[Selesai]
Ini kisah tentang Cool Girl VS Genius Boy. Kisah mereka dimulai saat mereka duduk dibangku SMA.
Gimana kalau kalian ketemu sama cowok genius, tapi punya sifat yang rumit ples nyebelin? Nah Ini yang dialami Shakila.
Kisah antimainstream den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masa lalu
Shakila lagi-lagi disuruh pak Ahmad untuk mencari pacar dadakannya. Si berandal itu tiba-tiba saja tak memasuki kelasnya dijam pertama yang diajar oleh pak Ahmad.
"Oi, Killa." Panggil nya.
Shakila menengok.
"Sini." Ucap Arka dengan gerakan tangannya.
Shakila mendekati si berandal itu.
"Apa?"
"Bantuin gue."
"Hah?" Tanya Shakila heran.
"Gue nggak biasa bersihin toilet, dan hari ini gue dihukum karena telat 5 menit. Lagi pula hasil kerja lo membersihkan toilet di rumah gue kemarin bagus. Semuanya kinclong."
"Heh? Lo pikir gue ini siapa, hah?!"
"Calon IRT yang multitalen. Sudah ini kerjakan yah." Ucap Arka sambil memberikan sikat dengan gagang yang panjang.
Arka duduk di atas wastafel.
Shakila pasrah dan ia mulai membersihkan bilik demi bilik.
"Yang itu masih kotor. Lo kalau bantu gue yang iklas dong." Arka sok memerintah.
"Ck." Shakila mulai membersihkannya lagi.
Kini semuanya sudah bersih.
"Killa, ke kantin yuk. Gue lapar, tadi pagi nggak sarapan." Ucap Arka.
"Tapi pak Ahmad bil-"
"Lagian juga jam ngajarnya bentar lagi kelar. " Sela Arka yang baru saja melihat jam tangannya.
"Sudah ayo." Ucap Arka yang turun dari wastafel kemudian berjalan keluar kamar mandi.
Shakila mengikuti si berandal nya itu.
Sesampainya dikantin, Shakila tersontak kaget saat melihat seseorang yang dulu pernah menjadikannya babu.
Shakila membeku ditempat nya.
Arka menoleh kearah Shakila dan kearah yang Shakila pandang.
Orang yang Shakila takuti pun mendengar isyarat dari temannya kemudian mendekati Shakila.
"Heh, ternyata lo sekolah disini juga ya?" Tanya Siswa itu.
Shakila hanya diam, jantungnya berdegup kencang. Tidak ini bukan degupan pertanda cinta. Ini adalah degupan ketakutan.
"Penampilan lo sudah beda yah. Tak sejelek yang dulu." Ucap siswa itu lagi.
"Hei!" Ucap siswa itu ke Arka.
"Hei Tayo, hei Tayo, dia bis kecil biru." Ucap Arka.
"Dasar bego! Ck, sudahlah. Lo tahu? Cewek disamping lo itu adalah cewe yang suka membuat onar. Dia adalah cewe pengacau yang selalu mengacaukan rencana jahat gue! " Ucap Siswa itu lagi.
Shakila sudah mulai berkaca-kaca. Mungkin saja air matanya akan mengalir nanti. Dia takut kalau nanti siswa itu mengamuk ke Shakila.
"Terus lo mau apa?!" Shakila mulai terisak.
"Oh kau juga cengeng. Aku lupa itu." Ucap siswa itu lagi.
"Babu seperti lo nggak pantas bertanya dengan nada itu ke gue!" Siswa itu menujuk bahu Shakila.
Pacar dadakan tak berguna kah lo disini? Gue sedang di tindas, dan kau malah diam saja menonton. Hah,-Batin Shakila.
"Lo bahkan lebih jelek dari pada upik abu! Lo nggak pantas berkata walau hanya satu kata ke gue! Tugas lo itu hanya menganggukkan kepala. Walau sekarang lo sedikit cantik tapi lo tak usah belagu! Ingat masa lalumu, lo begitu menyebalkan dan pengacau! " Ucap Siswa itu lagi.
Shakila meneteskan air matanya namun tak sederas air terjun maupun air sungai yang mengalir karena memang tak bisa sederas itu. Padahal kalau dijadiin kartun pasti air matanya Shakila sudah mampu untuk membanjiri sekolahnya.
"Hei lo! Ada masalah apa dengan pacar gue?" Arka mulai berucap.
"Oh bahkan lo sudah punya pacar sekarang? Pantas saja lo jadi belagu."
"Hanya laki-laki berengsek yang oon dan tak berpendidikan lah yang berani menghancurkan hati perempuan!" Ucap Arka lagi.
"Sudah ayok P-A-C-A-R pacar. Kita ke kelas. Dan hapus air mata lo itu. Tak guna kau membuang air mata lo karena lelaki oon itu." Ucap Arka sambil menarik tangan Shakila.
Siswa itu terdiam ditempat. Kemudian menarik bahu Arka.
"Lo nggak bisa bawa dia pergi dari sini! Pengacau itu belum gue kasih pelajaran."
"Ck! Gue nggak mau ribut. Kita langsung ke inti. Apa salah pacar gue sampai lo sebegitu inginnya melakukan balas dendam?"
"Salah pacar lo? Waktu smp gue suka sama teman dekatnya. Gue berengsek memang. Dan Cewek pengacau itu telah mengacaukan rencana gue untuk mencium cewek yang gue suka. Bahkan pacar lo juga bikin cewek yang gue suka itu benci sama gue."
"Lo itu berengsek. Dan pacar gue nggak salah. Mungkin cewek yang lo suka itu nggak suka kalau lo menjadi berengsek." Ucap Arka.
"Ck. Biar bagaimana pun kesalahan gue, pacar lo itu tetep salah."
"Inget kata pepatah bro. Cewek itu selalu benar." Arka berucap dengan nada tengilnya.
"Dan kalau lo ingin selalu benar, lo harus jadi cewek dulu." Ucap Arka lagi.
"Lo! Jaga omongan lo!"
"Oke. Gue minta maaf. Dan gue mohon, lo jangan ganggu pacar gue lagi."
"Nggak bisa!" Ucap cowok itu lalu menarik lengan Shakila.
Tapi untung saja Arka berhasil menepisnya, kemudian memelintir tangannya.
"Jangan sentuh pacar gue!" Ucap Arka memperingatkan.
Cowok itu memberontak, tapi masih tak bisa lepas dari Arka.
Arka menarik kedua tangan cowok itu kebelakang, kemudian memperingatkan cowok itu.
"Kalau lo berani macam-macam dengan pacar gue, gue akan lakuin hal yang nggak pernah lo duga!" Ucap Arka kemudian melepaskan tangan cowok itu.
Cowok itu kemudian pergi dengan wajah kesal. Dia Meninggalkan Arka dan Shakila.
Hem.. Pacar ku kali ini menjelma menjadi pangeran... Aku suka kau, pacar brandal ku. Kau telah menyelamatkan ku dari Kak Dzikri. Kakak kelas brengsek waktu smp dulu.
"Lo jangan baper sama perkataan cowok brengsek tadi ya?"