Pukul 15.00
Gue sama kak sehun udah sampai di pemakaman.
"Kamu tunggu disini aja." Gue turun dari mobil kak sehun.
"Kenapa?" Kak sehun menaikkan sebelah alisnya.
"Udah,kamu tunggu disini aja. Aku cuma sebentar kok." Cegah gue.
"Kenapa? Nanti kalo kamu disana ada apa-apa gimana? Trus nanti kalo ada yang mau berniat jahat sama kamu gimana? Dan siapa yang jagain kamu? Nanti kal-"
"Hust.... bawel. Udah kamu tunggu disini aja. Aku cuma sebentar kok." Gue bungkam mulut kak sehun dengan jari telunjuk gue. Dan hal itu berhasil membuat kak sehun diam.
Lalu gue pergi ninggalin kak sehun dan berjalan menuju makam luhan.
Sesempainya di makam luhan.
"Hai... apa kabar?" Gue naburin bunga dan nuangin air yang tadi gue bawa.
"Setiap keinget muka lo gue kenapa jadi sedih gini. Aneh ya,padahal dulu gue janji buat benci sama lo selamanya. Tapi sekarang gue malah mewek gini lo tinggal." Gue nangis teringat muka luhan yang ada pada masa lalu gue.
"Maafin gue ya,gue gak bisa nepatin janji ke lo buat gak nangis lagi. Lo itu kalo punya permintaan jangan yang aneh-aneh dong. Gue kan juga manusia biasa. Jadi kalo sedih gue pasti nangislah. Hehe..." gue paksain buat senyum getir.
"Oh iya. Makasih ya lo udah nitipin gue ke orang yang tepat. Gue gak akan sia-siain kak sehun. Gue akan tetap jaga dia semampu gue. Gue gak akan pernah lepasin dia kepada siapapun. Gue akan buat dia bahagia. Seperti yang lo lakuin ke gue dulu."
"Maaf, gue gak bisa lama-lama lagi. Soalnya kak sehun udah nungguin gue di depan. Lo yang tenang ya disana. Gue bakalan sering-sering kok kesini. Bye." Gue berdiri dan beranjak pergi dari makam luhan.
Gue berjalan ke arah kak sehun yang sedari tadi nungguin gue.
"Hai..maaf ya lama." Sapa gue ke kak sehun yang lagi bersender di mobil sambil mainin ponselnya.
"Enggak kok. Kamu udah selesai?" Kak sehun masukin ponselnya ke dalam saku. Sekarang dia natap gue.
"Udah." Jawab gue singkat.
"Gak nangis lagi kan?" Kak sehun senyum menggoda ke gue.
"Apaan sih kak. Udah ayo kita pulang." Gue buka pintu mobil,tapi dengan cepet di tutup lagi sama kak sehun.
"Kok pulang sih?" Kak sehun kelihatan cemberut.
"Pulang aja. Besok kita harus siapin sosialisasi kan buat adek kelas. Lagian besok aku juga masih ada rapat sama anak vokal." Kata gue sambil membuka pintu mobil.
"Yaudah iya."
Kak sehun membuka pintu mobil sebelahnya dan masuk ke dalam mobil.
"Awas aja ya besok kamu macem-macem sama chanyeol." Kak sehun yang baru masuk mobil langsung mengancam gue.
"Ya lihat besok aja." Goda gue.
Lalu gue pasangin seatbelt 6ke tubuh gue.
"Udah,jalan." Kata gue yang baru aja pasangin seatbelt
Kak sehun gak bergeming,dia nalah natap gue dan gak jalanin mobilnya.
Gue paham maksud kak sehun. Kak sehun pasti marah dengan ucapan gue tadi.
"Iya-iya. Aku gak bakalan macem-macem sama kak chanyeol. Mungkin sama V atau gak sama jungkook aja." Gue terkekeh pelan. Gue yakin kak sehun pasti kesel ngedenger jawaban gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjuangan Cinta Oh Sehun
FanfictionCinta itu memang tak mudah di dapat. Meskipun kita cantik,ganteng,populer,pinter, pokok segalanya baik belum tentu kita mudah untuk mendapatkan cinta. Inilah kisah perjuangan cinta oh sehun kepada cewek cantik bernama tzuyu
