Hi! Intro dulu ya...
Aku pingin tau sih...kira2 pakai aktor Korea siapa ya yang cocok sama si Park Joon Hae ini? My friend KartikaSari450 said that she prefer Jo in Sung, well, i couldn't agree more... What do you guys think?
****
"Tunggu!" Aku berteriak tiba-tiba saat Joon Hae akan meraih gagang pintu.
Rasanya ini salah...bukan, bukan...otakku pasti sudah kacau.
"Kau tahu, aku tak mau berdebat lagi. Kita sudah membicarakannya berjam-jam." Joon Hae menarik nafas lelah, atau bosan mungkin lebih tepatnya.
Aku termenung, baiklah...tak ada yang akan baik-baik saja saat pertama kalinya seorang wanita harus tidur seranjang dengan laki-laki. Mungkin dalam kasusku berbeda, dia adalah suamiku secara hukum...dan tampaknya dia memang benar-benar menyukaiku dan aku mungkin mulai merasakan hal yang sama. Tapi tetap saja...beberapa bulan yang lalu aku hanyalah seorang gadis ingusan yang datang ke negara ini dengan jiwa seorang single yang bebas dan tiba-tiba dalam sekejap mata statusku berubah sebagai istri seseorang yang nyaris tak ku kenal. Jadi... Keraguanku wajar kan?
"Tapi...." Ah sial! Ini memalukan, tapi aku sungguh tak siap untuk ini. Belum.
"Aku tak akan melakukan apapun yang tak kau inginkan. Sulit...aku tak akan berbohong, tapi aku akan memegang kata-kata ku. " Dia meyakinkanku lagi, "aku tak ingin kau tidur di sofa seperti kemarin malam."
"Itu cukup untukku..." Aku bersikeras, kalau saja dia tahu...Sofanya lebih baik daripada tempat tidurku di flat kecilku yang sempit. Tidur di tempat tidur kualitas supernya sungguh tampak berlebihan untukku, ditambah lagi harus bersama dengannya....itu alasan utama aku menolaknya. Jujur, bukan karena takut dia melakukan sesuatu padaku, aku bahkan tak yakin dengan diriku sendiri. berduaan dan sedekat itu dengan makhluk setampan dia....bagaimana bisa aku tak tergoda?
Dia menggeleng cepat, tak lagi melayani protesku dan segera mendorong pintu kamarnya hingga terbuka. Dengan satu kali tarikan dia juga berhasil membawa tubuhku masuk sepenuhnya ke dalam ruangan.
"Ya!!! Park Joon Hae!!!" Teriakku tak terima, dasar keras kepala!
"Kita akan berputar-putar pada hal yang sama, bahkan sampai besok pagi. Dan aku benci membuang waktu untuk hal semacam itu." Ujarnya keras, matanya menatapku tajam membuatku seketika menciut ditempati berdiri. Dulu, aku akan berteriak balik padanya dan bisa 2 kali lebih marah darinya tapi sekarang...aku hanya bisa menunduk pasrah seperti anak kucing yang patuh. Dan anehnya aku melakukannya dengan suka rela. Aaaaaahhhhhh.... Karina!!!! Kali ini kau sungguh kalah telak.
"Lagipula kenapa kau membawaku kesini? kau sudah tahu kalau tempat ini tak punya cukup kamar!" menyalahkannya adalah salah satu usaha terbaikku.
"Dan siapa yang memulainya dengan melakukan kencan buta bodoh itu?" balasnya dingin, raut wajahnya jelas menunjukkan dia masih tak bisa melepaskan kenyataan itu. Oh! baiklah...itu sepenuhnya bukan salahku kan? kalau saja Hana tak memulai dengan tebakannya yang mengerikan.
"Aku sudah bilang, Hana mencurigaiku ada sesuatu denganmu. kau pikir aku punya pilihan?"
"Kau bisa bicara padaku." Jawabnya membuatku tertawa.
"Dan membuatnya senang karena tebakannya benar?"
"Karina...." Joon Hae mencoba menghentikanku, mendorong tubuhku pelan hingga membentur tempat tidur, mendudukkan ku ke permukaannya yang empuk. Baru kemudian dia merendahkan tubuhnya di hadapanku. mencoba sejajar menatapku tanpa kemarahan.
"Baiklah...salahku ok? Kau mau kita pulang?"
Aku sejenak terdiam, entah sejak kapan...kebiasaan barunya mengalah membuatku sering merasa tak nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Emmergency Encountered (Completed)
RomanceHujan itu sering dikaitkan dengan hal- hal romantis tentang cinta, jatuh cinta, kenangan cinta dan ribuan cerita lainnya. sedih atau bahagia rasa itu seakan bertambah seribu kali lipat saat hujan. kenapa? sebenarnya aku juga tak tahu, hanya begitula...
