Part 11

14 1 0
                                        

Joon Hae bicara panjang lebar dengan Min Dong Sik, dia cukup tenang menghadapi skandalnya karena dia memang sudah berada di dalam bisnis ini selama puluhan tahun. tapi itu tak mengurangi bagaimana cerewetnya dia. 

"Aku sama sekali tak mengharapkan kejadian ini." Dong Sik mengucapkannya dengan tatapan kecewa, "Tapi seseorang yang terlalu sempurna menutupi kehidupannya pun suatu saat akan meledak juga, bagimu yang sudah bertahu-tahun tanpa skandal aku tak bisa mengharapkan sesuatu lebih hebat daripada ini."

"Memang begitu bukan, suatu saat aku juga bosan menjadi anak baik." Joon hae menambahkan.

"Kau ingin menunjukkan pada semua orang bahwa kau hanya manusia biasa bukan?" Dong Sik tersenyum, "Tapi ingatlah Joon Hae, di bisnis ini kita membentuk manusia super bukan manusia biasa. kuharap...untuk kebaikanmu sendiri...ini hal terakhir yang kau lakukan, kau tidak hanya membuat karirmu diujung tanduk tapi juga hidupmu."

Joon Hae masih tenang menyandarkan punggungnya di kursi, "Menurutmu sudah saat nya aku melirik karir yang lain?"

Min Dong Sik tertawa, "Kau hebat dengan apa yang sudah kau lakukan, kau mungkin tak bisa membayangkan apa lagi yang bisa kau lakukan jika kau bisa melakukannya dengan baik di tahun-tahun yang akan datang. kau tak ingin menginjakkan kakimu di Hollywood? semua aktor ingin melakukannya bukan?"

Joon hae menghela nafas, dia tahu jalan pikirannya sudah berbeda dengan sosok pria dihadapannya. tak ada lagi yang bisa diucapkannya hanya akan ada perdebatan yang bisa memanas jika dia terus melanjutkannya. 

"Aku akan memikirkan nasehatmu. tapi untuk hari ini aku masih punya banyak hal yang harus kuselesaikan. jadi aku permisi dulu." Joon hae bangkit, membungkuk sebentar sebelum meninggalkan ruangan dengan diiringi senyum dari lawan bicaranya.

Dia tak peduli harus bersikap sopan, hanya saja sudah terlalu banyak orang-orang di sekelilingnya yang suka mengatur hidupnya. dia cukup tahu resiko pekerjaannya, tapi tetap saja rasanya menyebalkan.

Park Joon Hae melangkah keluar dan teleponnya tiba-tiba berbunyi. dia mendesah, ini akan jadi hari yang panjang untuknya.

"Ya...halo..." Terdengar seperti sebuah keramaian disana, dan rasanya Joon Hae sudah tahu dimana itu, "Mereka masih disana?"

"Ya...bahkan sekarang lebih banyak, mereka mengira kau ke kantor manajemen. bahkan fans mu sudah mulai berkumpul disini, kelihatannya mereka tak puas dengan kekasihmu itu." Suara Jin Suk terdengar seperti berteriak, berusaha mengalahkan keributan disekitarnya.

"Kita sudah bisa menebaknya bukan?" Joon Hae memijat dahinya lelah, "Aku akan memberikan klarifikasi tapi orang itu harus punya kredibilitas yang baik, aku tak mau kau mencarikanku wartawan gosip yang menyebalkan. dan hanya 1 saja...aku cukup bicara sekali pada mereka."

"Baiklah...kapan kau akan melakukannya? apakah bersamanya?" Tanya suara dibalik teleponnya.

"Secepatnya, kalau bisa hari ini....dan tidak...aku akan melakukannya sendiri. lebih baik tak ada lagi yang mengenalnya...apakah foto-fotonya sudah kau bereskan?" Dia baru ingat tentang foto-foto itu, dan sialnya membuatnya ketakutan.

"Sudah...tapi untuk media-media di luar negeri agak sedikit sulit. mungkin mereka sudah menghapusnya sekarang tapi besar kemungkinan wajahnya sudah pernah beredar disana."Jin Suk menghela nafas, "Kau tahu...ini skandal besar."

Joon hae memasukkan salah satu tangannya ke dalam sakunya, telapak tangannya mulai berkeringat. dia mulai begitu resah, "ini lebih menakutkan daripada sekedar skandal...Jin suk aku akan segera meneleponmu lagi..." mendadak matanya menangkap sosok Karina yang baru saja melangkah keluar dari sebuah ruangan. dari gerak tubuhnya, tampaknya dia sangat kesal. dengan cekatan Joon Hae segera menurunkan teleponnya dan berjalan cepat ke arahnya.

Emmergency Encountered (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang