Part 32

16 0 0
                                        

Terus terang aku tak tahu apa yang harus kulakukan, marah? Dan kemudian membuatnya tertawa karena aku percaya dengan semua bualannya? Kurasa itu hanya akan semakin menenggelamkan harga diriku. Atau pura-pura saja tak ada yang terjadi? Mengikuti permainannya dan menunggu hari pembalasan...aku menggeleng lagi, tapi sampai kapan???

Kuacak-acak rambutku frustasi, tak ada rencana yang tampak sempurna untukku. Kenyataannya, aku masih di rumahnya setelah menangis di pelukannya entah berapa ratus tahun lamanya dan aku sungguh menyesalinya. Hatiku dan otakku semua sedang bergerak ke arah yang berlawanan dan itu membuatku mual untuk alasan yang sama sekali tak berhubungan dengan fisik.

Aku berdiri di depan lemari pendingin cukup lama, tak berniat mengambil apapun kecuali es jika itu bisa mendinginkan otakku, tapi nyatanya itu sama sekali tak berguna. Joon Hae masih berada di dalam kamarnya sementara aku melarikan diri disini. entah apa yang dilakukannya dia bahkan tak mencoba menanyakan alasan kenapa aku penuh air mata malam ini. dia hanya diam dan cenderung mengikuti apa yang kulakukan dalam diam. tak ada percakapan apapun, membuatku semakin frustasi. bertanya-tanya apa yang juga sedang dipikirkannya. 

"Astaga!!!" aku berjengit, hampir melompat lebih tepatnya saat ada yang tiba-tiba meremas bahuku pelan.

aku berbalik terlalu cepat, itu membuat kepalaku terbentur pintu lemari dingin dengan manis. aku jadi tampak semakin terlihat bodoh.

"maaf mengejutkanmu." Ujarnya pelan, wajahnya datar. seakan itu memang bukan permintaan maaf sungguhan.

aku mencoba menenangkan jantungku, itu sulit. dia membuat semuanya sulit...menatap matanya dan berdamai dengan kenyataan adalah dua hal yang tak bisa dilakukan bersamaan. mereka adalah dua alasan yang saling mengkhianati.

"haruskah aku perlu bertanya apa yang terjadi padamu? atau kau akan mengatakan padaku nanti pada akhirnya." tak ada emosi, ya...bagian terbaik dari seorang aktor. dialah yang mengendalikan apa yang ingin dia perlihatkan pada dunia. entah itu wajah yang sebenarnya atau pura-pura tak akan ada yang bisa menebaknya.

dan itu membangkitkan amarahku. aku merasa semakin dipermalukan dengan semua yang dilakukan dan dikatakannya tentang perasaannya padaku selama ini. suka padaku? cemburu padaku? aku memang belum mengatakan apa-apa padanya tapi harusnya dia bisa menebaknya. sedikit saja paling tidak, tapi wajah tanpa bersalahnya mengikis semua kekhawatiranku dan harapanku agar apa yang kuterima malam ini hanya sebuah kebohongan. 

"Apa yang sebenarnya kau inginkan Park Joon Hae? katakan padaku, jujur saja semuanya sudah terasa aneh dari awal dan hari ini aku seperti diingatkan lagi pada kejadian penyerangan itu. Ada yang ingin kau jelaskan padaku?" Aku susah payah menahan amarahku, mencoba bertanya dengan tenang dan menyembunyikan setiap nada gemetar yang mungkin muncul saat aku bicara.

Dia masih menatapku beberapa saat dalam diam, seperti dia sudah menunggu saat seperti ini. Dan aku merasa semakin tak siap dengan kebenaran yang harus kudengar. Kenapa aku bahkan bisa menyukainya sampai begini? Terlambat sudah...

"Apa yang ingin kau dengar?" Dia balik bertanya, dan aku mulai menggeram marah.

"Jangan bermain teka-teki denganku Park Joon Hae!" Aku hampir meneriakkannya. Begitu terasa tak pentingkah hingga dia harus mengulur penjelasannya? Aku sidah bisa menebak jalan ceritanya tapi aku butuh mendengarnya sendiri dari seorang Park Joon Hae, aku sudah siap untuk yang terburuk, well...hampir.

"Siapa yang mengatakannya padamu? Apapun itu." Gemeretuk giginya tanda dia sedang menahan diri terdengar keras di telingaku. Dia pasti kesal karrna rencananya terbongkar secepat ini.

"Siapa? Aku tak akan percaya jika bukan manajermu yang mengatakannya. Dan dia mengatakannya seakan aku sedang bermain drama komedi denganmu. Menikah?" Aku menertawakannya, "memang tak mungkin kau melakukannya karena benar-benar menyukaiku. Aku yang begitu bodoh karena menganggap aktingmu itu sungguhan."

Emmergency Encountered (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang