

MLBB StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang